Halaman

Sabtu, 22 Oktober 2016

Masjid Agung Strasbourg Prancis

Megah meski tanpa menara

Masjid Agung Stasbourg atau Great Mosque of Strasbourg atau dalam bahasa Prancisnya disebut sebagai "La Grande Mosquée de Strasbourg", adalah sebuah masjid agung berukuran besar yang dibangun di daerah Heyritz, sebelah selatan kota Strasbourg. Berdiri megah di bagian kota Strasbourg masjid ini telah menjadi pusat aktivitas ke-Islaman di kota dan menjadi kebanggaan bagi komunitas muslim di kawasan Alsatianyang mencapai 120,000 jiwa. Pembangunannya telah diumumkan tahun 1993 namun baru dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan di tahun 2004 dan diresmikan tahun 2012.

Grande Mosquée de Strasbourg
6 Rue Averroès, 67000 Strasbourg, Prancis



Proses Pembangunan Sebelas Tahun

Sejak diluncurkan tahun 1993, proyek pembangunan masjid ini beberapa kali mengalami penundaan sebagai akibat dari proses pemilihan dan sengketa dengan calon kontraktor KKF dari Jerman serta keputusan dari dewan kota yang melarang adanya aliran dana donasi dari luar negeri. Rancangan masjid ini juga mengalami beberapa kali revisi atas desakan dari dewan kota, sampai ahirnya rancangan awal berubah total dengan mengurangi ukurannya hingga setengahnya saja, menghilangkan menara, pusat pembelajaran dan auditorium.

Proyek pembangunan ahirnya disetujui dan dilaksanakan dengan menunjuk kontraktor Demathieu and Bard.Designed dengan rancangan  bangunan dari arsitek Italia – Paolo Portoghesi- arsitek yang juga merancang Masjid Agung Kota Roma, ibukota Italia. Paolo Protodhesi berhasil memenangkan sayembara rancangan masjid ini menyingkirkan para arsitek lainnya termasuk proposal masjid futuristik yang diajukan oleh arsitek Zaha Hadid. Peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2004 oleh walikota Strasbourg Fabienne Keller.

saat pemasangan kerangka kubah

Pemasangan Kubah Masjid

Pemasangan kubah masjid yang dilakukan pada hari Jum’at yang juga bertepatan dengan perayaan Idul Adha. Prosesi tersebut begitu menarik perhatian masyarakat luas, turut hadir dalam acara tersebut beberapa perwakilan dari tokoh tokoh agama samawi di Prancis diantaranya adalah Uskup Agung Strasbourg, dari kalangan Yahudi, hadir Rabbi serta dari komunitas perwakilan dari komunitas protestan.

Pemasangan kubah masjid segera dilakukan sebelum kerumunan masyarakat lebih banyak lagi memadati lokasi pembangunan masjid untuk turut menyaksikan peristiwa tersebut. Sebuah crane raksasa berkekuatan 500 ton disiapkan untuk mengangkat kerangka baja kubah seberat 29 ton setinggi 24  meter tersebut dari permukaan tanah ke tempatnya di atap bangunan masjid yang sedang dibangun.

peresmian Masjid Agung Strasbourg

Turut hadir dalam acara tersebut, presiden maroko Said Aalla yang sempat melontarkan pernyataan bahwa momen hari itu memiliki makna simbolik yang sangat tinggi. Kubah yang dipasang tersebut setinggi 24 meter dan bertepatan dengan desember kubah tersebut yang nantinya akan di lapis dengan tembaga sangat jelas sebagai identitas bangunan tersebut dan membantu menunjukkan kehadiran Islam di kota tersebut.

Terbesar kedua di Prancis

Pada saat diresmikan, Masjid Agung Stasbourg merupakan bangunan masjid terbesar yang pernah dibangun di tanah Prancis. Dengan luas mencapai 1300 meter persegi membuatnya satu setengah kali lebih besar bila dibandingkan dengan Masjid di Evry di kota Paris yang sudah lebih dulu dibangun. Bangunan masjid Agung Strasbourg dibangun dalam rancangan modern dengan tampilan ekterior yang menawan. Sentuhan gaya maroko sangat kentara pada bagian dinding masjid yang terdiri dari 500.000 lempengan mozaik, ruangan utamanya dirancang menyejukkan dengan warna warna lembut dan cahaya lampu yang alami.

Interior Masjid Agung Strasbourg

Pembiayaan Pembangunan

Proyek pembangunannya menghabiskan dana sekitar 10.5 juta Euro atau setara dengan sekitar US$ 13.5 juta dolar Amerika bersumber dari jemaah dan Pemerintah Prancis, pemerintah Kuwait, Maroko, Saudi Arabia dan Turki. Penggalangan dana untuk pembangunan masjid ini dilakukan oleh dua lembaga sekaligus yakni "the association Great Mosque of Strasbourg" dan "association Espace Euro-mediteranean Averroes" dua lembaga ini yang melakukan penggalangan dana bagi pembangunan masjid ini baik dari dalam maupun dari dari luar negeri.

Peresmian Masjid Agung Strasbourg

Masjid Agung Strasbourg diresmikan pada tanggal 27 September 2012 oleh Sekretaris Parlemen Angela Girard, didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Prancis - Manuel Valls dan Menteri Agama Maroko Ahmed Tawfiq. Menteri Dalam Negeri Prancis - Manuel Valls – dalam kata sambutannya mengajak muslim yang berasal dari berbagai bangsa di Prancis untuk makin berintegrasi, namun tidak akan mentoleran setiap tindakan yang mengarah kepada radikalisme. Dalam kesempatan itu mendagri Prancis juga menjanjikan kepada empat juta muslim Prancis bahwa pemerintah negara akan membantu pembangunan lebih banyak masjid di Prancis termasuk akan membantu pelatihan bagi para pengurusnya.

Jemaah Sholat Ied yang membludak 

Peresmian masjid ini menjadi satu momen yang sangat penting bagi Prancis karena menunjukkan besarnya persatuan antar ummat beragama di negara tersebut, mengingat begitu banyak tokoh lintas agama turut hadir menyaksikan upacara peresmian masjid terbesar kedua di Prancis ini. Jemaah masjid ini kebanyakan merupakan warga muslim Prancis yang berasal dari Afrika Utara terutama dari Maroko. Di masjid ini diselenggarakan begitu banyak konfrensi dan seminat dan memiliki program program pembelajaran yang ekstensif untuk anak anak usia sekolah.

Sebelum masjid ini selesai dibangun, jemaah masjid ini menggunakan sebuah gedung bekas pabrik sebagai masjid yang berada di pusat kota Stasbourg tak jauh dari gedung pengadilan di tahun 1982 hingga tahun 2012 dan masjid tersebut bukanlah masjid pertama di kota ini. jauh sebelumnya ditahun 1967 telah berdiri sebuah masjid disana dan kini telah berkembang hingga lebih dari 20 masjid di kota Stasbourg.

Pemakaman Muslim pertama di Prancis

Muslim di kota Strasbourg ini juga telah mendapatkan persetujuan dari walikotanya untuk memiliki lahan pemakaman muslim sendiri yang merupakan komplek pemakaman muslim pertama di Perancis. persetujuan tersebut ditandatangani oleh walikota Strasbourg Roland Reis dan Pimpinan dewan regional agama Islam (CRSM) Alsace Driss Ayachour, pembangunan komplek pemakaman di kota Alsatia ini merujuk kepada komplek yang sama di kota Fez yang merupakan ibukota spiritual bagi kerajaan Maroko selaku kota kembar bagi Strasbourg.***

--------------------

Baca Juga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA