Halaman

Minggu, 07 Oktober 2012

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien – Brunei Darussalam (Bagian 1)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien di Kampung Ayer, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. dibangun tahun 1958 dan menjadi masjid Nasional Bagi Negara Brunei Darussalam.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien adalah masjid Nasional bagi Kesultanan Brunei Darussalam di kota Bandar Seri Begawan, Ibukota negara Brunei Darussalam. Masjid mewah dengan kubah berlapis emas murni ini dibangun sebagai simbol bahwa Islam adalah agama negara dan menjadi pegangan hidup rakyat Brunei Darussalam. Sejak dibangun hingga hari ini, Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien menjadi salah satu masjid yang paling terkenal di dunia karena keindahan dan kemegahannya.
 
Sebagai masjid kerajaan masjid Sultan Omar Ali Saifuddien memang dibangun di Ibukota Negara Brunei Darussalam. Tepatnya di Kampong Ayer (Kampung Air) bersebelahan dengan komplek Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Bandar Seri Begawan. Sekali dalam setahun, bangunan replika Bahtera (kapal) Sultan Bolkiah yang berdiri di tengah laguna di depan masjid ini dijadikan mimbar Tilawah dalam Lomba Seni Baca Al-Qur’an / Musabaqoh Tilawatil Qur’an tingkat Nasional Brunei Darussalam.

Lokasi dan Alamat Masjid Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien
Kg. Ayer (Water Village), Brunei town centre.,
Bandar Seri Begawan, KA1321, BRUNEI DARUSSALAM


Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien dinamai sesuai dengan nama Sultan Brunei Darussalam ke 28, Omar Ali Saifuddien III. Sebuah bangunan masjid yang dibangun sebagai symbol bahwa Islam adalah agama resmi dan menjadi nafas kehidupan negara tersebut. Kemegahan masjid yang mendominasi pemandangan kota Bandar Seri Begawan ini selesai dibangun tahun 1958.
 
Arsitektural Masjid Omar Saifuddien
 
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien merupakan salah satu contoh impresif dari arsitektur Islam modern yang memadukan arsitektur Islam dari era kejayaan dinasti Mughal (kini Pakistan, India, Bangladesh, Afganistan & Iran) dan gaya arsitektural Italia. Proses perencanaannya dilaksanakan oleh firma arsitek Booty and Edwards Chartered Architects merujuk kepada hasil rancangan arsitek Italia Cavaliere Rudolfo Nolli, seorang arsitek yang cukup berpengalaman selama beberapa dekade di kawasan negara negara Teluk Siam.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien di malam Indah, tampak begitu menawan dengan refleksi bangunannya di permukaan laguna.

Masjid Omar Ali Saifuddien dibangun di atas sebuah laguna buatan di tepian Sungai Brunei di tengah Kampong Ayer (Kampung Air), kota Bandar Seri Begawan. Sengaja dibangun diatas laguna, karena pembangunan masjid nya sendiri dibarengi dengan pembangunan sebuah bangunan kapal yang merupakan replika dari Bahtera Sultan Bolkiah dari abad ke 16. Lokasi replika bahtera ini tepat di tengah laguna di depan masjid dan dihubungkan dengan jembatan dari batu pualam. 

Replika Bahtera Sultan Bolkiah tersebut dibangun dalam rangka memperingati 1400 tahun (14 Abad) Nuzulul Qur’an (turunnya Al-Qur’an untuk pertama kali), keseluruhan pembangunannya selesai dilaksanakan tahun 1967 dan digunakan sebagai mimbar tilawah (mimbar atau podium yang digunakan oleh Qori & Qori’ah) pada perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an tingkat nasional di Brunei Darussalam.

Selain dibangun di atas sebuah laguna buatan, Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien ini juga dilengkapi dengan taman yang indah, sebuah taman luas di atas bekas 'padang' yang tadinya merupakan tanah lapang di sekitar "Masjid Kajang" masjid darurat di Pekan Brunei paska perang dunia ke dua. 

Komplek masjid ini juga dilengkapi dengan menara pualam serta kubah besar berlapis emas murni di atap masjid. Kawasan ini juga dilengkapi dengan taman yang ditata begitu apik. Ada dua jembatan pualam penghubung ke masjid ini melintasi laguna, satu jembatan ke Kampong ayer dan satu lagi jembatan menuju ke Mahligai Bahtera di tengah laguna.

Dari kejauhan pun masjid ini sudah dapat dikenali dengan jelas dari kubah nya yang berlapir emas murni dan menara tingginya itu. bila dipandang dari arah kampung Ayer terlihat sangat kontras antara kemewahan bangunan masjidnya dengan rumah rumah kayu diatas air warga kampung Ayer.

dan ini adalah pemandangan menarik masjid Sultan Omar Ali Saifuddien dengan latar depan rumah rumah penduduk di sepanjang sungai Brunei.

Namun begitu, penduduk Brunei termasuk di kampung ayer ini memang jauh di atas garis kemiskinan mengingat bahwa Brunei sendiri merupakan salah satu negeri islam yang makmur dan kaya raya. Dan penduduk negerinya tidak hanya jadi penonton dari kekayaan negaranya tapi juga menjadi penikmat dari semua itu dengan cukup  berkeadilan. Bangunan masjid ini memang begitu menyolok dengan ketinggian 52 meter, dapat dipandang dari sisi manapun di kota Bandar Seri Begawan. Menara tunggal masjid ini dilengkapi dengan elevator sehingga pengunjung dapat naik ke puncak menara untuk memandang keindahan kota dari ketinggian.
 
Ruang dalam masjid ini hanya difungsikan untuk ruang sholat. Jendela jendela masjid ini dibuat dari stained glass atau kaca patri warna warni, lengkungan dan semi kubah serta pilar pilar dari batu pualam. Sebagian besar bahan bangunan yang digunakan di datangkan dari luar Brunei Darussalam, batu pualam didatangkan dari Italia, Batu granit di import dari Shanghai (China), lampu gantung nya di beli dari Inggris sedangkan karpetnya di datangkan dari Belgia dan Saudi Arabia.

Bersambung ke Bagian 2 dan Bagian 3

ada tiga akses menuju masjid ini dua diantaranya melalui jembatan. satu jembatan menuju kampung Ayer dan satu jembatan lainnya menuju ke Bangunan Mahligai Bahtera Sultan Bolkiah.
Foto kenangan ::: Dua helikopter milik Angkatan Bersenjata Inggris sedang terbang melintas di atas komplek Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien. semasa Inggris masih berkuasa di Brunei Darussalam.
Taman Sultan Omar Ali Saifuddien ::: di sebelah daratan masjid Sultan Omar ini dibangun taman dengan nama yang sama. areal taman ini tadinya adalah 'padang' atau lapangan disekitar masjid kajang, cikal bakal Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien.
Satu lagi foto lama Masjid Sultan Omar dalam selembar kartu pos.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA