Sabtu, 03 Februari 2024

Masjid Votanikos Masjid Pertama di Athena, Yunani

Masjid Athena atau Masjid Votanikos, Masjid resmi pertama di Ibukota Yunai, Athena. (Mustafa Bellek)
 
Berdirinya masjid resmi di kawasan Votanikos menandai berahirnya gelar Athena sebagai satu satunya ibukota Negara Eropa yang tidak memiliki masjid sejak abad ke 19 yang lalu. Masjid Athena atau dikenal juga dengan nama Masjid Votanikos merujuk kepada tempatnya.
 
Berdiri selesai dibangun dan dibuka untuk peribadatan pada 6 November 2020 selama puncak pandemic Covid-19. Peresmian dan pembukaan masjid Votanikos ditandai dengan sholat Jum’at pertama dimasjid ini dan sehari setelah itu pemerintah Yunani mengumumkan Lockdown. Sehingga, untuk sebagian besar tahun pertama, jemaah harus mematuhi protokol jarak sosial dan membatasi jumlah orang yang dapat menghadiri shalat berjamaah pada satu waktu.
 
Votanikos berada sekitar 20 menit dari pusat kota Athena dengan berkendara, lokasi masjid ini berada dibelakang deretan bangunan industri, sebuah jalan sempit melewati gerbang baja dan terbuka ke sebidang tanah luas.
 
Masjid Athena
Τζαμί Βοτανικού
Iera Odos 114, Athina 104 47, Yunani
 
 
Dulunya merupakan garasi angkatan laut. Sebuah bangunan sederhana tanpa menara, berdiri di atas tanah seluas 17.000 meter persegi yang juga memiliki tempat parkir dan taman bermain yang cukup luas. Masjid tersebut dapat menampung hingga 360 orang di bagian pria, sedangkan bagian wanita dapat menampung antara 70 hingga 80 orang.
 
Muslim Athena
 
Tidak ada informasi yang jelas terkait jumlah pasti Muslim di Yunani, pemerintah Yunani tidak memasukkan afiliasi agama dalam sensus resminya, berbagai sumber memperkirakan jumlahnya mencapai 650.000 jiwa. Pada 2010, Pew Research Center memperkirakan, sekitar 5,6 persen penduduk Yunani adalah Muslim.
 
Pada 2016, Pew memperkirakan bahwa persentase populasi Muslim akan tumbuh setidaknya 2,4 persen pada 2050, bahkan jika arus pengungsi yang tinggi berhenti sepenuhnya.
 
Papan Nama Masjid Votanikos (Abdirahim abd)

Namun demikian bagian barat laut negara itu adalah rumah bagi lebih dari 100.000 Muslim, yang sebagian besar berasal dari latar belakang etnis Turki, Pomak, dan Roma. Di Athena saja, Asosiasi Muslim Yunani mengatakan terdapat lebih dari 300.000 Muslim.
 
Selama beberapa dekade, buruh migran Pakistan telah datang ke negara itu untuk bekerja, dan sejak 2015, pengungsi dan migran dari seluruh Timur Tengah telah tiba dalam jumlah yang lebih banyak daripada masa lalu, meskipun Demokrasi Baru yang konservatif membatasi pendatang baru dalam beberapa tahun terakhir.
 
Bertambah atau tidaknya populasi, umat Islam di Yunani kadang-kadang masih menghadapi penolakan untuk membangun lebih banyak masjid. Pada 2021, hanya beberapa bulan setelah Masjid Votanikos mulai menyambut  jemaah, proposal untuk membuka masjid di Thessaloniki ditolak pemerintah.
 
Interior Masjid Votanikos (Mustafa Bellek)

Ketua Asosiasi Muslim Yunani, Anna Stamou mengatakan pihak berwenang Yunani telah mengakui beberapa masjid yang sebelumnya tidak resmi dalam beberapa tahun terakhir, sementara yang lain tetap “dalam keadaan limbo”.
 
Stamou mengatakan bahwa pemerintah Yunani berturut-turut telah menentang visibilitas Muslim untuk membuat muslim tetap rendah di masyarakat dan berada di bawah tanah. Kebijakan Islamofobia telah diterapkan selama bertahun-tahun, Muslim berada dalam kategori yang terus-menerus dikurangi dan tidak memiliki akses terhadap kesetaraan.
 
Perjalanan Panjang Masjid Votanikos
 
Lama bergelut dengan penolakan penduduk lokal, masjid dan jamaahnya sekarang akhirnya bisa memiliki masjid di ibokota “negara para dewa dewi” tersebut. Bahkan dua setengah tahun setelah peresmiannya, sekelompok kecil polisi masih menjaga keamanan 24 jam sehari di tempat ini.
 
Mihrab dan mimbar masjid Votanikos (Khalifa alsuwaidi)

Meskipun populasi Muslimnya cukup besar, muslim Athena tidak memiliki rumah ibadah Islam resmi sebelum Masjid Votanikos. Selama beberapa dekade, warga Muslim hanya bisa pergi ke masjid darurat dan tidak dikenal di seluruh ibu kota. Bahkan saat ini, banyak orang di Athena masih memilih untuk pergi ke masjid tidak resmi yang berada di ruang bawah tanah.
 
Pemerintah pertama kali menyetujui pembangunannya pada 2006, setelah Asosiasi Muslim Yunani mengajukan permohonan ke Kementerian Pendidikan dan Agama. Upaya kelompok advokasi lain untuk membangun masjid datang di tengah dorongan anti-Muslim yang dipelopori oleh sayap kanan dan kelompok lainnya. Saat pembangunan masjid, terjadi banyak demonstrasi.
 
Selama sekitar 14 tahun, konstruksi ditunda berkali-kali, dan masjid juga menghadapi tentangan di pengadilan. Penentang termasuk Gereja Ortodoks Yunani dan lainnya. Di antara kelompok sayap kanan yang paling vokal adalah Golden Dawn, partai neo-Nazi yang naik ke Parlemen Hellenic pada 2013 dan kemudian menjadi partai terbesar ketiga di negara itu.
 
Pengadilan Yunani sejak itu menetapkan Golden Dawn sebagai organisasi kriminal, mengirim banyak anggotanya ke penjara dan melarangnya ikut serta dalam pemilihan. Namun pada puncaknya, kelompok tersebut bertanggung jawab atas serentetan kejahatan rasial dan pembunuhan selama bertahun-tahun, banyak di antaranya menargetkan pengungsi dan migran.
 
Masjid Athena atau Masjid Votanikos. (wikipedia)

Jemaah Masjid Votanikos
 
Karena Athena adalah rumah bagi minoritas Muslim yang beragam, jemaah masjid datang dari seluruh dunia. Muslim kota Athena berasal dari beragam latar belakang bangsa sebagian besar merupakan muslim migran termasuk banyak dari Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika. Arab, Pakistan, Indonesia, Filipina, Sudan, dan dari berbagai negara Afrika.”
 
Sebagai satu satunya masjid resmi di kota Athena dan lokasinya berada ditengah kawasan industri, Jemaah masjid Votanikos datang dari berbagai penjuru kota menggunakan kendaraan mereka masing.
 
Sore harinya, tempat parkir penuh karena sekitar 100 orang datang untuk shalat ashar. Mereka berwudhu terlebih dahulu sebelum memasuki masjid, sementara antrian wanita berkumpul di pintu masuk ruang shalat wanita. Azan berkumandang melalui pengeras suara yang terpasang di atap masjid. Khutbah di masjid Votanikos disampaikan dalam bahasa Arab dan Yunani.***
 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Referensi
 

Senin, 29 Januari 2024

Masjid Katedral Marjani Kazan Rusia

Masjid Marjani Kazan (foto dari Алексей Петров)

Masjid Marjani atau Mardzhani atau Märcani adalah sebuah masjid di Kazan, Rusia, dibangun pada tahun 1766-1770 dimasa pemerintahan Catherine yang Agung dan atas sumbangan penduduk kota. Masjid Marjani merupakan Masjid Katedral (masjid agung) pertama di Kazan, ibukota Republik Tatarstan, Federasi Russia.
 
Mardzhani Mosque
Мечеть "Аль-Марджани"
https://maps.app.goo.gl/Uibp5pGTpRr6LnNv8
 

 
Sejarah
 
Setelah beberapa dekade penganiayaan terhadap umat Islam di Kekaisaran Rusia, Masjid Märcani adalah masjid pertama yang dibangun di Kazan di bawah pemerintahan Rusia. Ini adalah masjid aktif tertua di Tatarstan dan satu-satunya masjid di Kazan yang terhidar dari penutupan selama periode Uni-Soviet.
 
Masjid ini dibangun dengan tradisi arsitektur abad pertengahan Tatar yang dipadukan dengan gaya baroque, dan mewakili masjid khas Tatar. Diyakini bahwa arsiteknya adalah Vasily Kaftyrev. Masjid ini terletak di Kawasan Tatar Lama (İske Tatar Bistäse) Kazan di tepi danau Qaban.
 
Masjid Marjani dari pintu gerbang (farkhat tukhvatullin)

Masjid Märcani bertingkat dua dan memiliki dua aula. Interiornya dirancang dengan gaya The Petersburg Baroque. Pada tahun 1861 seorang sudagar bernam İ. G. Yunusov menyumbang untuk penambahan tangga, dan pada tahun 1863 ia menyumbang pula perpanjangan mihrab dan penambahan jendela baru.
 
Interior masjid Marjani (Stanislav Voevodin)

Pada periode itu masjid tersebut disebut masjid Yunusovs menurut nama keluarganya. Pada tahun 1885 saudagar Z. Ğosmanov menyumbangkan renovasi menara. Pada tahun 1887 saudagar W. Ğizzätullin dan M. Wälişin menambahkan dekorasi balkon di menara.
 
Nama masjid ini diambil dari nama imam Shigabutdin Mardzhani, yang bertugas di sana pada tahun 1850-1889. Untuk waktu yang lama masjid tersebut disebut Yunusovskaya (bahasa Tatar: Yunysov mәchete) merujuk kepada nama saudagar Yunusovsh, yang tinggal di mahalla dan menghabiskan uang untuk pemeliharaan masjid. Sebelumnya masjid ini sempat disebut Efendi (bahasa Tatar: Әfәnde - milik Tuhan).
 
Dimusim dingin yang membeku (Елена Будалина)

Di zaman Uni Soviet, masjid ini adalah satu-satunya yang masih berfungsi di Kazan. Masjid agung ini dan wilayah sekitarnya telah berulang kali dipugar dan diperbaiki dengan sangat hati hati termasuk diantaranya dilakukan dalam rangka perayaan masuk era Milenium Kazan.
 
Masjid ini memiliki ujung berlapis emas dengan minaret bulan sabit dan elemen arsitektur kecil, dinding putih, atap hijau. Lantai pertama digunakan sebagai ruang salat. Ruang kegiatan lainnya berada di lantai dua. Kemudian kubah dan dindingnya dihiasi dengan plesteran biru, hijau, emas, dan ornamen bunga berlapis emas.
 
Dalam bingkai spot foto (Светлана Митрушина)

Beberapa tahun kemudian; pertemuan, kompetisi, acara pendidikan serta budaya komunitas Muslim lainnya, dan juga acara pernikahan diadakan di area masjid. Di halaman masjid juga ada pameran literatur Islam, acara pemotongan hewan kurban, tenda tenda dipasang selama perayaan Idul adha, dan pertemuan pada hari raya serta hari besar Islam lainnya.
 
Di kompleks bangunan sekitar masjid terdapat muhtasibat (pembagian wilayah administratif Muslim) kota Kazan yang bernama Administrasi Spiritual Muslim Republik Tatarstan, bersebrangan dengan Jalan Sultan Zaini tempat Sekolah Tinggi Islam Kazan berada; di sebelahnya terdapat Jalan Kayum Nasyri, tempat masjid ini berada; dan di seberang Jalan Kayum Nasyri terdapat kafe dan toko kelontong halal dan toko literatur dan simbol Muslim.
 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Prophet Muhammad Mosque, Shali, Chechnya, Russia
Masjid Agung Ufa, Masjid Tertua di Russia
Masjid Nord Kamal Norislk-Russia ; Masjid Paling Utara di Bumi
Masjid Yardyam (Мечеть Ярдям) Moskow - Rusia
Masjid Akhmad Kadyrov - Simbol Kebangkitan Chechnya
Masjid Sentral Perm (Perm Central Mosque) - Russia