Halaman

Kamis, 07 Oktober 2010

Masjid Innuvik, Masjid ke 4 di Kutub Utara

Nama resmi masjid ini adalah Mid Night Sun Mosque atau "Masjid Cahaya Matahari di tengah malam" namun dikenal dengan nama Masjid Innuvik. Merupakan salah satu masjid yang posisinya berada di titik paling utara di muka bumi.

Innuvik adalah nama kota di bagian utara Kanada, Terletak 2 derajat di atas garis lingkar kutub utara, merupakan salah satu wilayah yang terletak di bagian paling utara bumi. Letak nya ditepian sungai dan delta Mackenzie. Delta sungai Mackenzie merupakan delta air tawar terbesar di Kanada dengan wilayah tundra yang begitu luas.

Kota Inuvik masuk ke dalam Negara Bagian Northwest Territories dari Kanada. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2006 penduduk kota ini sejumlah 3484 jiwa. Dan sejak 10 Februari 2010 kota ini menjadi kota Kanada paling utara yang paling banyak rekaman gambarnya di google street view, salah satu fasilitas dari aplikasi google earth. Populasi muslim di wilayah Negara bagian Northwest Territories Kanada ini tumbuh sebesar 300 persen disetiap dekade merujuk kepada statistik terbaru.

Midnight Sun Mosque
29 Wolverine Road, box 2171 Inuvik, NT, Canada, Kanada


Masjid Paling Utara Bumi Yang Dinanti-nanti

22 September 2010 warga muslim kota Inuvik mendapatkan anugerah yang sekian lama mereka idam idamkan. Berupa KIRIMAN sebuah masjid yang sudah di rakit secara utuh dari komunitas muslim Kanada di kota Winnipeg, Manitoba. Masjid build up itu dibangun, dibuat, dipersiapkan dan dirakit utuh di kota Winnipeg sejak bulan April 2010 lalu dikirimkan menggunakan angkutan truk dan angkutan sungai sejauh 4000 kilometer ke Kota Inuvik.

Perjalanan yang mendebarkan itu benar benar dinanti oleh komunitas muslim Innuvik  yang sudah begitu lama mengimpikan hadirnya sebuah masjid sebagai tempat mereka untuk beribadah dan menjadi pusat syiar Islam di Innuvik, dan tempat pembelajaran Islam bagi putra putri mereka.

Masjid Inuvik ini benar benar istimewa karena begitu tiba di Inuvik, bahkan sebelum satupun jemaah masuk ke dalam masjid itu, sudah akan menempati tempat tersendiri di buku catatan rekor sebagai masjid paling utara di benua amerika. Dan menjadi masjid paling utara ke-4 dibumi, setelah masjid di NorilskRussia dan 2 masjid di TromsøNorwegia yang letaknya masih lebih utara dari masjid Inuvik. Masjid tersebut juga menjadi bangunan yang bergerak paling jauh di Kanada.

Lokasi kota Innuvik

Selama dekade terahir kaum muslimin di Inuvik melaksanakan sholat berjamaah di sebuah trailer tua berukuran 3 x 7 meter, sudah tak mampu lagi menampung dengan layak muslim disana untuk sholat berjmaah. Adalah Yayasan Zubaidah Tallab (Zubaidah Tallab Foundation) sebuah lembaga amal Islam yang berpusat di Winnipeg, Manitoba, Kanada. Diketuai oleh Hussain Guisti yang membiayai pembuatan dan pengiriman masjid tersebut ke Innuvik untuk membantu komunitas muslim disana. Yayasan mengeluarkan dana sebesar $300,000 untuk membangun masjid tersebut di winipeg dan mengirimkan nya ke Innuvik.

Keputusan tersebut di ambil setelah melakukan kalkulasi kasar bahwa pembangunan masjid langsung di kota innuvik akan sangat mahal mengingat letak kota kecil itu yang sangat terpencil, sangat sulit mengirimkan material bangunan kesana ditambah dengan harga bahan bangunan dan pekerja yang sangat tinggi ditempat tersebut. Dengan membangunnya di Winnipeg dan mengirimkannya ke Innuvik jauh lebih mudah dan murah.


Gambar Atas : Masjid Lama Innuvik dibangun dari sebuah kontainer tua.
Gambar Bawah : Masjid Innuvik yang baru

Selama ini warga muslim Innuvik mengirimkan anak anak mereka ke berbagai kota di Kanada karena ketiadaan masjid atau pusat pendidikan islam di kota kecil tersebut. Bahkan untuk pemakaman anggota keluarga yang meninggal pun. Jenazahnya terpaksa diterbangkan ke Winipeg, Manitoba untuk dimakamkan di pemakaman muslim di sana.

Warga muslim di Innuvik sebenarnya sudah mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid tapi karena jumlah mereka disana tak lebih dari 100 jemaah sangat sulit untuk mendapatkan dana yang cukup untuk membeli lahan sekaligus dan membangun masjid disana. Lahan untuk masjid sudah dimiliki dibeli menggunakan dana yang dikumpulka dari para jemaah selama 3 tahun. Dan diatas lahan itulah masjid kiriman dari Winipeg itu akan diletakkan.

Masjid yang melalui sebuah perjalanan Panjang

Perjalanan masjid itu dimulai dari kota Winnipeg menuju Edmonton menggunakan truk trailer, dari Edmonton menuju ke utara ke sungai Hay untuk kemudian dipindahkan ke sebuah kapal tunda melanjutkan perjalanannya menuju sungai Mackenzie dan berlabuh di delta sungai Mackenzi di dermaga kota Inuvik. 

Perjalanan masjid itu dimulai menggunakan angkutan truk semi trailer di ahir agustus 2010 menghadapi berbagai penundaan akibat kemacetan lalu lintas yang parah, aturan lalu lintas, jembatan yang sempit hingga terjangan angin kencang. Tanggal 10 September masjid itu tiba di sungai Hay North West Teritories kemudian dipindahkan dengan sangat hati hati ke kapal tunda untuk membawanya melayari sungai mackenzi menuju Innuvik sejauh 1800 Km.


Wajah sumringah muslim Innuvik menyambut kedatangan masjid yang mereka dambakan selama ini

Tiba Di Innuvik

Hari rabu petang 22 september 2010, kapal tunda yang membawa masjid pabrikan itu itu ahirnya tiba di dermaga NTCL setelah melakukan perjalanan lebih dari 24 hari. Menghilangkan kekhawatiran warga muslim setempat, akankah masjid itu akan tiba di kota kecil mereka dengan utuh, mengingat perjalanan yang begitu panjang yang dilalui dari Manitoba dimana masjid dibuat lalu melintasi dua provinsi dan Nortwest Teritories melayari sungai Mackenzi sebelum ahirnya tiba di Innuvik.

Sekitar 40 Muslim Innuvik berkumpul di dermaga di menjelang terpaan salju yang segera turun, menyambut kedatangan masjid tersebut dengan berbagai ekspresi. Kesemua mereka tak mampu menyembunyikan kegembiraan menyambut kedatangan masjid tersebut. Keceriaan ini menambah keceriaan mereka yang belum lama merayakan hari raya idul fitri 1431 H. Untuk melaksanakan sholat idul fitri berjamaah kaum muslimin Innuvik menggunakan lapangan di sebuah arena bermain.

Kendati masjid itu masih belum memiliki nama, diantara para jemaah yang menyambut kedatangan masjid tersebut sempat berseloroh bahwa nama masjid itu adalah ‘Masjid yang diberkati” (gracefull Mosque) karena sudah mampu bertahan melalui sebuah perjalanan yang sangat panjang. Masjid baru ini masih perlu dipasangi karpet dan pintu pintu tambahan sebelum digunakan pada pertengahan bulan Oktober 2010.

Rekaman Perjalanan Masjid Innuvik

Setelah selesai dibangun utuh di Winipeg, Bangunan masjid untuk kota Innuvik ini ditarik dengan kendaraan berat menuju ke dermaga sungai Hay.
Harus melewati jalanan sepi untuk menghindari kemacetan parah
Melewati jembatan sempit
Lalu naik ke kapal menyusuri sungai Hay
Ahirnya tiba di dermaga kota Innuvik

-------------------------------ooOOOoo-------------------------------------

Baca Juga Artikel “Bukan Masjid Biasa” Lainnya

Masjid di Atap dunia, Masjid Chaqchan – Pakistan


3 komentar:

  1. thanks to God, the miracle could come definitely when we were ready to serve our self into a worshipping a faith,.. allhamdulillahirrabilalamin..

    BalasHapus
  2. Info yang sangat menarik..


    http://duniamuallaf.blogspot.com/

    BalasHapus

Dilarang berkomentar berbau SARA