Tampilkan postingan dengan label masjid di Kazakhstan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid di Kazakhstan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2016

Masjid Nur- Astana, Kazakhstan

PRESIDEN DAN IBUKOTA. Masjid Nur Astana, merupakan masjid terbesar kedua di Kazakhstan setelah masjid Hasrat Sultan yang juga berada di Astana. Nur adalah nama depan presiden Nursultan Nazarbayev. dan Astana adalah nama kota baru yang dibangun Presiden Nursultan sebagai Ibukota Negara. Paduan dua nama yang cukup selaras.

Astana yang dimaksud disini adalah Kota Astana yang merupakan ibukota Republik Kazakhstan. Dalam Bahasa Kazakh Astana berarti “Ibukota”, sesuai dengan status nya sebagai ibukota negara. Astana merupakan kawasan kota baru yang sengaja di buka dan dikembangkan oleh Presiden Nursultan Nazarbayev Sebagai Ibukota baru Republik Kazakhstan menggantikan kota Almaty. secara resmi ibukota negara Kazakhstan pindah ke Astana di tahun 1998. Di pilihnya nama Astana bagi nama Ibukota negara dengan pertimbangan bahwa kata “Astana” mudah di ucapkan dalam berbagai Bahasa dunia.

Merujuk kepada data dari Spiritual Division of Moslems of Kazakhstan (SDMK), 9 juta jiwa atau setara dengan 67% dari penduduk Kazakhstan adalah pemeluk agama Islam yang tergabung dalam 2337 komunitas Islam. 2334 merupakan komunitas muslim Suni sedangkan 3 komunitas lainnya merupakan komunitas Syi’ah.

GLAMOR dengan kubah berlapis emas di jantung kota Astana

Sejak merdeka sebagai sebuah negara independen lepas dari Uni Soviet, perkembangan Islam di negara ini demikian pesat seiring dengan pencapaian tingkat ekonominya yang menjadikan Kazakhstan sebagai negara paling makmur di kawasan Asia Tengah. Islam di Kazakhstan dibawah kendali Spiritual Division of Moslems of Kazakhstan (SDMK), lembaga ini yang menjadi induk organisasi Islam di Negara tersebut.

Lima belas tahun sejak merdeka sudah lebih dari seribu masjid dibangun di seluruh Kazakhstan termasuk di di kota Almaty, Aktau, Aktobe, Karaganda, Pavlodar, Satpayev dan berbagai daerah lainnya di negara tersebut. Termasuk Masjid Nur Astana yang dibangun atas kerjasama pemerintah Kazakhstan dengan Pemerintah Qatar. Pemerintah Kazakhstan memang cukup agresif menjalin kerjasama dengan berbagai negara Islam termasuk Qatar, Turki, Mesir dan Saudi Arabia dalam upaya memajukan Islam disana.

INTERIOR MEWAH masjid Nur Astana

Nur Astana Terbesar kedua di Asia Tengah

Masjid Nur Astana, berada di tepian sungai di kota Astana, Ibukota Kazakhstan, disebut sebut sebagai masjid terbesar tidak saja di Kazakstan tapi juga terbesar kedua di kawasan Asia tengah, dengan luas keseluruhan mencapai 4000 m2 mampu menampung hingga 5000 jemaah termasuk area pelatarannya. Mulai dibangun 22 Maret 2005 dan diresmikan tahun 2008 dan pengelolaannya dilakukan oleh Spiritual Association of Muslims of Kazakhstan.

Masjid megah ini dibangun dengan menggunakan batu granit dan beton dan tak tanggung tanggung untuk kubah utamanya bahkan dilapis dengan emas, hingga kemilaunya benar benar tampak dibawah sorotan sinar matahari. Empat menaranya berdiri menjulang masing masing setinggi 63 meter (207 ft), Kubah utamanya di topang dengan delapan pilar berukuran besar yang di hias begitu indah termasuk dengan ukiran ukiran kaligrafi Al-Qur’an. Bagian lantai duanya dikhususkan untuk jemaah wanita. Landscape masjid ini ditata sedemikian rupa sehingga menciptakan harmoni dengan kawasan elit di pusat kota Astana diantara bangunan supermodern di kota itu.

Alamat Masjid Nur Astana
Kabanbay-batyr Avenue, 36
Astana - Kazakhstan
Coordinates:   51°7'36"N   71°24'56"E


Simbolisasi

Masjid Nur Astana dibangun setinggi 40 meter menyimbolkan usia Nabi Muhammad s.a.w saat pertama kali menerima wahyu dari Allah swt, sedangkan tinggi masing masing empat menaranya yang setinggi 63 meter menyimbolkan usia nabi Muhammad s.a.w saat beliau wafat. Di masjid ini juga disimpan bagian dari kiswah (kain penutup Ka’bah), disebut sebut juga menyimpan bagian batu dari Ka’bah dan Kitab Suci Al-Qur’an dari Saudi Arabia. Pembangunan masjid ini sendiri merupakan hadiah dari pemerintah Qatar sesuai dengan kesepakatan antara presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev dan Emir Qatar, Hamad bin Khalifa.***

-------------------------

Baca Juga

Sabtu, 09 Juli 2016

Masjid Agung Almaty, Kazakhstan

Kota Apel. Almaty secara harfiah berarti "kota pohon apel" atau "Kota Apel". Masjid terbesar di Kazakhstan dan merupakan masjid utama pada saat Kazakhstan masih ber-ibukota di Almaty. Kota yang indah dengan pemandangan berlatar belakang pegunungan Kaukasus.

Masjid Agung Kota Apel

Almaty adalah ibukota tua Kazakhstan sebelum kemudian dipindahkan ke Astana di tahun 1998. Almaty menjadi ibukota sejak masa Soviet, di mulai pada tahun 1927 setelah sebelumnya pusat pemerintahan berada di kota Kyzyl-orda. Almaty dalam bahasa Kazakh secara harfiah berarti “kota pohon apel”. Satu kota dengan berbagai nama sesuai dengan zamannya, di masa Kekaisaran Rusia (1867 - 1921) kota ini disebut kota Vierny dan di masa Uni Soviet (1921 - 1993) di sebut kota Alma Ata (Bapak nya Apel), dan di masa kemerdekaan menjadi Kota Almaty. Merupakan kota terbesar di Kazakhstan meskipun tak lagi menyandang gelar sebagai ibukota negara. 9% atau sekitar 1,3 juta penduduk Kazakhstan tinggal di kota ini.

Disebut kota pohon apel atau kadang kadang bahkan disebut dengan Apple City, merujuk pada kondisi dimana kota ini disebut sebut sebagai tempat bermulanya pohon apel. Pohon apel merupakan tumbuhan liar di kota ini, tumbuh dimanapun di penjuru kota. Para peneliti menduga pohon apel yang kini tersebar di berbagai penjuru dunia berawal dari kota ini. itu sebabnya hingga kini begitu banyak peneliti yang berdatangan ke kota ini dengan ketertarikan pada pohon apel yang tumbuh liar disana.

Алматы қаласының Орталық Мешiті / The Almaty Central Mosque
ул. Пушкина, 16 (уг.ул. Маметовой), Алматы / Pushkin St,Almaty,Kazakstan



Almaty menjadi Ibukota Kazakstan semasa menjadi bagian dari Uni Soviet antara tahun 1929 hingga tahun 1991. Ketika merdeka pun Kazakhstan masih mempertahankan Almaty sebagai ibukota sampai kemudian dipindahkan ke Astana di tahun 1998. Hingga kini Almaty masih merupakan kota komersial terbesar di Kazakhstan. Kota tua yang berada di ketinggian pegunungan di sebelah selatan Kazakhstan, tak jauh dari perbatasan negara dengan Republik Kyrgystan. Hingga kadangkala Amaty juga disebut sebagai ibukota Kazakhstan di selatan.

Almaty berada di jalur sutra yang populer di abad ke 10 hingga abad ke 14 masehi. Pada masa itu Almaty merupakan salah satu pusat perniagaan, kerajinan dan pertanian serta membuat uang koin resmi di masanya. Kota Almaty muncul pertama kali dalam sejarah tertulis sebagai Almatu di dalam buku dari abad ke 13 masehi.

Tampak Depan. Gerbang besar segi empat tempat pintu masuk utama berada itu biasa disebut Iwan. Masjid Agung Al-maty dibangun dengan empat menara di masing masing sudut bangunan ditambah dengan satu menara utama yang paling tinggi. Di bagian atapnya ada satu kubah Utama ditambah dengan empat kubah yang lebih kecil yang disusun berjejer dari arah iwan hingga ke kubah utama. 

Industrialisasi Kota Almaty mulai terjadi di tahun 1941 ketika pemerintah Uni Soviet melakukan pemindahan masal pabrik pabarik dan pekerja mereka dari wilayah soviet di Eropa ke Kazakhsatan, khusunya ke kota Almaty, menandai perubahan besar besaran wajah kota ini menjadi salah satu kota industri terbesar di seluruh wilayah Uni Soviet. Di masa perang dunia kedua Almaty malah berkembang pesat dengan dipindahkannya berbagai industri dari Moscow ke Almaty termasuk industri militer.

Nama Almaty bagi kota ini secara resmi digunakan pada tahun 1993 menggantikan nama lama Alma Ata yang merupakan nama warisan dari Uni Soviet. Di tahun 1997 ibukota negara Kazakhstan dipindahkan ke Astana berdasarkan dekrit presiden Nursultan Nazarbayev dan pada tanggal 1 Juli 1998 kota Almaty secara resmi menyandang predikat baru dengan status khusus sebagai kota pusat Ilmu pengetahuan, Budaya, Sejarah, Finansial dan Industri.

Masjid Agung Almaty

Central Mosque of Almaty yang kini berdiri megah adalah bangunan masjid yang resmi dibuka pada bulan Juli tahun 1999 dilokasi yang sama dengan masjid sebelumnya yang sudah berdiri sejak tahun 1890. Masjid megah ini merupakan salah satu masjid terbesar di kawasan Asia Tengah dengan daya tampung mencapai 3000 jemaah sekaligus. Pada saat diresmikan Masjid Agung Almaty merupakan masjid terbesar di Kazakhsatan.

INTERIOR Masjid Agung Al-Maty, Megah dan tampak kokoh. Bangunan yang tinggi, dinding tebal, Mihrab penuh dengan ornamen dan Mimbar kayu yang tinggi sangat khas Turki. 

Bangunannya di hias dengan batu pualam lokal diperindah dengan beragam keramik warna warni serta seni mozaik kaca patri yang begitu indah. Motif motif hias di masjid ini menggunakan motif motif tradisional Kazakhstan. Kubah utama masjid ini dibangun setinggi 36 meter dengan diameter 20 meter, bentuk kubah biru toska masjid ini mirip dengan kubah masjid St Petersburg di Rusia. Empat menara mengapir bangunan utama masjid ditambah dengan menara tunggal terpisah yang paling tinggi dengan ketinggian 47 meter.

Bangunan utamanya berdenah segi empat dengan akses masuk melewati iwan menuju ke pekarangan tengah hingga masuk ke masjid yang seluruhnya dibangun di atas pondasi yang ditinggikan dari permukaan tanah disekitarnya.

Pembangunan masjid ini ditangani oleh dua orang arsitek Kazakhstan Baimagambetov dan Sharpiyev, dan selesai tahun 1999. Di tahun 2000, perubahan dilakukan pada bagian kubah masjid dengan mengganti bentuk awalnya yang bewarna emas di ubah dengan bentuk kubah yang khas seperti kubah masjid St. Peterburg, serta ditambahkan Kaligrafi Al-Qur’an oleh Master Kaligrafer dari Turki.

Susasana tarawih dan malam |Ramadhan di masjid Agung Al-Maty

Masjid Agung Almaty merupakan salah satu contoh dari bangunan masjid bergaya Arsitektur Timurid yang ditandai dengan dengan banyaknya pengaruh Arsitektur Persia dengan denah rancangan axial symetry sebagai karakteristik dasar dari struktur bangunan ala Timurid.

Pintu utama masjid ini diletakkan di sebuah iwan yakni sebuah beranda berbentuk gerbang besar berlapis batu pualam dibentuk berupa ceruk tempat dimana pintu utama diletakkan. Sisi depan Iwan dihias dengan dengan kaligrafi Al-Qur’an bewarna purtih diatas warna dasar biru lembut. Disebelah kiri luar pintu masuk dilettakkan lima jam dinding yang masing masing menunjukkan lima waktu sholat wajib.

Dibagian bawah masing masing jam dinding tertulis nama masing masing waktu sholat lima waktu meski semuanya dalam aksara Rusia, namun dibagian paling bawah tertera alamat situ internet masjid ini www.meshet.kz yang jelas menunjukkan statusnya sebagai masjid negara. www. Daun pintu masjid dibuat dari kayu dan dihias dengan ukiran berpola geometris yang sangat rapi bewarna tembaga.

MELAWAN DINGIN. Jemaah sholat di masjid agung Al-Maty yang melakukan sholat di jalan raya harus berjibaku melawan dinginnya salju saat sholat berjamaah.

Masuk ke dalam masjid ini jemaah akan menjumpai ruang besar memanjang menuju ruang sholat utama yang berdenah oktagonal. Hamparan karpet bewarna merah dan hijau mint menutup semua permukaan lantai. Bangunan masjid ini dirancang berlantai dua dengan tipikal bangunan rusia yang megah dan kokoh berbalut batuan pualam alami, berdinding tebal dengan jendea kaca patri motiv warna warni nyaris tanpa bukaan untuk menjaga suhu ruang. Sisi mihrabnya dihias dengan ukiran kayu yang sangat apik demikian juga dengan bebeberapa sudut di dalam ruang masjid ini.

Kota Almaty dan kazakhstan merupakan wilayah empat musim, manakala musim dingin tiba, lapisan salju menyelimuti seluruh kota, muslim disini harus berjibaku melawan dingin untuk menunaikan sholat berjamaah di masjid. Sederet rekaman photo menunjukkan muslim Kazakhstan yang tak kebagian tempat untuk sholat berjamaah di dalam masjid berjuang menahan dingin melaksanakan sholat di atas hamparan salju di luar masjid. Kita yang tinggal di Indonesia dan kawasan yang tak jauh dari garis khatulistiwa memanglah sangat beruntung dengan iklim yang ramah sepanjang tahun. Pantaslah bila para penyair menyebut negeri kita sebagai tanah sorga, negeri impian bagi orang orang Eropa yang sabanhari berkhayal akan indahnya tinggal di sebuah negeri dengan ribuan pulau tropis yang menawan.***

-------------------------

Baca Juga

Masjid Bibi Heybat Baku – Azerbaijan

Minggu, 12 Juni 2016

Masjid Baiken Dibangun Dibekas Tempat Judi

Masjid Baiken, salah satu masjid mewah yang baru dibangun di Republik Kazakhstan. Uniknya Masjid ini dibangun dibekas tempat judi atau Casino di kota Almaty. 
Islam di Kazakhstan makin menggeliat, bangunan masjid masjid megah dibangun dan bermunculan di salah satu negara bekas pecahan Uni Soviet ini. Sebuah fakta yang cukup menarik, manakala pada masa pendudukan Soviet di Kazakhstan, Masjid masjid dan bangunan tempat ibadah lainnya ditutup paksa atau di alihfungsi menjadi fasilitas militer atau keperluan lainnya, di masa merdeka di negara ini justru tempat judi alias casino yang ditutup dan dibongkar kemudian dibangun sebuah bangunan masjid megah. Bangunan masjid tersebut diberi nama Masjid Baiken (Мечеть Байкен), dibangun atas inisiatif presiden pertama sekaligus sebagai pemimpin nasional Kazakhstan, N.A. Nazarbayev di tahun 2014.

Masjid Baiken (Мечеть Байкен)
Rozybakiev Street 184, Bostandyk District
Almaty, Kazakhstan



Bangunan megah Masjid Baiken ini dulunya merupakan bangunan Casino Zodiac yang berdiri di atas lahan seluas 6000 meter persegi, di pertigaan jalan Zhandosov dan Rozybakiyev kota Almaty. Kota Almaty tadinya merupakan ibukota tua Kazakhstan sebelum kemudian dipindahkan ke Astana. Proses pembangunan masjid dimulai sejak bulan Agustus 2012 dan selesai 2014 yang lalu. Pembukaan masjid ini dilakukan pada bulan April 2014 yang lalu.

Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang berapa besar dana yang dikeluarkan oleh pemerintah Kazakhstan untuk membangun masjid ini begitupun dengan proses pengambil alihan lahan casino tersebut untuk kemudian di ubah menjadi masjid. Selama proses pembongkaran bangunan casino sebuah pemandangan kontradiktif terlihat di lokasi pada saat alat alat berat mulai membongkar bangunan casino lalu mulai menggali lubang untuk pondasi, sebuah baliho dalam ukuran besar yang memuat detil rencana pembangunan masjid ini dipasang tepat di bekas gerbang bangunan casino. Pembangunan masjid ini berada dibawah kendali otoritas agama Islam Kazakhstan berkoordinasi dengan departemen Arsitektur dan Tata Kota Almaty.

Masjid Baiken di musim salju
Selama berbulan-bulan, penduduk kota bisa melihat langkah demi langkah pembangunan masjid tersebut sejak dari pembangunan dinding, menara dan kubah masjid baru di salah satu daerah padat penduduk di pusat kota Almaty. Proses pembangunan yang tentu saja menarik perhatian dan ditunggu tunggu oleh muslim disana. Masjid ini diresmikan langsung oleh Pemrakarsanya sekaligus presiden Kazakhstan - Nursultan Nazarbayev, dan diberi nama Masjid Biken, mengambil nama dari salah satu Tokoh besar Kazakhstand semasa kekuasaan Uni Soviet, Dirt Bike Ashimova.

Acara peresmian tersebut juga dihadiri Mufti Agung Kazakhstan, Yerzhan kazhy Malgazhyuly, serta para tokoh penting muslim setempat termasuk Akhmetzhan Yesimov, Naib Mufti-Serikbai Oraz dan Kairat Zholdybai, Imam Kepala Almaty Nurbek Esmaganbetov dan tamu tamu penting lainnya.  Acara peresmian tersebut dimulai dengan pembacaan Al-Quran oleh Imam Kepala Masjid Central Almaty - Nurbek Esmaganbetov kemudian ditutup dengan sholat jum’at pertama di masjid tersebut.

Masjid ini terdiri dari beberapa lantai : bagian bawah merupakan tempat parkir 2 tingkat berdaya tampung 88 kendaraan roda empat, ruang sholat utama berada di lantai atas ditambah bagian mezanin yang merupakan ruang sholat khusus untuk jemaah wanita. Selain itu masjid ini juga dilengkapi dengan sistem tata cahaya yang sempurna baik malam maupun siang hari. Masjid Biken ini menjadi salah satu masji megah dan modern di Kazakhstan dan kota Almaty khususnya.

Interior Masjid Baiken dari lantai tiga dengan ramainya jemaah di hari peresmian masjid tersebut
Sebagai imam masjid, pemerintah setempat telah mengangkat Imam Kulmuhammed Makhanbet, mantan ketua pengurus Masjid Sentral Almaty yang telah mengabdi disana selama lebih dari 12 tahun. Selama ini beliau dikenal luas di Kazakhstan sebagai pribadi yang telah berjasa membangun banyak masjid dan madrasah serta mengajar di berbagai tempat di Kazakhstan. Selain itu juga ditunjuk Imam imam Rawatib, Imam Nurbolat, yang sampai saat ini masih merupakan imam rawatib di Masjid Central di Almaty.

Hkim dari Almaty - Akhmetzhan Yessimov, yang berbicara pada acara pembukaan tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas kontribusinya terhadap Islam, mengingat bahwa Islam telah hadir di Kazakhstan sejak lebih dari seribu tahun yang lalu mengkonfirmasi bahwa Kazakh adalah Muslim. Beliau juga mengatakan bahwa sejak kemerdekaan, orang-orang Kazakh akhirnya mulai kembali ke sumber spiritual dan nasionalme mereka, dan sekarang dapat bebas menjalankan agama mereka. Sementara walikota Almaty menyatakan bahwa jumlah masjid dan madrasah di Kazakhstan meningkat, yang merupakan anugerah mutlak untuk negara, dan dengan diresmikannya masjid tersebut merupakan masjid ke 39 di kota Almaty.***

HIJAU PASTEL mendominasi bagian dalam masjid mewah ini. tampak menyejukkan mata. 
---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga