Senin, 29 Mei 2023

Kanada "Nyatakan Perang" Terhadap Islamphobia

Amira Elghawaby, special representative on combatting Islamophobia.


Kanada bisa jadi merupakan negara barat pertama yang secara serius “menyatakan perang” terhadap islamophobia di negaranya. Pada 26 Januari 2023 Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau secara khusus Menunjuk seorang Muslimah Kanada “Amira Elghawaby” sebagai Wakil khusus Pemerintah untuk memerangi Islamphobia di Kanada, yang bertugas membantu Pemerintah dalam mengatasi Islamphobia.
 
Penunjukan Amira telah melalui seleksi yang sangat ketat, terbuka, transfaran dan berdasarkan prestasi. Amira merupakan anggota dewan pendiri Jaringan anti kebencian Kanada. Penunjukan seorang wakil khusus tersebut juga merupakan rekomendasi dari KTT Nasional Kanada yang diselenggarakan secara visual 2021 tentang Islamphobia. Dalam KTT tersebut Perdana Menteri Kanada dengan tegas mengatakan “there is no place in Canada for Islamophobia”.
 
Desakan keras dari masyarakat Kanada kepada pemerintah untuk secepatnya mengambil Tindakan terhadap Islamphobia menyusul tindakan Islamphobia telah berubah menjadi beberapa tindakan brutal.
 
Diantaranya adalah serangan yang menewaskan empat anggota keluarga Afzaal di London, Ontario pada Juni 2021. Dewan Nasional Muslim Kanada, terus meminta pemerintah federal untuk membubarkan kelompok supremasi kulit putih dan mengatasi kebencian online. Sebelumnya kanada telah menetapkan tanggal 29 Januari sebagai hari peringatan dan aksi nasional melawan Islamphobia, untuk memperingati peristiwa serangan di sebuah masjid di Kota Quebec yang terjadi pada 29 Januari 2017.

Amira Elghawaby.

Islamofobia didefinisikan sebagai “rasisme, stereotip, prasangka, ketakutan, atau tindakan permusuhan” terhadap Muslim. Data Statistik Kanada dari tahun 2021 menunjukkan bahwa jumlah kejahatan rasial yang dilaporkan polisi yang mentarget Muslim meningkat 71 persen dari tahun sebelumnya. 

Amira akan secara khusus ditugaskan untuk memberikan masukan kepada pemerintah seputar pembuatan kebijakan dan dengan “proposal, program, dan peraturan legislatif” yang mencerminkan realitas Muslim di Kanada. Selain itu, dia akan memberikan arahan dan bimbingan kepada para menteri untuk “meningkatkan upaya untuk melacak dan memantau insiden kebencian dan kekerasan anti-Muslim di seluruh Kanada,” dan mempromosikan “kesadaran dan pemahaman publik” tentang komunitas Muslim di Kanada.
 
Amira Elghawaby dan Kota Bandung
 
Orang tua Amira berasal dari Mesir, Amira dibawa ibunya migrasi ke Kanada saat usianya baru dua bulan, untuk menyusul ayahnya yang sudah lebih dulu berangkat ke Kanada bekerja sebagai Engineer. Di Kanada mereka tinggal di ibukota Ottawa, ibukota Kanada dan Sebagian hidup Amira dihabiskan disana.
 
Dimasa kecilnya ia sempat tinggal di kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia selama empat tahun. Saat itu ayahnya menerima tawaran kerja dari UNDP – United Nations Development Program di Bandung. Amira menyelesaikan Pendidikan SMA nya di Kanada.
 
Lulusan Carleton University
 
Amira Elghawaby merupakan lulusan universitas Carleton University di Otawa jurusan Jurnalistik dan hukum sekaligus. Selama di kampus, ia mendapat peluang magang dari pemerintah untuk bekerja sebagai jurnalis di Middle East Times yang berkedudukan di Kairo Mesir selama setahun, lalu Kembali ke Kanada untuk menyelaikan gelar sarjana-nya. 
 
Ia bekerja sebagai jurnalis di Toronto Star, lalu menjadi reporter dan associate producer di CBC Radio di Ottawa selama beberapa tahun. Ia kemudian bergabung dengan Majelis Nasional Muslim Kanada (NCCM - National Council of Canadian Muslims) sebagai direktur komunikasi.
 
Aktivis Ulung
 
Selain itu Amira merupakan seorang aktivis ulung. Dengan dukungan dari keluarga termasuk suaminya, Amira berkecipung di dunia jurnalistik, advokat, aktivis hak asasi manusia, aktivis gerakan buruh dan juga salah satu dewan pendiri Jaringan Anti Ujaran Kebencian Kanada dan juga Kelompok Penasihat Transparansi Keamanan Nasional Kanada.
 
Penunjukannya sebagai special representative on combatting Islamophobia atau wakil khusus untuk memerangi Islamphobia mendapatkan dukungan dari berbagai organisasi di Kanada dan juga diwarnai berbagai keberatan dengan berbagai alasan.***
 
Rujukan
 
https://muslimincanada.com/post/133536863736/amira-elghawaby
https://www.ctvnews.ca/politics/trudeau-names-canada-s-first-representative-on-combating-islamophobia-1.6247509
‍https://www.islamchannel.tv/blog-posts/islam-the-fastest-growing-religion-in-canada
https://en.wikipedia.org/wiki/Amira_Elghawaby#cite_note-:2-1  

Minggu, 28 Mei 2023

Masjid Kiai Gede Kutawaringin Tempo Dulu

Foto masjid Kyai Gede Kutawaringin antara tahun 1928 – 1940 [IG @rajakelir]

Masjid Kiai Gede Kotawaringin berada di desa Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, provinsi Kalimantan Tengah. Merupakan masjid tua bersejarah di provinsi Kalimantan Tengah. Nama Kiai Gede yang disematkan pada nama masjid ini mengabadikan nama seorang mubaligh dari Demak Bintoro yang menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut.
 
Sejarah pembangunan masjid ini masih simpang siur namun menurut situs Direktorat Jenderal Kebudayaan didasarkan pada data Sulaiman (2014), masjid ini dibangun pada tahun 1632 Masehi, pada masa pemerintahan Sultan Mustain Billah (1650-1678 M), raja ke-4 dari Kesultanan Banjarmasin. 


Nama Kiai Gede diambil dari nama seorang ulama yang telah berjasa besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Kalimantan khususnya di wilayah Kotawaringin. Ulama tersebut adalah Kiai Gede, seorang ulama asal Jawa yang diutus oleh Kesultanan Demak untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Kalimantan. 
 
Foto hitam putih masjid Kyai Gede Kutawaringin antara tahun 1928 – 1940. 

Menurut sumber lain menyebutkan bahwa Kiai Gede adalah salah seorang pembesar dan panglima Kerajaan Demak pada masa pemerintahan Adipati Unus. Kedatangan Kiai Gede tersebut disambut baik oleh Sultan Mustain Billah yang kemudian ditugaskan untuk meyebarkan agama Islam di wilayah Kotawaringin, sekaligus membawa misi untuk merintis kesultanan baru di wilayah ini. 

Foto masjid Kyai Gede Kutawaringin antara tahun 1928 – 1940.  [IG @rajakelir]
 
Berkat jasa-jasanya yang besar dalam menyebarkan Islam dan membangun wilayah Kotawaringin, Sultan Mustain Billah kemudian menganugerahkan jabatan kepada Kyai Gede sebagai Adipati di Kotawaringin dengan pangkat Patih Hamengkubumi dan bergelar Adipati Gede Ing Kotawaringin.

Foto masjid Kyai Gede Kutawaringin antara tahun 1928 – 1940

Namun demikian bila dirunut lebih jauh berbagai catatan terkait sejarah masjid ini, ditemukan angka tahun yang tumpang tindih satu sama lain serta ditemukan kesenjangan rentang waktu antara nama nama tokoh yang disebutkan. Meski semua catatan tersebut sepakat pada angka tahun berdirinya masjid tersebut pada tahun 1632 masehi.
 
Foto makam Kyai Gede di Kutawaringin antara tahun 1928 – 1940

Menurut sejarahnya yang demikian maka sangat wajar bila arsitektur Masjid Kyai Gede ini memiliki kemiripan degan Masjid Agung Demak. Masjid dari bahan kayu ulin ini berukuran 16 X 16 meter, luas keseleuruhan mencapai 256 meter persegi. Statusnya kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi undang undang.**

Narasi dirangkum dari kebudayaan.kemdikbud.go.id
Foto hitam putih dari Göttin, Johann Wilhelm, bmarchives
colorized by IG @rajakelir

Sabtu, 27 Mei 2023

Masjid Al-Basha, Jeddah

Masjid Al-Basha Jeddah dari samping kiri, bagian depan dan pintu utamanya menghadap ke pekarangan yang tampak rimbun dengan pepohonan disebelah kanan foto.

Masjid Al-Basha adalah salah satu masjid tua dan bersejarah di kota Jeddah, Saudi Arabia. Berdiri di kawasan kota tua Al-Balad masjid ini tampil anggun di antara gedung gedung jangkung nan modern yang mulai mencakar langit disekitarnya. Halaman depannya tampak asri dengan rimbun pepohonan yang tumbuh menghijau, salah satunya pohon kurma yang berbuah lebat disamping tangga menuju ke ruang sholat.
 
Kawasan Al-Balad, tempat masjid Al-Basha ini berdiri adalah kawasan bersejarah di kota Jeddah, dari sini sejarah kota Jeddah dimulai. Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia sudah mendaftarkan Al-Balad ke Unesco dan sudah diakui sebagai warisan dunia. Di Al-Balad, Masjid Al-Basha berseberangan dengan gedung tua Bait Al-Balad dan Balaikota Jeddah.
 
Basha Mosque
7220 King Abdul Aziz, حي البلد، 2792، Jeddah 22233, Arab Saudi
 
 
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, masjid ini pertama kali dibangun oleh Gubernur Jeddah Bakr Basha pada 1735. Disebutkan juga bahwa masjid ini awalnya berlokasi di Harat al-Sham, dan menaranya menjadi ikon arkeologi dan arsitektur bagi Jeddah. Tampilan masjid ini tak berubah hingga 1978 ketika ia dibongkar dan dipindahkan.
 
Bangunan yang kini berdiri memang tak Nampak sebagai sebuah bangunan masjid tua, lebih terlihat sebagai sebuah bangunan masjid modern dengan bangunan beton berlantai dua dilengkapi dengan satu menara. Masjid ini dapat diakses dari bagian depan dan bagian samping.
 
Interior Masjid Al-Basha di lantai dua.

Ruang sholatnya ada di lantai dua, hingga baik pintu depan maupun pintu samping dilengkapi dengan tangga beton untuk menuju ke ruang sholat. Kami datang ke masjid ini diluar waktu sholat berjamaah, seluruh pintu masjid sudah terkunci. Seorang pegurusnya yang kemudian membukakan samping pintu dari dalam.
 
Area toilet dan tempat wudhunya ada dilantai dasar, area tempat wudhunya juga dilengkapi dengan bangku bangku batu untuk Jemaah agar wudhu sambil duduk. Pengurus masjid ini sepertinya juga tinggal di masjid ini.
 
Beberapa foto eksterior Masjid Al-Basha.

Ruang sholat masjid ini cukup besar, terbagi menjadi dua area.
Area sholat bagian belakang lebih rendah dari area bagian depan disekat dengan partisi kayu setinggi pinggang orang dewasa. Seluruh lantai ruangan sholat ditutup dengan karpet sajadah warna hijau lumut. Sisi mihrabnya menggunakan kayu.
 
Area mihrabnya berupa ceruk kecil setengah lingkaran dari kayu diapit dua rak buku dikiri dan kanannya. Mimbar khatib dibangun lebih tinggi dari lantai berbentuk podium terbuka tanpa ornamen terletak di sisi kanan area mihrab. Ada pembatas dari semen setinggi sekitar 30 sentimeter dari shaf pertama dengan shaf berikutnya, saya kurang faham fungsi dari pembatas tersebut.
 
Masjid Al-Basha dari arah meriam meriam kuno peninggalan benteng Jeddah di depan museum Bait Al-Balad.

Secara keseluruhan interior masjid ini tidak terlalu ramai dengan berbagai ragam hias. Dibagian tengah atapnya ada bagian atap segi empat yang dibangun lebih tinggi dari atap sekitarnya untuk menempatkan jendela jendela kaca di celahnya sebagai penerangan dalam ruang dari cahaya alami matahari disiang hari.
 
Karena secara geografis, kota Jeddah berada disebelah barat kota Mekah, maka arah kiblat di masjid AL-Basha ini menghadap ke arah timur. Pintu depannya ada sebelah barat, pintu samping ada di sebelah utara demikian juga dengan sebatang menaranya yang menjulang sendirian.
 
Bangunan menaranya berdenah segi empat dengan satu balkoni dan di ujung menara ditempatkan ornamen bulan sabit khas Saudi, berupa bulan sabit yang simetris menghadap ke atas namun masih berupa lingkaran utuh, bukan seperti bulan sabit gaya Usmani yang juga menghadap ke atas namun terbuka dibagian atasnya.***
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Rabu, 24 Mei 2023

Masjid Raya Abdul Kadim Musi Banyu Asin

MASJID KURSI PATAH demikian masyarakat menyebut masjid yang bernama resmi Masjid Raya Abdul Kadim di desa Epil kecamatan Lais ini, merujuk kepada monumen kursi patah yang berdiri di depan masjid.

Nama resmi masjid ini adalah Masjid Raya Abdul Kadim, lokasinya berada di desa Epil kecamatan Lais kabupaten Musi Banyu Asin provinsi Sumatera Selatan. Namun lebih dikenal masyarakat dengan nama Masjid Kursi Patah, merujuk kepada monumen kursi patah berukuran cukup besar di depan masjid ini. Bangunan masjidnya yang megah ditambah lagi dengan keunikan kursi patahnya membuat masjid ini mendadak menjadi objek wisata religi.
 
Masjid Kursi Patah mulai dibangun pada bulan April 2018 oleh keluarga besar H Abdul Kadim yang merupakan putra asli Desa Epil tempat masjid tersebut berada. Ide pembangunannya bermula dari kunjungan beliau ke kantor PBB di Jenewa Swiss dan sempat melihat monumen Broken Chair (kursi patah) disana. Dari kunjungan tersebut kemudian terbersit ide untuk membangun kursi patah yang serupa di halaman masjid yang beliau bangun di kampung halaman-nya.


Daya Tarik Unik
 
Keberadaan Broken Chair (kursi patah) didepan Masjid Raya Abdul Kadim ini tak pelak menjadi pusat perhatian masyarakat. Filosopi yang hendak disampaikan adalah untuk mengingatkan masyarakat bahwa sebuah jabatan itu tidak kekal, maka dari itu simbol kursi patah dibuat untuk mengingatkan masyarakat agar mendekatkan diri kepada Allah S.W.T.
 
Sekedar informasi, “Broken chair” atau “Kursi Patah” di Jenewa dibangun pada 1997 di Place des Nations, di seberang pintu masuk markas PBB. Monumen ini dirancang pematung Swiss Daniel Berset dengan tinggi 12 meter. Dari empat kaki kursi, salah satu kakinya bagian depan sebelah kiri patah dua. Monumen kursi patah ini berdiri sebagai simbol perlawanan terhadap penggunakan ranjau darat pada masa Perang Dunia I dan II yang memakan banyak korban jiwa.
 
Pembangunan masjid Kursi Patah tahun 2019 dan tahun 2022.

Tidak ada data teknis terkait Broken Chair atau Kursi Patah di Masjid Raya Abdul Kadim ini, namun menurut pendirinya, tinggi monumen kursi patah tersebut sekitar 9 meter dibuat dari kayu unglen dan akan didaftarkan ke museum rekor Indonesia (MURI). 

Selain itu, Masjid Raya Abdul Kadim juga memiliki beduk dengan ukuran sangat besar dan disebut sebut sebagai salah satu beduk terbesar di dunia, dengan diameter sekitar 2,3 meter, Panjang 3.5 meter dan kulit sapi yang digunakan untuk beduk yang begitu lebar itu didatangkan dari Selandia Baru.
 
Ragam eksterior Masjid Raya Abdul Kadim.

Riwayat Pembangunan Masjid Kursi Patah
 
H Abdul Kadim pembangun masjid ini menjelaskan bahwa ide pembangunan masjid ini berasal dari dirinya kemudian diterjemahkan dan direalisasikan oleh arsitek Dr Sunardi. Proses pembangunanya dimulai pada 8 April 2018 dengan mempekerjakan 70 orang. Pada bulan Desember 2020 proses pembangunannya sudah mencapai 40% dan mulai dipergunakan untuk penyelenggaraan sholat.
 
Masjid Raya Abdul Kadim berdiri diatas lahan seluas 5.625 meter persegi selain bangunan masjid dan ornamen kursi patah, masjid ini juga dilengkapi dengan taman disekitarnya. Bahan kursi patah tersebut dari kayu Unglen yang dipesan dari pulau Jawa. Sedangkan material marmer lantai dan dinding didatangkan dari Italia.

Peresmian Masjid Raya Abdul Kadim 12 April 2023 oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru (berbaju biru) bersama para pejabat provinsi dan kabupaten, tokoh masyarakat dan H Abdul Kadim serta keluarga. (foto dari mediasriwijaya.com)

Keseluruhan proses pembangunannya selesai pada 1 April 2023, dengan total dana pembangunan yang dihabiskan mencapai lebih kurang Rp. 40 Milyar dari dana pribadi H. Abdul Kadim. 

Peresmian Masjid Raya Abdul Kadim
 
Masjid Raya Abdul Kadim diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru pada hari rabu 12 April 2023. Turut hadir dalam acara peresmian tersebut Turut hadir Pj. Bupati Musi Banyuasin, DRS. H. Apriyadi, M.Si, Penceramah Ustadz Prof. DR. H. Abdul Somad, LC., MA, Ketua Harian LPTQ Sumsel, DRS. KH. Mudrik Qori, MA, Ketua Dewan Pembina Masjid Raya Abdul Kadim, Prof. DR. H. Abdul Kadim beserta keluarga dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel. Upacara peresmian tersebut turut dihadiri ribuan masyarakat yang memadati area masjid.
 
Interior Masjid Raya Abdul Kadim.

Arsitektur Masjid Raya Abdul Kadim
 
Arsitektur masjid ini memadukan keragaman arsitektur masjid-masjid di Timur Tengah dan Turkiye. Seperti pintu masjid menyerupai pintu Masjid Nabawi di Madinah walau tak sama persis. Jika pintu-pintu di Masjid Nabawi pada bagian atas rata, maka di Masjid Raya Abdul Kadim berbentuk oval atau melengkung.
 
Masuk ke dalam masjid akan terlihat keindahan dan berbagai ornamen serta kaligrafi yang menumbulkan suasana sejuk dan nyaman saat beribadah. Pencahayaan alami pada siang hari membuat suasana tempat salat sangat terang.
 
Di bagian luar masjid ada rumah singgah, pusat oleh-oleh dan coffe shop, gazebo, jembatan dan kolam. Untuk tempat wudhu dan toilet bagi pria dan wanita letaknya terpisah. Juga ada satu toilet khusus bagi penyandang disabilitas.
 
H. Abdul Kadim
[foto dari linggaupos]
Tak jauh dari menara utama berdiri bangunan dengan desain atap rumah limas khas Palembang tempat meletakan beduk yang didatangkan dari Cirebon dengan ornamen ukiran kayu dari Jepara. Dari keterangan yang terpasang, beduk ini disebut sebagai salah satu beduk terbesar di dunia. Memiliki diameter 230 cm, panjang 343 cm, terbuat dari kayu jati mulai dibuat 7 Agustus 2019 dan selesai dibuat 17 April 2020.
 
Siapakah H Abdul Kadim
 
Pembangun masjid Raya Abdul Kadim atau Masjid Kursi Patah ini diketahui memang putra asli desa Epil dan merau ke Jakarta sejak tahun 1974. Beliau merupakan salah satu tokoh dengan gelar yang cukup Panjang sehingga nama resminya adalah:
 
Prof Dr Abdul Kadim Ak SE MM MM SH MH CA CPA CFA Asean CPA CPMA CLL CFE CLA CIA CTAP BKPC.
 
Sehari hari beliau berpropesi sebagai konsultan yang menangani lebih dari 100 perusahaan yang Sebagian besar merupakan perusahaan asing, beliau juga menjabat sebagai Managing Partner Kantor Akuntan Publik KADIM, VERONIKA, SYAHIRMAN & ERIKA.***
 
Rujukan
 
https://www.infosumsel.id/gaya-hidup/pr-3622544269/Filosofi-Unik-Kursi-Patah-Jadi-Daya-Tarik-Masjid-H-Abdul-Kadim
https://satudata.sumselprov.go.id/detail/berita/hd-resmikan-masjid-megah-desa-epil-musi-banyuasin
https://linggaupos.disway.id/read/645939/masjid-raya-abdul-kadim-di-muba-dengan-ciri-khas-kursi-patah-ternyata-ini-pemiliknya
https://mediasriwijaya.com/2023/04/ustadz-abdul-somad-bangga-muba-punya-masjid-raya-megah-masjid-raya-abdul-kadim-diresmikan-gubernur-sumsel/
https://kakibukit.republika.co.id/posts/188667/broken-chair-di-halaman-masjid-raya-abdul-kadim

Sabtu, 06 Mei 2023

Masjid Masjid di Finlandia (bagian 2)

Masjid Masjid di Finlandia (bagian 2)

Finlandia memiliki cukup banyak masjid lho yang tersebar di berbagai kota, diperkirakan disana ada 40 masjid meski memang hampir seluruh bangunan masjidnya tidak seperti bangunan masjid yang biasa kita kenal. Berikut lima masjid yang ada disana yang berhasil kami rangkum, melanjutkan dari posting sebelumnya.
 
6. Suomen Islam-Seurakunta
 
Suomen Islam-Seurakunta
Fredrikinkatu 33 A, 00120 Helsinki, Finlandia
 
Masjid Suomen Islam Seurakunta di pusat kota Helsinki.

Suomen Islam-Seurakunta atau Jemaah Islam Finlandia merupakan organisasi Islam tertua di Finlandia yang sudah berdiri sejak tahun 1925, mereka memiliki sebuah masjid dipusat kota dikawasan Old Market Square Helsinki hanya terpaut dua blok dari masjid milik Suomen Islamilainen Yhdyskunta
. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang paling populer dan paling banyak menjadi objek foto bagi para wisatawan muslim yang berkunjung ke Helsinki karena lokasinya yang berada digedung disalah satu perempatan sibuk di Helsinki.
 
Masjidnya sendiri menempati lantai lima (lantai paling atas) dari Gedung pusat niaga, kalimat Laa Ilaahaillallah sebagai penanda ditulis dengan hurup besar di bagian atas bangunan Gedung tersebut dengan warna emas. Tak hanya itu atap bangunannya juga dilengkapi dengan kubah besar dan lambing bulan sabit yang cukup besar terlihat mencolok. Pintu masuk masjid ini berada dibagian belakang unit pertokoan yang berada dilantai dasar Gedung.
 

7. Kerava Mosque
 
Kerava Mosque
Lintulammenkatu 4, 04250 Kerava, Finland
See map here https://goo.gl/maps/aqKVMrw6Dz3i5UzN9
 
Masjid Kerava, tak mirip bangunan masjid pada umumnya.

Kerava adalah sebuah kota kecil di wilayah Uusimaa Finlandia. Kota ini memiliki sebuah masjid yang menjadi salah satu bangunan dari sedikit masjid di Funlandia yang menempati bangunan tersendiri tidak seperti kebanyakan yang lain yang ‘menumpang disebuah Gedung bertingkat’.
 
Namun demikian bentuk bangunannya seperti bangunan rumah tinggal pada umumnya, sehingga mustahil bagi anda dapat mengenali masjid ini dari ciri bangunannya, yang sama sekali tidak mirip dengan bangunan masjid pada umumnya.
 

8. Diyanet Islamic Community of Finland
 
Diyanet Islamic Community of Finland
Suomen islamilainen Diyanet Yhdyskunta
Kilpakuja 1, 01280 Vantaa, Finlandia
 
Masjid Diyanet Islamic Community of Finland.

Masjid milik organisasi Diyanet Islamic Community of Finland (Suomen islamilainen Diyanet Yhdyskunta) ini cukup unik, masjidnya menempati lantai dua dari sebuah Gedung niaga yang tak terlalu besar dan hanya berlantai dua di kota Vantaa, Finlandia. Akses menuju ruangan masjid ini disediakan sebuah lift. Tidak ada tanda tanda bahwa ada masjid dibangunan tersebut.
 
Sesuai Namanya, masjid ini memang dikelola oleh muslim Turki namun tentu saja terbuka untuk semua muslim dari latar belakang manapun. Masjid ini cukup Makmur dengan berbagai aktivitas, menyediakan berbagai layanan bagi muslim setempat termasuk layanan penyelenggaraan pemakaman muslim lintas negara. Selain masjid ini, Kota Vantaa juga memiliki masjid lainnya yakni Vanta Islamic Center.
 
 
9. Vantaa Islamic Center
 
Vantaa Islamic Center
Ojahaanrinne 4, 01600 Vantaa, Finlandia
 
Vantaa Islamic Center.

Resminya masjid kedua di Vantaa ini adalah Assalam islamic Center namun lebih dikenal sebagai Vantaa Islamic Center. Ruang masjid ini menempati lantai dasar sebuah Gedung niaga di Vantaa. Pintu masuk ke ruangan masjid berada disamping Gedung melewati beberapa anak tangga dari jalan raya.
 
Pengelolaan masjid ditangani oleh muslim Somalia, dengan manajemen yang cukup baik, terbuka untuk semua muslim, khutbah jum’at disampaikan dalam Bahasa arab dan Bahasa Finlandia.


10. Masjid Tempere
 
Tampereen islamin Yhdyskunta
Yliopistonkatu 60, 33100 Tampere, Finlandia
see map here https://goo.gl/maps/jcNeAuFBGdzTKXnJA
 
Masjid Tempere

Masjid di kota Tempere dikelola oleh Tampereen islamin Yhdyskunta (asosiasi Muslim  Tempere), organisasi muslim Tempere yang dididirkan pada 16 Februari 1998 (sebelumnya bernama Islamin Ystävällinen Yhdyskunta). Keanggotaan komunitas tidak memiliki latar belakang etnis yang seragam.
 
Masjid milik organisasi ini begitu terkenal diantara para mahasiswa mancanegara karena lokasinya yang sangat dekat dengan Tempere University, termasuk mahasiswa muslim dari Indonesia. Masjid Tempere menyelenggarakan pengajaran bahasa Arab dan Alquran serta berbagai aktivitas keislaman lainnya.
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Islam di Finlandia
Islam di Slovenia
Islam di Portugal
Islam di Yunani
Islam di Republik Ceko
Islam di Swiss
Islam di Lithuania