Sabtu, 19 Maret 2011

Masjid Sentral London (London Central Mosque), Inggris

Masjid Sentral London / London Central Mosque / Regent's Park Mosque.

Masjid Sentral London atau The London Central Mosque and Islamic Cultural Centre (ICC) atau biasa disebut sebagai Masjid Regent's Park, merujuk kepada tempat dimana masjid itu berada. Regent part merupakan kawasan prestisius di kota London. Masjid yang begitu terkenal di Inggris Raya, dibangun sebagai bentuk penghargaan kepada kaum muslimin di Inggris raya yang telah turut serta membela inggris dan sekutu selama perang dunia ke II. Masjid Sental London mengklaim dirinya sebagai islamic center terpenting dan paling aktif di Inggris Raya, Eropa dan Amerika.
 
Ada kesamaan antara Masjid Sentral London dengan Masjid Agung Brussel di Belgia. Bila Masjid Sentral London dibangun di dalam kawasan Regent's Park kawasan prestisius di jantung kota London, Masjid Agung Brussel di Belgia dibangun di dalam kawasan taman Cinquantenaire Park di jantung kota Brussel. Masjid Sentral London dibangun atas lahan hadiah dari Raja Inggris, maka Masjid Agung Brussel dibangun diatas tanah dan gedung hadiah dari Raja Belgia. Dan kedua masjid ini sama sama melibatkan Raja Saudi Arabia dalam proses pembangunannya.
 
Lokasi & Alamat Masjid Sentral London
 
Alamat : 146 Park Road
London NW8 7RG020  7724 3363 ‎  2.6 mi NW
 

Sejarah Pembanguan Masjid Sentral London
 
Masjid Sentral London dirancang oleh Sir Frederick Gibberd, selesai dibangun tahun 1978, dengan kubah keemasan. Ruang utamanya mampu menampung lima ribu Jemaah sekaligus. Ruang sholat untuk jemaah wanita ada di balkoni lantai atas. Seluruh permukaan lantai ditutup dengan karpet dan candilier yang cantik tergantung diatas ruang utama.
 
Dibagian dalam kubahnya di hias dengan dekorasi tradisi Islam, masjid ini juga dilengkapi dengan toko yang menjual makanan halal dan kafe kecil. Masjid ini juga tergabung dengan Islamic cultural centre yang secara resmi diresmikan oleh Raja George VI tahun 1944 dan diberikan kepada komunitas muslim Inggris Raya. Sedangkan lahan masjid tersebut merupakan donasi dari Raja George VI sebagai imbalan dari lahan untuk Katedral Anglikan di Kairo.

Ruang sholat utama Masjid Sentral London.
 
Berikut Kronologi Sejarah Pendirian Masjid Sentral London
 
1900 - 1931 keinginan untuk mendirikan masjid di sentral London sudah terlontar, salah satunya di sampaikan oleh Lord Headley, orang Inggris yang sudah beragama Islam. proyek tersebut di prakarsai oleh Nizam dari Hyderabad.
 
1939 - 1940 Lord Lloyd of Dolobran, (1879-1941), Menteri Luar Negeri Untuk Koloni, dan mantan President Konsul Britis, bekerja bersama dengan Komite masjid, yang terdiri dari beberapa tokoh Islam dan duta besar di London. Lord Lloyd mengirim memo kepada Perdana menteri Inggris dan mengatakan

“hanya London yang memiliki lebih banyak kaum muslimin dibandingkan dengan ibukota negara eropa lain nya, tapi di empirium kita yang nyatanya memiliki lebih banyak kaum muslimin dibandingkan dengan Kristen ternyata ada anomali dan tak sepadan bahwa disini tidak ada satu tempat ibadahpun bagi kaum muslimin”.
 
Di beku nya musim dingin bersalju.
 
1940 Pemerintah Inggris di desak untuk menghadirkan sebuah masjid di London untuk Komunitas Muslim Inggris Raya. Pada tanggal 24 Oktober, Otoritas kabinet perang Churchill  mengalokasikan dana sebesar 100 ribu poundsterling untuk megakuisisi sebuah tempat bagi masjid di London. Usaha itu memungkinkan muslim di Inggris membangun sebuah masjid dan Islamic Cultural Centre, sehingga mereka dapat menjalankan ibadahnya. Upaya tersebut juga merupakan suatu penghormatan bagi ribuan tentara muslim India yang tewas dalam perang membela empirium Inggris. 

1944 Komite masjid yang terdiri dari beragam tokoh muslim, para diplomat dan warga muslim setempat di Inggris menerima pemberian tersebut dan The Islamic Cultural Centre termasuk London Central Mosque, didirikan dan secara resmi dibuka oleh oleh Raja George VI pada bulan November 1944.
 
1947 Komite masjid terdaftar sebagai sebuah perseroan dengan nama the London Central Mosque Trust Limited di bulan September. Dengan tujuh orang wakil perseroan dari enam negara Islam.

1954 - 1967 beberapa rancangan masjid dipertimbangkan. Proses perencanaan berjalan begitu lama dan pengajuan ke berbagai otoritas institusi namun pengesahan tak kunjung keluar.
 
Masjid Sentral London.
 
1969 Kompetisi internasional dibuka untuk merancang bangunan masjid dimaksud. Lebih dari seratus rancangan masuk ke panitia, baik dari kaum muslimin maupun dari non muslim. Rancangan yang dipilih adalah rancangan arsitek inggris Frederick Gibberd. Rancangan beliau ini membagi bangunan masjid menjadi dua elemen penting. Ruang utama terdiri dari dua ruang sholat, tiga lantai sayap termasuk entrance hall, perpustakaan, ruang baca, kantor administrasi dan menara.
 
£2 Juta poundsterling disumbangkan untuk konstruksi masjid dimaksud oleh Raja Faisal Bin Abdul Aziz Al-Saud. Kemudian sumbangan berikutnya dari Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan penguasa Abu Dhabi dan Presiden United Emirat Arab Emirates
 
1974 Pekerjaan konstruksi dimulai dengan mendahulukan komplek utama gedung masjid. Terdiri dari ruang sholat utama, perpustakaan, blok bangunan untuk administrasi dan tempat tinggal.
 
Halaman tengah Masjid Sentral London.

1977 pekerjaan tersebut selesai di bulan Juli menghabiskan dana £6.5 juta poundsterling.
Bertindak sebagai direktur Islamic Center tersebut yang pertama adalah Raja of Mahmudabad. Dan dana sumbangan khusus untuk pembangunan pusat pendidikan dan bangunan sayap untuk administrasi yang selesai dibangun tahun 1994 merupakan sumbangan dari raja Saudi Arabia Raja Fahd bin Abdul Aziz.
 
Aktivitas dan Fasilitas Masjid Sentral London
 
Perpustakaan
 
Islamic Center Masjid Sentral London memiliki perpustakaan terbesar dan tertua di Inggris. Perpustakaan ini memiliki begitu banyak koleksi buku buku pilihan dalam bahasa Arab ataupun berbahasa Inggris. Menjadikan perpustakaan masjid ini sebagai salah satu perpustakaan Islamic Center yang memiliki sumber pustaka terbesar. Selain ini perpustakaan masjid sentral London dilengkapi dengan katalog digital serta dilengkapi juga dengan komputer berakses internet serta fasilitas pengunduhan data.
 
Layanan Keagamaan
 
Fatwa : ICC Masjid Sentral London memiliki Komisi Fatwa yang terdiri dari lima orang imam yang sangat berdedikasi. Kelima Imam tersebut bertugas memberikan nasihat merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah. Masing masing imam tersebut fasih berbahasa Arab dan Bahasa Inggris. Departemen Fatwa di ICC Masjid Sentral London ini buka tujuh hari seminggu dari pukul 10:30 hingga 16:30 waktu London. 

Menara dan kubah Masjid Sentral London.

Kelima imam yang bertugas di ICC Masjid Sentral London ini bahkan siap melayani pertanyaan tentang Islam melalui berbagai metoda baik dengan pertemuan langsung, fax, email, surat pos atau dengan mengisi formulir pertanyaan yang sudah tersedia di situs resmi masjid Sentral London. Tidak hanya itu kelima imam masjid ini bahka siap di hubungi langsung ke nomor mereka masing masing.
 
Pertemuan langsung dengan imam masjid Sentral London di ruang kantor nomor 2, 10, 11 dan 12. email pertanyaan dan fatwa ke fatwas@iccuk.org, faksimili ke nomor 020 7724 0493, atau via telepon, dapat juga dilakukan dengan mengisi formulir pertanyaan yang sudah disediakan di situs resmi ICC. bisa juga dengan berkirim surat ke alamat berikut :
 
The Fatwa Committee
The Islamic Cultural Centre & The London Central Mosque
146 Park Road. London NW8 7RG
 
Masjid Sentral London.

Pendidikan
 
ICC Masjid Sentral London menyelenggarakan pendidikan agama Islam untuk kanak kanak 5 sampai 16 tahun di sekolah Ahir Pekan Al-Kalam. Untuk layanan sekolah ahir pekan ini dapat di hubungi di nomor Telepon 07956504179 atau email: weekendschool@iccuk.org.
 
Pernikahan dan perceraian
 
ICC Masjid Sentral London juga memberikan pelayanan pernikahan dan perceraian sesuai dengan syariah Islam. Prosesi akad nikah diselenggarakan di masjid dipimpin oleh salah satu dari imam Masjid dan resepsi pernikahan biasanya diselenggarakan di ruang serbaguna ICC yang sudah di tata sedemikian rupa untuk penyelenggaraan resepsi pernikahan sesuai dengan syariah Islam.
 
Aerial view Masjid Sentral London.

Calon pengantin yang berniat melaksanakan akad nikah dan resepsi di ICC masjid sentral London ini harus memenuhi persyaratan administrasi yang sudah ditetapkan oleh ICC dan juga harus memenuhi persyaratan administrasi pemerintah Inggris dan Negara asal dari calon mempelai bila salah satu atau kedua mempelai bukan warga negara Inggris. ICC Masjid Sentral London akan mengeluarkan dua surat nikah resmi, satu untuk mempelai dan satu lagi akan disimpan dengan baik oleh ICC Masjid Sentral London sebagai arsip.
 
Layanan Kesehatan Masyarakat
 
ICC Masjid Sentral London juga memberikan layanan kesehatan berupa saran kesehatan publik, informasi makan sehat, kesehatan dan keselamatan ditempat kerja, panduan kehalalan makanan serta panduan kesehatan online. Masjid ini juga memberikan panduan komprehensif diet yang Islami. Mencakup makanan halal sesuai ajaran Islam sampai kepada penyelenggaraan pameran kesehatan Islami, panduan perdanganan makanan muslim dan panguan belanja makanan halal bagi.
 
Pengurus Masjid
 
Kepengurusan Masjid Sentral London sudah terdaftar sejak bulan September tahun 1947.  Semestinya pendaftaran itu sudah terlaksana sejak tahun 1944 namun tertunda akibat perang sipil yang terjadi ditahun tersebut. Dewan pembina masjid ini terdiri dari korp diplomatik dari negara negara Islam masing masing terdiri dari Uni Emirat Arab, Bahrain, Iran, Yordania, Kuwait, Malaysia, Maroko, Oman, Pakistan, Qatar, Saudi Arabia dan Syria.***





Jumat, 18 Maret 2011

Masjid Didsbury dan Islamic Center Manchester, Inggris

Masjid Didsbury dan Islamic Center Manchester, Inggris

Masjid Didsbury & Manchester Islamic Center, Inggris

Pendukung klub bola Manchester United (MU) dan Manchested City, pastinya sudah sangat familiar dengan nam kota tempat masjid ini berada. Manchester memang tidak saja semarak dengan dua klub sepakbola elit mereka itu, tapi juga semarak oleh komunitas muslim yang semakin bertambah. Masjid dan pusat pusat pengembangan Islam terus tumbuh di kota ini dan dikeseluruhan Britania Raya.

Masjid Didsbury & Manchester Islamic Centre, merupakan satu diantara banyak masjid di Inggris yang tadinya merupakan sebuah Gereja dan kemudian dialihfungsikan menjadi masjid. Pemerintah Inggris kini (meski tidak secara terbuka) melarang pengalihfungsian gereja menjadi masjid. Praktek dilapangan menunjukkan bahwa bangunan bangunan gereja yang sudah tak berfungsi karena sepi jemaah, lebih di arahkan untuk menjadi tempat tinggal atau bangunan komersial.

Alamat dan Lokasi Manchester Islamic Centre & Masjid Didsbury

Manchester Islamic Centre and Didsbury Mosque - UK
271 Burton Road, West Didsbury,
Manchester, M20 2WA


Masjid Bekas Gereja

Masjid Didsbury aslinya merupakan bangunan gereja Albert Park Methodist Chapel yang dibangun tahun 1883, namun kemudian ditutup tahun 1962 karena sepi jamaah. Bangunan Gereja tersebut dibeli oleh komunitas Arab Syria yang tinggal disana tahun 1967. Bangunan bekas gereja tersebut terdiri dari dua bangunan besar. 

Bangunan pertama dipakai sebagai masjid dan perpustakaan, sedangkan bangunan kedua difungsikan sebagai ruang sholat khusus jemaah wanita. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung 1000 jemaah sekaligus.

Aktivitas Masjid Didsbury

Masjid dan Islamic center ini menjadi begitu penting karena menjadi salah satu islamic center tertua di Inggris dan berlokasi di tengah kawasan tersibuk di kota tersebut. Komunitas muslim di kota ini sudah mencapai 250 ribu jiwa terdiri dari beragam suku bangsa. 

Interior Masjid Didsbury, sebagai sebuah bangunan yang sebelumnya adalah gereja, ruangan masjid ini memanjang dan setelah menjadi masjid, sisi kiblatnya justru berada di sisi panjang bangunan.

Pusat Islam ini merepresentasikan secara luas komunitas muslim dari berbagai bangsa dan mazhab. Menjadi tempat utama bagi muslim setempat untuk melaksanakan ibadah rutin serta mempelajari islam langsung dari sumbernya yaitu Al-Qur’an.

Masjid Didsbury.

Lebih dari itu masjid Didsbury memberikan informasi tentang ajaran Islam yang benar dalam upaya membantu perkembangan kerjasama dan membangun jembatan antara islam dan komunitas non Islam setempat. Masjid ini juga sudah menjadi tujuan bagi para akademisi, pemerintah, sekolah  sekolah, hingga tokoh gereja dan pengelola tempat tempat ibadah agama lain. 

Begitu juga dengan masyarakat umum yang datang untuk mengenal ajaran Islam dengan lebih baik. Manajemen masjid memang memiliki kebijakan untuk membuka diri bagi kalangan manapun, secara berkelanjutan mengundang masyarakat guna memberikan semangat untuk senantiasa berkunjung ke masjid.

Masjid Didsbury menyelenggarakan pendidikan alqur’an dan syariah Isalam dalam bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Program pendidikan ini diselenggarakan untuk dewasa hingga kanak kanak. Setiap hari minggu pengurus masjid menyelenggarakan “Open Day” bagi Non Muslim dan mualaf, sebagai tempat bagi mereka untuk bersosialisasi dan berdiskusi tentang ajaran Islam dalam suasana yang akrab dan santai. Masjid ini juga menyediakan layanan konseling bagi berbagai tingkatan sosial.

Bentuk ruangan dalam gedung Masjid Didsbury, struktur asli dari bangunan gereja tanpa diubah sama sekali.

Masjid yang kini di imami oleh Shaikh Mustafa Graf dan khatib Salim al-Shaikhi ini, bebas mengumandangkan azan, sementara ceramah agama Islam di masjid ini setiap hari di siarkan langsung melalui pemancar radio gelombang UHF di kanal 10 pada frekuwensi 454.125 mhz. Siaran radio ini dapat ditangkap oleh para jemaah yang tinggal dalam radius 5 Mil dari masjid Didsbury.

Pengurus Masjid Didsbury

Pengurus masjid Didsbury terdiri dari 6 orang dewan pembina (trustees), Pengelola Masjid (Manajemen) dan beberapa departemen dan seksi kerja. 6 orang dewan pembina masing masing adalah : (1) Dr. Haitham Al Khaffaf, (2) Mr. Mohammed Al Khayat (3) Dr. Tarek Tahboub (4) Mr. Fawaz Al Haffar (5) Dr. Abdul Razzaq Izz Ul-Din dan (6) Dr. Moeen Shabib. Bertindak sebagai Manajer masjid Didsbury adalah Dr.Medhat Refaie. Sedangkan imam masjid Didsbury saat ini dijabat oleh Imam Sheikh Mustafa Abdullah Graf.

Interior Masjid Didsbury.

Fasilitas Masjid Didsbury

Masjid Didsbury terdiri dari ruang sholat utama, tempat sholat lima waktu termasuk sholat Jum’at berjemaah dilaksanakan. Selain itu masjid ini dilengkapi dengan perpustakaan dengan ratusan koleksi buku buku islam, sejarah dan budaya. Sementara ruang serbaguna di masjid ini dapat dipakai untuk berbagai keperluan termasuk tempat penyelenggaraan pernikahan, seminar, pameran dan beragam kegiatan sosial.

Ruang perpustakaan terletak di lantai dasar masjid. Perpustakaan masjid dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 10:00 pagi hingga pukul 7:00 malam, kecuali hari Jum’at. Perpustakaan ini cukup luas dan memanjakan rata rata 1000 pengunjung setiap pekannya. Buku buku yang tersedia terdiri dari beragam bahasan baik dalam bahasa inggris maupun  bahasa Arab, hingga buku buku khusus untuk kanak kanak pun tersedia.

Interior Masjid Didsbury.

Perluasan Masjid

Untuk mengakomodir kebutuhan jemaah yang semakin meningkat, Masjid Didsbury kini sedang berupaya untuk melakukan perluasan. Beberapa perluasan yang akan dilaksanakan meliputi : 

(1) Perluasan tempat sholat khusus wanita hampir tiga kali lipat dari ukuran saat ini, 
(2) memperbaharui dan memperbaiki pintu masuk utama ke ruang sholat khusus wanita termasuk pemasangan pintu baru, lobi dan selasar, 
(3) renovasi tempat wudlu khusus wanita berikut toiletnya termasuk penambahan jumlah toilet, toilet untuk lansia dan orang cacat, pembuatan tempat wudlhu wanita yang terpisah dari toilet serta pemasangan sistem ventilasi udara. 
(4) perbaikan tempat wudlhu pria termasuk didalamnya adalah penambahan toilet untuk orang cacat dan lansia, pembangunan tempat wudhlu yang terpisah dari toilet serta pemasangan sistem ventilasi. 
(5) penambahan ruangan baru di lantai satu untuk dipakai sebagai kantor, pendidikan dan aktivitas administrasi.

Masjid Didsbury sudah menunjuk Studio NG Engineering Company untuk membuat perencanaan proyek yang dimaksud serta mengurus semua perijinan ang diperlukan bagi terlaksananya proyek tersebut. Perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan proyek tersebut sekitar £400,000 (Empat ratus ribu poundsterling).*** 


Rabu, 16 Maret 2011

Masjid Sendai, Prefektur Miyagi, Jepang

Masjid Sendai, Komunitas Kebudayaan Muslim Sendai

Berita bencana gempa berkekuatan 8.9 skala richter dan Tsunami yang melanda dua kota di Jepang, Sendai dan Iwate hari Jum’at 11 Maret 2011, memunculkan sekilas berita tentang beberapa warga Negara Indonesia dan muslim serantau yang berlindung di Masjid Sendai, selain berlindung sementara di gedung gedung sekolah dan fasiltas umum lainnya yang berlokasi di ketinggian dan jauh dari pantai.

Diperkitakan lebih dari sepuluh ribu lebih korban jiwa akibat bencana dasyat tersebut. Pemerintah dan rakyat Jepang, hingga tulisan ini dibuat masih berjibaku untuk menjinakkan pembangkit listrik tenaga nuklir mereka yang mengalami masalah paska gempa dan tsunami tersebut. Recovery dari bencana tersebut memang akan memakan waktu cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Semoga saja semua proses pemulihan akan berjalan lancar dan masyarakat disana akan segera kembali ke kehidupan normal.

Sudah sunnatullah, bahwa dibalik musibah apapun, pasti tersimpan hikmah, tinggal bagaimana kita menyikapi dan mengambil hikmah dari semua peristiwa tersebut. Selama ini kita tak pernah tahu, atau mungkin belum mengetahui bahwa di kota Sendai pun ada saudara saudara kita sesama muslim, meski jumlah mereka tak banyak namun eksistensi mereka tak diragukan lagi, dan baru kita sadari setelah semua bencana itu.

Masjid Sendai, Komunitas Kebudayaan Muslim Sendai

Sekilas tentang kota Sendai

Kota Sendai merupakan ibukota dari prefektur Miyagi, sekitar 350 kilo meter disebelah utara Kota Tokyo. Dengan penduduk 1.030.000 jiwa (data tahun 2005). Kota yang sudah berumur 400 tahun ini memiliki Universitas kekaisaran (universitas Negeri) ke tiga di Jepang setelah Universitas Tokyo dan Kyoto, yaitu Universitas Tohoku.

Mahasiswa dari Indonesia turut mengambil bagian menuntut ilmu di universitas ini bersama dengan mahasiswa dari Malaysia dan mahasiswa dari berbagai negara lain nya. Cukup menarik karena kantin di kampus Aobayama Universitas Tohoku di Sendai ini menyediakan makanan Halal untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa mahasiswa muslim yang kuliah disana. Di kota ini terdapat lebih dari 120 keluarga muslim dari  berbagai negara termasuk pribumi Jepang. Bahkan ketua dari Ismic Cultural Center of Sendai (ICCS) sendiri merupakan muslim asli Jepang.

Alamat & Lokasi Masjid Sendai 
Sendai shi, Aobaku, hacimannanchome 7-24
仙台市青葉区八幡7丁目、7-24, Miyagi Prefecture 980-0871, Japan


‎Masjid Sendai

Masjid di kota Sendai ini dikelola dan sekaligus menjadi markas Ismic Cultural Center of Sendai (ICCS). Sebagaimana dijelaskan dalam pembukaan di situs resmi-nya bahwa ICCS didirikan secara resmi pada 20 Oktober 1985. Merupakan organisasi non politik, non rasial, non profit dan sukarela. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga identitas ke Islaman ummat dalam kehidupan yang Islami sehari hari serta sekaligus untuk mensyiarkan Islam di tengah komunitas masyarakat Jepang.

Masjid Sendai / ICCS senantiasa menjalin hubungan yang erat dengan masjid masjid diseluruh Jepang terutama dengan Islamic Center Jepang di Tokyo serta organisasi Islam yang ada di Jepang termasuk KMI-S (Keluarga Muslim Indonesia di Sendai) yang merupakan organisasi bagi muslim Indonesia yang sedang tinggal di Jepang. KMI-S menempatkan satu pengurusnya di ICCS.

Masjid Sendai, Komunitas Kebudayaan Muslim Sendai

Tak mengherankan bila foto foto kegiatan masjid Sendai ini di penuhi oleh wajah wajah muslim bertampang melayu karena memang salah satu penghuni tetap masjid ini adalah anggota jemaah dari KMI-S serta saudara saudara muslim dari Malaysia yang juga sedang tinggal di kota Sendai. 
Berdirinya masjid ini memberikan tempat permanen bagi komunitas muslim disana untuk menjalankan aktivitas mereka secara berjamaah, baik ibadah sholat lima waktu termasuk sholat jum’at, dua sholat ied dan sholat sunnah tarawih berjamaah hingga penyelenggaraan iftor jma’i (buka puasa berama) selama bulan Ramadhan.

Tak hanya menjalankan layanan ritual ibadah, masjid Sendai juga menyelenggarakan pendidikan Al-Qur’an, yang menjadi salah satu tujuannya dibentuk dan dibangunnya ICCS. Ada enam tujuan utama yang sudah dirumuskan ICCS yaitu : (1) mempromosikan jalinan persaudaraan diantara kaum muslimin dan antara muslim dan warga Jepang. (2) memperkenalkan Islam dan pertukaran budaya kepada warga Jepang dan organisasi kebudayaan lain nya. (3) Menyelenggarakan peribadatan dan peningkatan pengetahuan keislaman bagi kaum muslimin. (4) menyelesaikan masalah perbedaaan yang ada diantara kaum muslimin. (5) Menyelenggarakan pendidikan Al-Qur’an dan Bahasa Arab. (6) Bekerja sama dengan Islamic Center Jepang (di Tokyo) juga dengan organisasi organisasi Islam lain-nya.

Bangunan lama masjid sendai di sebuah apartemen sewaan

Pembangunan Masjid Sendai

Masjid sendai ini merupakan masjid pertama yang dibangun dibelahan utara pulau utama Jepang dibangun dan dikelolal oleh ICCS. Islamic Cultural Centre Sendai (ICCS) dalam bahasa Jepang disebut 'Isramu Bunka Senta Sendai' Yang diketuai oleh Muhammad Noboru Satoh, Pada mulanya berkantor di dua ruang apartemen sewaan yang uang sewanya dibayar dari dana donasi para jemaah, sekitar US$ 900 setiap bulan. Kala itu ruang apartemen tersebut menjadi satu satunya tempat yang ada bagi muslim Sendai untuk melaksanakan sholat Jum’at secara rutin.

Seiring dengan waktu, jemaah makin bertambah kebutuhan akan tempat permanen bagi penyelenggara’an beragam kegiatan ICCS semakin mendesak. Di tahun 1994 Kemudian muncul keinginan untuk mendirikan masjid sendiri. Dana yang sudah dikumpulkan oleh para jemaah muslim Sendai masih belum mencukupi untuk membayar lahan yang di pilih, sementara tengat waktu yang diberikan sudah sangat dekat, pengurus ICCS kemudian berkirim surat ke muslim diberbagai Negara untuk mendapatkan dukungan finansial bagi pembangunan masjid dimaksud termasuk melalui mailing list di tanah air.

Sholat Jum'at Pertama di Masjid Sendai.

Sejak tahun 1994 rencana pembangunan masjid mengalami pasang surut. Ide-ide yang dilanjutkan diskusi yang kadang cukup dinamis dan hangat sampai kemudian berhasil membeli sebidang tanah ditempat yang strategis. Sepertinya sudah mencapai titik terang akan berdirinya sebuah masjid. Tapi ternyata harus mulai dari nol lagi karena tanahnya dirasa terlalu sempit 193 m2 di jl. Kunimi dengan harga 20juta yen. Kemudian berburu tanah lagi yang kemudian mendapatkan tanah yang cukup luas 665m2 di jl. Hachiman 7
丁目 seharga 16.266.200yen.

Bukan hal yang mudah untuk tetap mempertahankan semangat komunitas Islam di Sendai untuk tetap bersatu dengan berbagai perbedaan pendapat. Kalau bukan karena satu tujuan dijalan Allah mungkin sudah terhenti ditengah jalan. Belum lagi usaha penggalangan dana baik dari muslim Sendai maupun muslim diseluruh Jepang. Setelah tanah dibeli. Masih harus mengumpulkan dana sekitar 17juta yen untuk mendirikan bangunan.

Akses jalan menuju ke Masjid Sendai.

Dari tahun 1994 sd tahun 2007, 13 tahun bukan waktu yang pendek untuk sebuah cita-cita. Jumat 2 November 2007 masjid Sendai secara resmi mulai dipakai ditandai dengan sholat jumat perdana dimasjid baru ini. Karena di Jepang tidak mudah untuk mendapatkan ijin mendirikan bangunan untuk kegiatan keagamaan. Akhirnya masjid Sendai diberi nama Isuramu Bunka Senta Sendai (Islamic Cultural Center Sendai).

Bila kita lihat dari udara masjid ini berbentuk bujur sangkar. Bentuk bangunannya tidaklah seperti bangunan masjid yang kita kenal secara universal dengan bangunan kubah dan menara. Masjid ini lebih mirip dengan struktur masjid masjid di Indonesia. Bangunan segi empat dengan atap limas bersusun, mirip dengan masjid masjid asli Indonesia di tanah air. Dan masjid ini, sejak masa pembangunan hingga saat ini memang tak lepas dari peran Muslim Indonesia yang tinggal di Sendai.

Menemukan Hidayah di Masjid Sendai

Area parkir Masjid Sendai.

Sebagaimana diceritakan oleh seorang bloger yang pernah tinggal di Sendai, Masjid Sendai menyelenggarakan tradisi sholat tarawih di bulan Ramadhan dengan bacaan ayat Al-Qur’an oleh Imam sholat Tarawih menghabiskan satu juz dalam satu malam.  Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat para jemaah, bahkan ada sebuah cerita mengharukan ketika seorang warga inggris yang datang ke masjid tersebut untuk tutut serta sholat tarawih padahal beliau belum masuk Islam,  bukannya jera dengan sholat tarawih yang begitu panjang dan lama, beliau malah datang lagi dan lagi ke masjid setiap malam sampai ahirnya bersahadat di hari raya Idul Fitri, mengikrarkan diri sebagai muslim. Tak sampai disitu beliau bahkan merelakan waktunya untuk bekerja sukarela sebagai salah satu pengurus masjid Sendai.


Donasi ke Masjid Sendai

Berikut data rekening Masjid Sendai, rekening bank dan rekening kantor pos
Rekening Bank

Nama Bank: Mizuho Bank-Sendai Branch
Kode cabang (Branch code): 723
Nama pemilik rekening (Account holder) : Sendai Isuramu Bunka Senta
Jenis rekening (Kind of the account): futsu or normal
Nomor Rekening (Account Number): 1559358

Rekening Kantor Pos

Nama pemilik Rekening (Account holder): Sendai Isuramu Bunka Senta
Jenis rekening (Kind of the account) : futsu or normal
Nomor rekening (Account Number): 18110-34966511

--------------------------ooOOO----------------------------

Minggu, 13 Maret 2011

Masjid Umar Bin Khattab, Maicao, Kolumbia

Masjid Umar Bin Khattab, Maicao, Kolumbia (Mezquita de Maicao)


Mendengar nama Kolumbia mungkin anda akan langsung teringat dengan Pablo Escobar, Raja obat bius Amerika Latin yang begitu tersohor hingga tahun 1993. atau bila anda pecinta bola, boleh jadi mendengar nama Kolumbia anda akan langsung teringat dengan Andres Escobar, striker timnas kolumbia di Piala dunia FIFA 1994 yang tewas di tembak tanggal 2 Juli 1994 karena dianggap sebagai biang keladi kekalahan negaranya di ajang paling bergengsi tersebut.

Tulisan ini tentu saja tidak untuk membahas dua cerita kelam itu. Kolumbia salah satu negara Amerika Latin ini, menyimpan cerita sendiri tentang kehadiran islam dan masjid di negeri itu. Salah satu dari 3 masjid yang ada di Kolumbia adalah masjid Umar Bin Khattab di kota Maicao.

Masjid Umar Bin Khattab atau Mosque Omar Ibn Al-Khattab atau dalam lidah Spanyol menjadi La Mezquita Omar Ibn Al-Jattab, Merupakan masjid terbesar di Negara Kolumbia, dan merupakan Masjid terbesar ketiga di kawasan Amerika Latin setelah Masjid di Brazil dan Argentina. Masjid Umar Bin Khattab juga dikenal dengan sebutan the Centro Islamico de Maicao, Berada di Kota Maicao, propinsi La Guajira, Republik Colombia.

Alamat dan Lokasi Masjid Umar Bin Khattab, Maicao
Masjid Omar Ibn Al-Khattab (Mezquita de Maicao)

 

Pembangunan Masjid Umar Bin Khattab, Maicao

Masjid Umar Bin Khattab ini dibangun pada tanggal 17 September 1997, mampu menampung 1000 jemaah sekaligus. Pembangunan masjid ini diprakarsai dan dikelola oleh komunitas Muslim Maicao yang merupakan warga muslim keturunan Arab dan hijarah ke Maicao sekitar tahun 1948. Nama masjid ini memang diambil dari Khalifah Islam ke dua, Khalifah Umar Bin Khattab.

Masjid yang dibangun dalam arsitektur arab ini dilengkapi dengan kubah besar dan satu menara setinggi 37 meter. Masjid ini juga merupakan masjid satu satunya di kawasan tersebut, di lengkapi dengan sekolah Islam Dar Alarkam (Darul Arqom), Menjadikan masjid ini tidak saja sebagai tempat ibadah tapi juga menjadi pusat pengembangan agama dan budaya Islam di sana. Selain dilengkapi dengan sekolah Islam, Masjid Umar Bin Khattab juga dilengkapi dengan perpustakaan Islam.

Masjid Umar Bin Khattab, Maicao, Kolumbia (Mezquita de Maicao)

Sejak dibangun tahun 1997 lalu masjid ini telah menjadi tempat satu satunya bagi muslim setempat untuk menyelengarakan sholat berjamaah, berkumpul dan aktivitas kolektif muslim lain nya. Sekaligus menjadi tempat berkumpul warga muslim keturuan arab dan Kolombo di kota ini.Cukup membanggakan karena masjid ini dibangun dari dana swadaya masyarakat muslim setempat.

Kemunitas muslim di Maicao menikmati kebebesan menjalankan ajaran agama Islam. Azan bebas dikumandangkan dari pengeras suara yang dipasang di menara masjid ini, memecah kesunyian kesunyian kota yang dihuni oleh 123 ribu penduduk ini. Sholat Jum’at di Maicao diselenggarakan pukul 11:40 siang waktu setempat.

Satu dari tiga masjid Kolumbia

Sampai saat ini Kolumbia hanya memiliki tiga masjid dan Masjid Umar Bin Khattab ini merupakan masjid terbesar di Negara ini. Dua masjid lainnya yang lebih kecil, berada di San Andreas dan Cartagena. Budaya Islam sangat kental di tengah komunitas muslim disini. Seperti contoh ketika di hari jum’at, manakala suara azan sudah berkumandang menandakan sholat jum’at sudah tiba, kawasan perdaganangan yang ramaipun sepi, ditinggal oleh para pedagang dan pembelinya menunaikan sholat Jum’at.

Masjid Umar Bin Khattab, Maicao, Kolumbia (Mezquita de Maicao)

Arsitektur dan Fasilitas Masjid Umar Bin Khattab Maicao

Masjid Umar Bin Khattab ini dibangun berlantai dua, lantai dasar untuk jemaah laki laki dan lantai atas digunakan khusus untuk jemaah wanita. Diantara para jamaah tidak semuanya warga keturunan arab. Diantara mereka merupakan warga pribumi atau salah satu orang tuanya merupakan warga peribumi yang sudah memeluk Islam.

Arah kiblat di Maicao mengarah ke sebelah timur tidak seperti di Indonesia yang menghadap ke barat.  Tentu saja begitu karena bila kita mengamati maket bola bumi, kita akan temukan bahwa Ka’bah di kota suci Mekah lebih dekat dicapai dari Kolumbia ke arah timur dibandingkan ke arah barat.

Masjid ini di imami oleh Imam Abdul Basit yang berasal dari Libanon dan tidak pandai berbahasa Spanyol. Beliau menyampaikan tausiahnya dalam bahasa arab. Beliau dikirim dari timur tengah ke Maicao untuk memimpin lebih kurang 1200 warga arab Kolumbia yang tinggal disana. Sebagian besar warga muslim disana bermata pencarian sebagai pedagang.

Masjid Umar Bin Khattab, Maicao, Kolumbia (Mezquita de Maicao)

Masjid Umar Bin Khattab di cat bewarna gading berlapis marmer dan cor, dilengkapi dengan beberapa hiasan kaligrafi Alqur’an, permukaan lantai seluruhnya ditutup dengan karpet yang senantiasa segar dan bersih, Sama dengan kebanyakan masjid lainnya masjid ini pun dilengkapi dengan seperangkat jam electronik yang dipasang di tembok masjid lengkap dengan waktu sholat lima waktu.

Stigma Negatif terhadap Islam

sebagaimana diungkapkan oleh jemaah masjid ini, ada satu hal yang senantiasa cukup mengganggu, meski masjid ini senantiasa terbuka untuk umum dan pengunjung pun datang silih berganti ke masjid ini dari berbagai lapisan masyarakat dan agama, namun gencar nya media barat turut mempengaruhi pandangan masyarakat disana, pengunjung yang datang selalu saja mengait ngaitkan komunitas muslim dengan terorisme, bom bunuh diri hingga Osama Bin Laden. Sebuah pekerjaan rumah yang tidak gampang untuk memberikan penjelasan tentang ajaran Islam yang damai.

Masjid Umar Bin Khattab, Maicao, Kolumbia (Mezquita de Maicao)

Islam di Kolumbia

Data statistik menyebutkan bahawa Muslim di Kolumbia sekitara 14 ribu jiwa. Di Kolumbia juga sudah berdiri beberapa lembaga dan pusat Islam seperti di San Andrés, Bogotá, Nariño, Santa Marta dan Guajira tempat dimana masjid Ummar Bin Khattab berada di kota Maicao. Sekolah Islam di Kolumbia, selain di Masjid Umar Bin Khattab juga ada di kota Bogota yang merupakan ibukota Republik Kolumbia.

Islam Masuk ke Kolumbia memang dibawa oleh muslim migran Arab terutama dari Syria, Lebanon da Palestina yang bermigrasi ke Kolumbia di penghujung abad 19 hingga awal abad ke 20. kebanyakan dari mereka meninggalkan kampong halaman mereka di tanah arab untuk menghindar dari pertikaian yang terjadi di Negara asal mereka masing masing ketika itu. Sebagian besar mata pencaharian muslim arab di Kolumbia ini merupakan para saudagar.***

---------------oooOOOoo---------------


Senin, 28 Februari 2011

Masjid Muammar Qaddafy, Sentul, Bogor

Masjid Muammar Qaddafy Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Terlepas dari apa yang telah terjadi di Libya dan berujung pada terbunuhnya Muammar Qaddafy di kampung halamannya sendiri di kota Sirte pada tanggal 20 Oktober 2011 lalu, di sini - di Indonesia Muammar Qaddafy atau Muammar Khaddafi meninggalkan jejak berupa sebuah masjid megah di kawasan sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat. Masjid ini bernama Masjid Muammar Qaddafy memang diambil dari nama Presiden Libya Muammar Qaddafy yang membantu mendanai pembangunan masjid ini. Masjid ini juga merupakan Islamic center dengan nama Qaddafy Islamic Center disingkat QIC sebagaimana tertulis dengan tulisan besar di fasad muka masjid.

Sebelumnya 
Muammar Qaddafy juga telah mendanai pembangunan masjid di kota Kampla - Uganda yang juga diberi nama sesuai dengan namanya. Seperti halnya masjid Gadafi di Kampala yang dibangun di atas bukit Kampala tua, Masjid Muammar Qaddafy di Sentul juga dibangun di atas bukit. Masjid Muammar Qaddafy berada atas bukit ditengah komplek perumahan Bukit Az-zikra dan kini menjadi markas majelis zikir Az-zikra pimpinan Ustadz Arifin Ilham. Tak hanya masjid, kawasan ini juga dilengkapi dengan sekolah Islam dan sarana pendukung lainnya termasuk bangunan menara setinggi 57 meter yang bisa dikunjungi hingga ke puncak menara menggunakan lift.

Lokasi Masjid Muammar Qaddafy

Masjid Muammar Qaddafy (Qaddafy Islamic Centre)
Perumahan Muslim Bukit Azzikra Sentul
Desa Cimpambuan, Babakan Madang, Sentul Selatan
Bogor 16810, Jawa Barat - Indonesia

Telepon 021-87959211, 021-29311234 (hunting)
Fax 021-87953214

Masjid Muammar Qaddafi berlokasi di desa Cipambuan, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat. Berada di dalam komplek perumahan Az-Zikra, komplek perumahan islami yang di gagas oleh pimpinan majlis dzikir Az-Zikra, ustadz Arifin Ilham.




Pembangunan Masjid Muammar Qaddafy

Sejak Ustadz Arifin Ilham menggagas Majelis zikir Az-Zikra, kediamannya di daerah Sawangan, Depok, senantiasa dipadati oleh jemaah pengajian yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti majelis zikir yang di pimpinnya. Jemaah yang datang tak hanya dari kawasan Jabodetabek tapi bahkan datang dari luar pulau jawa. Acara pengajian yang berlangsung di malam hari, selalu memacetkan jalanan, baik waktu datangnya para jamaah Az-Zikra, maupun ketika mereka usai mengikuti acara zikir. Masjid yang ada pun semakin tidak mampu menampung jamaah, bahkan sampai ke halaman masjid.

Dengan suaranya yang serak dan parau itu, ustazd Arifin Ilham mampu menggetarkan hati para hadhirin, yang merasakan semakin dekat Allah Ta’ala, ketika mereka ikut pengajian dan jamaan dzikir Az-Zikra. ketika berlangsung acara dzikir itu, tak sedikit jamaah yang hadhir, kemudian mereka berurai air mata. Dari Sawangan, Depok yang sudah sempit itu, Ustadz Arifin Ilham kemudian membangun pusat gerakan dzikir baru yang lebih refresentatif di Sentul, tak jauh dari jalan Tol Jagorawi.

ustadz Arifin Ilham dan Keluarga
Pembangunan tahap pertama Masjid dan Gaddafi Islamic Center di Sentul Selatan, Bogor selesai dikerjakan pada bulan Februari 2009. Qadafi Islamic Center yang menjadi pusat dakwah Islam itu dibangun di atas lahan seluas 12.600 meter persegi terdiri dari bangunan Masjid, convention hall serta lengkap dengan menara setinggi 57 meter dan dilengkapi dengan lift dan air mancur. Masjid berlantai tiga ini sanggup menampung 22 ribu jemaah sekaligus.

Bantuan pemerintah Libya

Pemancangan tiang pertama pondasi bangunan Masjid Muammar Qaddafy (Qaddafy Islamic Centre) dilaksanakan pada tanggan 22 Juli 2007 diiringi dengan kegiatan zikir akbar yang dipimpin langsung oleh Ustad Arifin ilham (pimpinan majelis zikir Az- zikra) dan para kaum muslimin dan muslimat dari berbagai majelis taklim. Proyek pembangunan masjid Muammar Qaddafy ini ditangani oleh PT Waskita Karya. Proses pembangunan awal tersebut di abadikan dalam prasasti pembangunan yang ditangatangani bersama antara Ustadz Muhammad Arifin Ilham dan Sheikh Mahmud H.Reeh wakil dari Wolrd Islamic Call Society, Libya.

Keseluruhan biaya pembangunan masjid ini ditanggung oleh World Islamic Call Society (WICS) organisasi dakwah Islam dunia yang berpusat di Tripoli, Libya. Pembangunan tahap pertama menelan biaya sebesar Rp 36,9 miliar. Pembangunan tahap kedua, dianggarkan dana sebesar Rp 23 miliar, untuk membangun taman, area parkir, serta pesantren. Selain itu, pusat kegiatan umat Islam itu juga dilengkapi dengan payung yang serupa dengan yang ada di Masjid Nabawi Madinah, sebagai tempat tambahan bagi peserta majelis zikir yang tak tertampung di dalam masjid.

Masjid Muammar Qaddafy, sentul, Bogor

Lahan tempat masjid ini berdiri merupakan wakaf dari PT. Cigede Griya Permai, pengelola dan pengembang perumahan Bukit Az-zikra Sentul untuk keperluan dakwah Islam. Keseluruhan tanah wakaf tersebut seluas 5 Hektar terdiri dari lahan untuk masjid seluas 1 hektar, lahan untuk pesantren seluas 2 hektar dan lahan parkir seluas 2 hektar.

Kehadiran pusat keislaman itu juga bertujuan membentengi akidah umat Islam di wilayah sekitar dari sasaran pemurtadan. World Islamic Call Society (WICS) yang mendanai pembangunan Qaddafi Islamic Center (GIC) dimana WICS itu sendiri di Tripoli membawahi sebuah perguruan tinggi dakwah yang dikhsususkan bagi mahasiswa asing bernama Kulliyat Dakwah Islamiyah (KDI).

Interior Masjid Muammar Khaddafy

KDI sendiri mengelola program S1, S2 dan S3. Idealnya, QIC dapat mengelola program seperti KDI di Indonesia untuk mahasiswa program S1 dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan mengiriman mahasiswa S1 ke Libya. Dengan perbangingan biya mencaoai 1 berbanding 30. artinya : KDI yang diselenggarakan oleh QIC untuk 30 orang mahasiswa sebanding dengan mengirim hanya 1 orang mahasiswa belajar di KDI Tripoli. Sedangkan KDI Tripoli nantinya hanya untuk mehasiswa yang meneruskan doktoralnya saja (S2 dan S3).

Peresmian Masjid Muammar Qaddafy

Masjid Muammar Qaddafi diresmikan pada hari Ahad, 7 Juni 2009, Peresmian Masjid Muammar Qaddafi itu, dihadiri Wakil Presiden Yusuf Kalla dan istrinya Ny. Mufidah Kalla, serta Sheikh Mahmud H.Reeh, Ulama dari World Islamic Call Society, Tripoli Libya. Peresmian itu ditandai dengan zikir akbar bersama jemaah majelis dzikir Az-Zikra yang diikuti ribuan jamaah dengan sangat antusias. Dan tanggal 12 Juni 2009 Ustadz Arifin Ilham, menyampaikan khutbah Jum’at perdana di Masjid Muammar Qaddafi, sebagai tanda, bahwa masjid ini sudah difungsikan dan dibuka untuk masyarakat muslim secara umum.

Masjid Muammar Qaddafy, sentul, Bogor

Arsitektur Masjid Muammar Qadafy

Masjid Muammar Qaddafy di rancang oleh arsitek Muhammad Fanani, yang merupakan adik ipar dari mantan ketua PP Muhammadiyah Amin Raies. Beliau memadukan arsitektur masjid universal dengan ciri artisetektur Indonesia yang tropis. Karakter arsitektural masjid secara universal disimbolkan dengan Kubah, portal lengkung, menara dan bintang bintang segi delapan serta kaligafi. Sementara atap masjid berbentuk limas merupakan arsitektural asli Indonesia.

Aktivitas Masjid Muammar Qadafy

Pusat dakwah ini terbuka untuk umum, lintas organisasi dan mazhab. Aktivitas Masjid Muhammar Qaddafy juga terintegrasi dengan aktivitas warga perumahan Islami Bukit Az-zikra sentul, karena masjid ini memang bagian dari komplek perumahan tersebut. Perumahan pertama dengan konsep islami, di situs resmi perumahan Bukit Az-zikra jelas terpampang 3 rambu rambu : dilarang merokok, wajib berjamaah dan wajib jilbab. Para penghuni dan calon penghuni perumahan Bukit Az-zikra memang dilarang merokok, wajib sholat berjamaah di masjid dan wajib berbusana muslim. Jangan salah arti dengan rambu ‘wajib jilbab’ ya !. tidak semua penghuni / calon penghuni harus berjilbab loh. Contohnya saya, pastinya malah dilarang berjilbab (he he he, karena saya laki laki).

Jemaah masjid Muammar Qaddafy

Berikut program program aktivitas di masjid Muammar Qaddafy bagi warga perumahan yang sudah tinggal disana :

PROGRAM HARIAN : Shalat berjama'ah di Masjid, Tadabur Al Qur'an, Taman Pendidikan Al Qur'an

PROGRAM MINGGUAN : Buka bersama puasa Sunnah Senin-Kamis, Tarbiyah mulai Ba'da Maghrib sd 21.00, Kajian Muslimah, Zikir Al'Ma'tsurat setiap Ahad pagi

PROGRAM BULANAN - Mabit & Shalat Tahajjud Taushiyah dan Zikir Akbar

PROGRAM TAHUNAN Tabligh Akbar pada hari-hari besar Islam Zikir Khusus Anak TK & SD Sholat Idul Fitri & Idul Adha Pemotongan hewan Qurban Khitanan Masal

Foto foto Masjid Muammar Qaddafy

Malam di Masjid Muammar Qaddafy, Sentul

Atap Masjid Muammar Qaddafy, sentul
Masjid Muammar Qaddafy, Sentul, Bogor 
Interior masjid Muammar Qaddafy Sentul, Bogor
Interior Masjid Muammar Qaddafy

Updated 23 Oktober 2016

Muammad Khadafi wafat pada tanggal 20 Oktober 2011 pada umur 69 tahun di kota Sirte, dalam sebuah pemberontakan oleh kelompok penentangnya yang di dukung oleh pasukan NATO dan Uni Eropa. Masjid masjid yang beliau bangun di beberapa negara kini telah berganti nama tidak lagi menggunakan namanya.  Masjid Nasional Uganda di Kota Kampala yang sebelumnya bernama Gaddafi National Mosque berubah nama menjadi Kampala Central Mosque, sedangkan Masjid Muammar Khadafi di Sentul ini berubah nama menjadi Masjid Az-Zikra pada bulan Juli 2012, sesuai dengan nama Majelis Zikir yang dipimpin oleh Ustd. M. Arifin Ilham yang pusat kegiatannya di masjid ini.***

-------------------------------ooOOOoo-------------------------------------