Tampilkan postingan dengan label Masjid di Ukraina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid di Ukraina. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Oktober 2017

Masjid Jami Kebir Simferopol – Krimea

Masjid Jami Kebir, menjadi awal mula sejarah kota Simferopol yang pada mulanya bernama Aqmasjid City atau kota Masjid Putih merujuk kepada warna tembok masjid ini.

Simferopol Kota Masjid Putih

Simferopol, sebuah kota di Semananjung Krimea, semenanjung yang dulunya merupakan wilayah Rusia kemudian dihadiahkan kepada Ukraina saat Ukraina bergabung dengan Uni Soviet namun kemudian “dicaplok” lagi oleh Rusia seiring runtuhnya emperium tirai besi tersebut, dan kini Ukraina tampaknya tak benar benar berkuasa atas wilayah kantung berpenduduk muslim tersebut, meskipun Ukraina mengakui wilayah semenanjung Krimea merupakan Republik Otonom Krimea di dalam wilayah hukum Ukraina.

Sejarah kota Simferopol tak bisa dilepaskan dari sejarah masjid Jami’ Kebir yang merupakan masjid tertua di kota tersebut dan diseluruh semenanjung Krimea. Pada masa awal sejarah kota ini di abad pertengahan disebut atau dinamai dengan nama “Aqmecit city” atau “Kota Masjid Putih”. Sejarawan menyakini nama tersebut diambil dari warna putih tembok masjid Jami’ Kebir ini.

Kebir-Cami | Кебир-Джами
4, Kurchatova St, 4, Simferopol
Crimea, 95000



Masjid Kebir merupakan masjid tua di kota Simferopol, Ukraina. Masjid ini merupakan monumen arsitektur terkenal di kota Simferopol dan merupkan bangunan tertua yang masih bertahan di kota itu. Pertama kali dibangun oleh Menli Giray Khan tahun 1508 atau 914 Hijriah sebagaimana tertulis pada sebuah plakat di pintu masuk masjid ini dalam huruf arab yang menyatakan :

“Masjid ini dibangun bagi kejayaan dan keagungan Khan Meñli I Giray, mudah mudahan Allah mengampuni semua dosanya dan dosa anak anaknya di bulan Muharam tahun Sembian Ratus Empat Belas”

Setelah perang dunia kedua Masjid Kebir ini sempat terbengkalai. Kemudian selama beberapa tahun digunakan sebagai bengkel pembuatan sampul buku. Sampai kemudian diperbaiki sekembalinya komunitas muslim Tatar Krimea dari pengasingan dan di tahun 1989 secara resmi masjid ini dikembalikan lagi kepad komunitas muslim Krimea, dan proses rekonstruksi total terhadap bangunan masjid ini mulai dilaksanakan pada penghujung bulan oktober 1991.

Sisi mihrab Masjid Kebir

Tahun 2009 masjid Jami’ Kebir kembali di rekonstruksi bertepatan dengan perayaan setengah millennium atau 500 tahun berdirinya masjid tersebut. Hayder Ismail selaku wakil Mufti Krimea menjelaskan bahwa rekonstruksi yang selesai dilaksanakan pada bulan Juli 2009 tersebut adalah upaya untuk memulihkan tampilan interior masjid Jami Kebir termasuk ornament-ornamennya, lukisan kaligrafi dan mihrab masjid dengan bantuan berbagai sumber sumber dokumen arsip kuno.

Lebih dari 250 ribu hryvnyas (mata uang Ukraina) biaya yang dihabiskan untuk restorasi bagian interior masjid Jami Kebir ini bersumber dari dana yang dikumpulkan dari para donator dan para pengusaha muslim Krimea. Hayder Ismail juga menghimbau otoritas kota untuk meninjau ulang sejarah Simferopol yang selama ini disebut baru berusia 225 tahun, namun fakta yang ditemukan menyatakan bahwa Simferopol sudah eksis sejak 500 tahun lalu sebagai “Kota Masjid Putih” atau “Aqmescit City”.

Kini Masjid Kebir menjadi masjid utama di semenanjung Krimea, masjid ini menjadi tempat tinggal dari Mufti Krimea serta menjadi pusat aktivitas Spiritual muslim Krimea. Masjid ini juga dilengkapi dengan madrasah serta Perpustakaan Tatar Krimea.

Sisi lain Masjid Jami Kebir Simferopol

Arsitektur Masjid Jami’ Kebir

Masjid Jami’ Kebir dibangun dalam bentuk bangunan masjid Tatar dengan bangunan utama berdenah segi empat, dinding bagian luar polos nyaris tanpa ornamen, sebuah kubah besar di pasang di atap masjid bagian tengah dengan di topang oleh sebentuk bangun segi delapan menyerupai menara dalam ukuran pendek. Dan dilengkapi dengan sebuah menara menjulang berujung lancip.

Menara masjid ini dilengkapi dengan tangga dan balkoni yang digunakan oleh muazin menyuarakan azan di masa lalu. Diujung menara ditempatkan ornament bulan sabit sama halnya di ujung kubah masjid. Yang menarik adalah adanya bentuk tiga bola yang ditempatkan di bawah ornament bulan sabit, tampak seperti ornament di atap gedung sate Bandung.

Interior masjid ini sudah dipulihkan dalam proses rekonstruksi tahun 2009 yang lalu tampak begitu apik dengan sentuhan karya seni Tatar Krimea dalam balutan warna hijau, kuning dan merah, sementara tembok bagian dalam masjid juga di cat dengan warna putih. Masjid ini juga memiliki mimbar dari kayu berukuran tinggi besar seperti kebanyakan masjid masjid Tatar dan Turki.

Di dalam Masjid Jami Kebir Simferopol

Tradisi Iftar Jama’i Selama Ramadhan

Seperti masjid masjid di Indonesia, Masjid Jami Kebir di Simferopol ini juga menyelenggarakan Iftar Jama’I atau buka puasa bersama selama bulan suci Romadhan. Setiap tahun acara tersebut diselenggarakan di masjid ini bagi Jemaah tetap masjid ini maupun bagi para musafir yang kebetulan sedang singgah di masjid ini.

Jemaah masjid ini tidak saja muslim setempat namun juga diramaikan oleh kehadiran para mahasiswa dari negara negara Islam seperti Turki dan Palestina yang sedang kuliah di Pusat Administratif Krimea.

Selama bulan suci Romadhan pengurus masjid ini menyiapkan sajian untuk berbuka bagi setidanya 200 jemaah. Bedanya, acara buka bersama di masjid ini semua hidangan berbuka di sajikan di meja yang di tata rapi di halaman masjid, dan tentu saja dipisahkan antara meja untuk Jemaah pria dan wanita.***

Baca Juga


Rabu, 06 Juni 2012

Masjid Euro 2012 Ukraina

Empat Masjid di Empat kota penyelenggara Euro 2012 Ukraina

Euro 2012 segera akan segera bergulir tanggal 8 Juni hingga 1 Juli 2012 nanti di dua negara yang menjadi tuan rumah bersama Polandia dan Ukraina. Bagi anda, muslim, yang akan meyaksikan langsung pertandingan pertandingan tersebut berikut masjid masjid di kota kota penyelenggara perhelatan akbar sepakbola Eropa empat tahunan tersebut di empat kota besar Ukraina. Sedangkan masjid masjid di kota penyelenggara Euro 2012 di Polandia, dapat dibaca di artikel “Masjid Euro 2012 Polandia” pada posting sebelumnya.
 
Para penggemar sepakbola pastinya sudah faham betul empat kota Ukraina yang akan menjadi penyelenggara Euro 2012. Kota kota tersebut adalah : Kota  Kiev, ibukota Ukraina dengan Stadion Olimpiysky National Sports Complex atau disingkat NSC Olimpiysky (60 ribu tempat duduk), kota Donetsk dengan stadion Donbass Arena (50 ribu tempat duduk), Kota Kharkiv dengan Metalist Stadium-nya yang berkapasitas 35 ribu tempat duduk dan kota Lviv dengan stadion Arena Lviv berkapasitas 30 ribu tempat duduk.

Lokasi Empat Stadion dan Empat Masjid di Empat Kota penyelenggara Euro 2012 Ukraina

Ukraina memiliki jumlah muslim yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tetangganya, Polandia yang sama sama menjadi tuan rumah Euro 2012. Bila kita merujuk kepada catatan wikipedia saja, di Ukraina terdapat selusin masjid megah berukuran besar bagi sekitar dua juta Muslim di negara itu.
 
Dari dua belas masjid itu tiga diantaranya berada di tiga kota penyelenggara Euro 2012, yakni Masjid Ar-Rahma di Kota Kiev, Ahat Jami Mosque Donetsk di kota Donetsk dan Kharkov Cathedral Mosque di kota Kharkiv, sedangkan kota kota Lviv belum memiliki bangunan masjid. Jadi, Nonton Euro 2012 secara langsung oke saja tapi jangan lupa sholat ya. Berikut ini ulasan masjid masjid tersebut.

1. Masjid Ar-Rahma Kota KIEV

Masjid Ar-Rahma Kota Kiev, Ukraina

Kiev ibukota Ukraina. Kota ini terpilih menjadi salah satu penyelenggara Euro 2012, telah menyiapkan stadion mewah bernama NSC Olimpiysky, Kiev yang menjadi sarangnya dari klub bola ternama kota itu, Dynamo Kiev. Kota kiev memiliki satu satunya masjid resmi, sisanya adalah masjid tak resmi di pusat pusat perniagaan kota itu.
 
Setelah sekian lama muslim kota ini mengimpi impikan memiliki sebuah masjid, ahirnya impian itu terwujud di tahun 2000 lalu. Masjid Ar-Rahma Kiev dibangun dari dana swadaya muslim Kiev sejak tahun 1996 dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 3 Desember 2000, bertepatan dengan hari peringatan kemerdekaan Ukraina ke 20.

Ar-Rahma Mosque      
46 Lukyanovskaya str., Tatarska district
Kiev, 04071, UKRAINE


Masjid Ar-Rahma dibangun di Kawasan Tatarka di bukit Shchekavitsya, lokasi merupakan kawasan komunitas muslim Tatar di kota Kiev. Di daerah ini komunitas muslim Tatar sudah eksis sejak lama, Pemakaman khusus muslim Kiev berada tak jauh dari komplek masjid ini, di dalam peta di atas komplek pemakaman muslim tersebut ditulis dengan nama mosulman’s-ke cemetry. 

2. Ahat Jami Mosque, Donetsk

Masjid Jami Ahat di Kota Donetsk, Ukraina

Masjid Jami Ahat di kota Donetsk, Ukraina dibangun sebagai penghormatan kepada Akhat Bragin, yang mendanai pembangunannya. Sedangkan salah satu menaranya diberi nama Rinat Akhmetov, sebagai penghormatan kepada beliau. 

Sejarah masjid ini bermula di tahun 1993 ketika muslim kota Donetsk membentuk sebuah yayasan bernama Star of the Prophet (bintang Nabi) dan setahun kemudian yayasan tersebut meretas jalan bagi pendirian masjid pertama di kawasan itu dengan nama Masjid Ibnu Fadlan. Rencananya masjid tersebut akan dibangun meniru salah satu masjid di Istambul, Turki.

Ahat Jami Mosque, Donetsk
Marshala Zhukova Ave
Donets'k, Donets'ka oblast, Ukraine


Akhat Bragin selaku penyandang dana utama pembangunan masjid ini, tewas secara tragis pada 15 Oktober 1995 dan nama beliau kemudian di abadikan menjadi nama masjid ini sebagai bentuk penghormatan bagi-nya. Awalnya masjid ini hanya akan dilengkapi dengan satu menara namun dengan pendanaan dari Rinat Akhmetov kemudian dibangun dua menara. Itu sebabnya salah satu menara tersebut diberi nama menara Rinat Akhmetov.

Masjid ini selain sebagai tempat ibadah utama ummat islam di kota Donetsk, di sini juga menjadi kampus bagi Universitas Islam Ukraina yang menjadi institusi pendidikan tinggi Islam pertama di Ukraina. Masjid Ahat diresmikan pada tanggal 3 September 1999 bersamaan dengan peresmian Universitas Islam Ukraina yang bermarkas di salah satu lantai masjid ini.

3. Kharkiv Cathedral Mosque

Masjid Katedral kota Kharkiv, Ukraina

Di kota Kharkiv berdiri megah Masjid Katedral Kharkiv, juga biasa disebut sebagai Masjid Khavidrali, (dalam bahasa Ukraina: Харківська соборна мечеть). Masjid Katedral Kharkiv aslinya sudah berdiri sejak tahun 1905 namun kemudian dihancurkan tahun 1936 semasa kekuasaan Uni Soviet. Barulah pada tahun 2006 bangunan masjid tersebut dibangun kembali di lokasi yang sama.

            Kharkiv Cathedral Mosque
Kharkiv, Ukraine
District Kharkiv


Masjid Katedral Kharkiv dibangun tahun 1905 ditepian sungai Lopan. Namun di masa kekuasaan Uni Soviet di Ukraina, tahun 1936 pemerintahan komunis merobohkan masjid tersebut dengan alasan bahwa bangunan masjid Katedral Kharkiv menghalangi aliran sungai Lopan. Paska kemerdekaan Ukraina setelah runtuhnya Uni Soviet, maka masjid inipun dibangun kembali di lokasi yang sama oleh komunitas muslim setempat di tahun 1999. Kini Umat Islam Kharkiv dapat kembali menjalankan peribadatan dengan bebas tanpa tekanan dan intimidasi. Mayoritas jemaah masjid ini terdiri dari jemaah muslim Tatar, Tatar Krimea dan keturunan Turki.

4. Lviv, Islamic Center - Mosque

Masjid di asrama mahasiswa Liviv National Medical University, kota Lviv, Ukraina

Kota Lviv menjadi satu satunya kota penyelenggara Euro 2012 di Ukraina yang belum memiliki satupun bangunan masjid. Sampai kini sejumlah kecil muslim di Kota Lviv menjalankan aktivitas peribadatan dan aktivitas ke-Islaman lainnya di sebuah ruang aula di lantai atas asrama mahasiswa di kampus Liviv National Medical University. Mahasiswa dari berbagai negara Islam di Timur Tengah hingga kawasan Afrika yang menuntut ilmu di kampus ini yang kemudian berinisiatif mendirikan masjid di asrama mereka.

Al-Nebras” Islamic Philanthropic Organization,lviv ,Ukraine
Lviv, Islamic Center - Mosque 79014, UKRAINE
Danylo Halytsky Lviv National Medical University
Pekarska St, 69, Lviv, Lviv Oblast, Ukraina, 79010


Masjid di asrama kampus tersebut diberi nama Masjid Al-Nebras. Masjid ini menjadi satu satunya institusi Islam di kota Kota Lviv. Al-Nebras juga menjadi lembaga yang mengelola masjid dan dakwah Islam di Kota Lviv dibawah pimpinan Dr. Waleed Masoud. Lembaga ini mendorong muslim Lviv untuk lebih dekat dengan Islam dengan pemahaman yang baik. Al-Nebras juga memberikan bimbingan bagi Mualaf, pendidikan Al-Qur’an, menyelenggarakan sholat berjamaah lima waktu termasuk sholat Jum’at dan ritual peribatan selama bulan suci Ramadhan dan dua hari raya. Khutbah Jum’at di masjid ini disampaikan dalam dua bahasa, bahasa Arab dan Bahasa Rusia.***

Minggu, 03 Juni 2012

Masjid Ar-Rahma, Masjid Pertama di Kota Kiev –Ukraina

Masjid Ar-Rahma Kiev, Ukraina.

Ukraina, salah satu negara pecahan bekas Uni Soviet di tepian laut Hitam, secara resmi memperoleh kemerdekaanya pada tanggal 24 Agustus 1991 seiring dengan keruntuhan Uni Soviet. Sebuah referandum dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 1990, dan kemerdekaan negara ini dari Uni Soviet di difinalisasi pada 26 Desember 1990. Republik Ukraina ber-ibukota di Kota Kiev.
 
Diperkirakan ada dua juta Muslim di Ukraina meski sumber lain menyebut angka hanya 500 ribu. Sebagian besar dari mereka merupakan muslim Tatar Kremia. di Ukraina saat ini tercatat ada 487 komunitas muslim, 368 diantaranya berada di semenanjung Kremia. Di Kota Kiev sendiri ada sekitar 50 ribu warga muslim termasuk dari mereka merupakan warga yang berasal dari luar negara.
 
Setelah penantian begitu lama muslim kota Kiev ahirnya memiliki sebuah masjid besar, sekaligus menjadi masjid pertama yang di bangun di ibukota negara Ukraina itu. Gagasan dan keinginan untuk membangun masjid di ibukota negara itu sudah mencuat sejak tahun 1897 namun dikarenakan berbagai kendala baru terealisasi di tahun 2000.
 
Majid pertama di kota Kiev dan terbesar serta terlengkap di Ukraina itu diberi nama Ar-Rahma atau Ar-Rahmah, atau dalam aksara setempat ditulis Мечеть Ар-Рахма, dibangun dari dana swadaya muslim Ukraina sejak tahun 1996 dan diresmikan penggunaannya untuk umum bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Ukraina ke 20 pada tanggal 3 Desember 2000. Ar-Rahma yang menjadi nama masjid ini diambil dari kosa kata bahasa Arab “Ar-Rahmah”, bila di Indonesia-kan bermakna “Kasih Sayang.

Alamat dan Lokasi Masjid Ar-Rahma, Kiev - Ukraina

Ar-Rahma Mosque       
46 Lukyanovskaya str., Tatarska district
Kiev, 04071, UKRAINE


Kawasan Tatarka di bukit Shchekavitsya, lokasi tempat masjid ini berdiri merupakan kawasan komunitas muslim Tatar di kota Kiev. Di daerah ini komunitas muslim Tatar sudah eksis sejak lama, Pemakaman khusus muslim Kiev berada tak jauh dari komplek masjid ini, di dalam peta di atas ditulis dengan nama Mosulman’s-ke cemetry.
 
Sejarah Masjid Ar-Rahma, Kiev – Ukraina
 
Paska keruntuhan Uni Soviet, minoritas muslim di Ukraina berusaha menunjukkan jati diri mereka untuk dapat terwakili dengan baik di dalam tatanan baru maysarakat republik Ukraina merdeka yang baru terbentuk. Berbagai komunitas dan organisasi berbasis Islam pun mulai berdiri. Di tahun 1992 dibentuklah Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) di ibukota negara, Kiev. Dan tahun 1994 diselenggarakan kongres DUMA pertama yang menghasilkan susunan pengurus DUMA.
 
Tamin Achmed Mohammed Mutach terpilih sebagai presiden DUMA pertama. Tamim  Ahmed, adalah muslim Tatar kelahiran Lebanon tahun 1956. Mengenyam pendidikan teologi Islam di Fakultas Teologi Universitas Arab di Beirut hingga memperoleh gelar sarjana di Universitas tersebut. Beliau juga adalah seorang penulis beberapa buku tentang Islam di tahun 1994.
 
Pelataran tengah masjid Ar-Rahma di antara koridor yang berbentuk setengah lingkaran dengan bangunan utama masjid

Seluruh muslim Ukraina dari beragam etnis, kelompok dan klan di ajak untuk bergabung bersama dalam organisasi tersebut. DUMA telah memiliki setidaknya 10 kantor pewakilan di berbagai wilayah Ukraina, kantor pusatnya berada di Kiev secara berkala menerbitkan Surat Kabar berbahasa Rusia dengan nama Daily Minaret serta mengelola sebuah Institut Agama Islam. DUMA yang kemudian memotori pembangunan Masjid Ar-Rahma di kota Kiev.

Rencana pembangunan masjid ini sudah digulirkan pertama kali sejak awal tahun 1897, sebenarnya muslim di kota Kiev sudah dapat membangun masjid di 5 Peace Street, di Gedung Kalinovich, Podil.  Fakta tersebut mengemuka di dalam buku berjudul "The whole Kyiv" terbitan tahun 1909. Kala itu sudah direncanakan membangun masjid dengan daya tampung 800 jemaah.

Merujuk kepada koran "Kyiv idea" terbit di kota Kiev pada tanggal 30 Oktober 1913, rencananya pembangunan masjid akan diselenggarakan di jalan Gogol’s House no 29. Namun rencana besar pembangunan masjid tersebut batal akibat berkobarnya perang dunia pertama dan revolusi Oktober 1917.

Masjid Ar-Rahma Kiev, Ukraina.

Upaya pembangunan masjid mengemuka lagi di tahun 1991. Momen akbar bagi muslim Ukraina untuk mendirikan masjid pertama di Ibukota negara ahirnya terwujud dengan upaya dari Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) yang menghibahkan lahannya untuk pembangunan masjid. Izin pembangunan masjid dari otoritas kota Kiev keluar pada tanggal 5 Februari 1996. Sebelum itu umat Islam Ukraina telah memiliki beberapa bangunan, seperti apartemen, perpustakaan, dan kompleks olahraga.

Pembangunan Masjid Ar-Rahma ini cukup menarik, mengingat begitu banyak duta besar dan perwakilan negara sahabat yang turut serta dalam upacara peletakan batu pertama, proses pembangunan nya hingga peresmian masjid ini. Diantaranya yang cukup unik adalah Duta Besar Irak yang mengunjungi proyek pembangunan masjid ini, tak sekedar berkunjung tapi ikut memanjat ke atas tembok masjid yang sedang dibangun untuk turut serta memasang bata di lokasi tersebut. 

Pembangunan masjid dilaksanakan dengan dana dari hasil donasi muslim kota Kiev. Segera setelah pembangunan tahap pertama selesai dilaksanakan, masjid pertama di kota Kiev ini memulai penyelenggaraan peribadatan dengan penyelenggaraan sholat fardhu Jum’at di tahun 1998. Dan bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Ukraina ke 20 pada tanggal 3 Desember 2000 Masjid Ar-Rahma secara resmi dibuka untuk umum ditandai dengan pembukaan selubung nama masjid, dan pemasangan simbol bulan sabit di puncak menaranya.

Peresmian masjid Ar-Rahma.

Dalam sambutannya saat upacara peresmian Masjid Ar-Rahma, Juru Bicara Kepresidenan Ukraina, Anna Jerman  mengatakan “Saya ucapkan selamat kepada Muslim Ukraina terutama di Kiev, ini adalah simbol perlindungan Ukraina terhadap hak konstitusi kebebasan beragama dan hak asasi manusia dan keberhasilan demokrasi di Ukraina”, Anna Jerman juga menyampaikan harapannya agar masjid ini selain tempat beribadah, juga sebagai tempat ketenangan dan kedamaian bagi warga Ukraina dan simbol persaudaraan di seluruh dunia.

“Saya ucapkan selamat kepada Muslim Ukraina terutama di Kiev, ini adalah simbol perlindungan Ukraina terhadap hak konstitusi kebebasan beragama dan hak asasi manusia dan keberhasilan demokrasi di Ukraina" (Anna Jerman)

Rancang Bangun Masjid Ar-Rahma

Rancangan masjid Ar-Rahma ditangani oleh arsitek Alexander Komorowski dengan mengadopsi arsitektural berbagai budaya islam sekawasan tersebut lengkap dengan sebuah bangunan menara tunggal setinggi 27 meter dan kubah besar, dengan kapasitas 3000 jemah, lengkap dengan gedung madrasah. Rancangan masjid ini memang cukup unik dalam bentuk denahnya yang tak biasa.

Masjid Ar-Rahma Kiev, Ukraina.

Denah masjid Ar-rahma dirancang berbentuk melingkar, menghasilkan bangunan masjid yang cukup unik. Dari kejauhan masjid Ar-Rahma menghadirkan pemandangan tersendiri yang khas di atas bukit tempatnya berdiri. Sentuhan arsitektural bangunan masjid ini sangat detil sehingga menghasilkan karya seni arsitektural yang begitu apik.

Mengenal Islam di Ukraina

Sejarah Islam di Ukraina memiliki akar yang teramat dalam. Masyarakat setempat pertama kali mendengar tentang Islam melalui kunjungan bisnis para saudagar dari tanah Arab dan negara negara timur di selatan wilayah Ukraina. Seiring dengan berjalannya waktu antara dua negara mulai menjalin hubungan dagang yang erat serta ikatan diplomatik. Menurut sejarah resmi, pemukiman muslim pertama di kota Kiev sudah eksis sejak abad ke 18. Di dua abad terahir komunitas muslim di tanah Ukraina terus membengkak, dan diperkirakan saat ini ada sekitar dua juta Muslim di Ukraina.

Hingga tahun 1917 perkembangan Islam di Ukraina cukup stabil, namun seiring dengan berkuasanya rezim Uni Soviet (1922-1991) di Ukraina, terjadi kesulitan yang luar biasa bagi penyelenggaraan peribadatan publik, meskipun begitu muslim Ukraina tetap menjalankan ibadah dan mempertahankan agama yang diwariskan secara turun temurun dari para pendahulu mereka, serta menjaga segala warisan ke-Islaman-nya.

Interior Masjid Ar-Rahma Kiev.

Perubahan dramatis terjadi di awal tahun 1990-an dalam komunitas muslim Ukraina. Terkait dengan permulaan transformasi demokrasi di Uni Soviet, diikuti dengan perubahan fundamental dalam hal kaitannya dengan pengakuan negara terhadap hak hak publik. Ummat Islam dapat dengan terbuka membicarakan dan menjalankan ajaran Islam dengan bebas. 

Ketika Ukraina memperoleh kemerdekaannya kesempatan untuk membentuk lembaga komunitas pusat muslim pun terbuka lebar untuk dapat merancang sebuah koordinasi proses proses kebangkitan kembali kehidupan beragama Islam di negeri itu.
 
Tanggal 9 September 1992 Dewan Urusan Agama dibawah Kabinet kementerian kabinet Ukraina telah menerima pendaftaran Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) yang menyatukan seluruh komunitas muslim di Ukraina. Pemimpin DUMA yang mengorganisir diantara komunitas muslim Ukraina dan luar negeri, dibawah pimpinan Tamin Achmed Mohammed Mutach.
 
Beberapa view masjid Ar-Rahma.

Tujuan utama DUMA adalah memberikan dukungan dan tuntunan bagi kondisi yang memungkinkan ummat menjalankan syariat sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah. Salah satu penekanan upaya DUMA adalah mempererat tali silaturrahim diantara masyarakat muslim Ukraina yang berasal dari beragam bangsa berdasarkan pemahaman agama yang bersih dari pemahaman yang salah termasuk tindakan ekstrimis dan tindakan negatif lainnya.
 
DUMA berupaya menyebarkan ajaran Islam yang benar guna melawan ideologi ektrimis yang saat ini oleh sebagian orang disematkan kepada Islam. DUMA merupakan anggota tetap dari Dewan Keagamaan dan Tempat Ibadah Seluruh Ukraina. DUMA melibatkan diri dalam berbagai konfrensi, simposium termasuk berpartisipasi dalam pembentukan dialog lintas agama.***