Tampilkan postingan dengan label islam di kanada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam di kanada. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juni 2023

Islam di Kanada [bagian 3]

Al-Raschid Mosque Fort Edmonton Park, Alberta, merupakan masjid pertama yang berdiri di wilayah Kanada. [foto: wikipedia]

Organisa
si Islam di Kanada
 
Komunitas Muslim Kanada di wakili dalam beberapa organisasi berikut ini beberapa diantaranya: 
  • The Canadian Islamic Congress (Kongres Islam Kanada)
  • The Ahlul Bayt Assembly of Canada (Dewan Ahlul Bait Kanada)
  • The Muslim Association of Canada (MAC) – Asosiaso Muslim Kanada, yang berakar dari ideologi Islam Tradisional dengan fokus kepada palikasi dinamis dalam kontek kehidupan sosio dan politik kekinian Kanada.
  • The Canadian Council on American-Islamic Relations (CAIR-CAN), organisasi hak hak sipil muslim kanada, yang kemudian menyuarakan advokasi bagi komunitas muslim.
  • The Muslim Canadian Congress (MCC) – Kongres Muslim Kanada, sebuah kelompok sekuler yang didirikan oleh Tarek Fatah,
  • The Canadian Muslim Union – Serikat Muslim Kanada, kelompok liberal yang merupakan pecahan dari MCC.
  • The Ahmadiyya Muslim Community Canada
  • Islamic Society of North America (ISNA) – Masyarakat Islam Amerika Utara, dan
  • The Islamic Circle of North America (ICNA) – Lingkar Islam Amerika Utara. 
Dua organisasi yang disebut belakangan merupakan organisasi muslim terbesar di Amerika Utara. Aspek utama dari komunitas muslim Kanada adalah begitu banyaknya serikat muslim di berbagai kota, sebagai kontol adalah Dewan Muslim Kota Montreal, Dewan Muslim Toronto yang menangani berbagai persoalan terkait dengan komunitas muslim di kota tersebut dan mereka pun mendukung Asosiasi Muslim secara nasional.
 
Masjid An-Noor di New Foundland Kanada [foto: wikipedia]

Sebagian besar dari organsasi tersebut bukanlah organisasi akar rumput tapi merupakan organisasi payung bagi begitu banyak organisasi dibawahnya dan menjadi koordinator diantara masing masing organisasi di daerah. Kecuali MAC. Hanya ada beberapa saja dari organisasi tersebut  yang memegang peranan penting diantara komunitas muslim Kanada karena komunitas muslim disana tersebar dalam berbagai latar belakang, ada sekitar 60 kelompok etnis dan budaya yang secara berkelanjutan berupaya memenuhi kebutuhan anggotanya masing masing.
 
Acara acara yang diselenggarakan mahasiswa muslim pada umumnya sukses berjalan dengan baik dengan sokongan penuh dari organisasi Islam disana termasuk aven tahunan bertajuk MuslimFest dan Reviving the Islamic Spirit conference, yang menjadi even Islami terbesar di Kanada.

Tiga orang muslim Kanada yang masuk dalam jajaran parlemen maupun kabinet Kanada. Dari kiri ke kanan: Rahim Nizar Jaffer, Wajid Khan dan Maryam Monsef.
 
Pesohor Muslim Kanada
 
Muslim Kanada juga aktif di dunia politik, setidaknya tiga muslim Kanada yang pernah menjadi anggota Parlemen kanada, mereka adalah: 
  • Rahim Nizar Jaffer (masa jabatan 1997–2008); muslim Kanada pertama yang terpilih sebagai anggota parlemen Kanada. Muslim kelahiran Kampala Uganda pada 15 December 1971.
  • Wajid Khan (masa jabatan 2004–2008). Muslim kelahiran Lahore, India, 24 April 1946.
  • Maryam Monsef - muslimah pertama yang terpilih sebagai anggota kabinet Kanada di tahun 2015. Ia adalah muslim pertama menduduki jabatan Menteri Insitusi Demokratik sekaligus menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut. Kelahiran Mashhad, Iran pada 7 Nopember 1984. 
Di bulan Mei 2010, Kanada memberikan status kewarganegaraan kehormatan kepada Aga Khan, pemimpin bagi 20 juta muslim Ismaili diseluruh dunia. Aga Khan menjadi muslim pertama dan tokoh agama kedua yang mendapat anugerah kewarganegaraan kehormatan Kanada setelah Dalai Lama.***

Referensi

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/03/02/m097or-produk-syariah-kian-digemari-di-kanada
https://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_Canada
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Canadian_Muslims#:~:text=Rahim%20Jaffer%20%2D%20Conservative%20MP%20for,)%3B%20first%20Muslim%20Cabinet%20Minister.
https://www.nccm.ca/nccm-praises-appointment-of-first-ever-muslim-federal-cabinet-minister/
https://www.theguardian.com/world/2015/oct/22/canada-new-parliament-most-diverse-ever
https://www.ctvnews.ca/politics/trudeau-names-canada-s-first-representative-on-combating-islamophobia-1.6247509
https://www.islamchannel.tv/blog-posts/islam-the-fastest-growing-religion-in-canada  
https://newcanadianmedia.ca/islam-now-second-most-popular-religion-in-canada/
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_mosques_in_Canada

-------------------------------ooOOOoo-------------------------------------

Baca Juga
 
Sejarah Islam di Kanada                                 
Masjid Innuvik, Masjid ke 4 di Kutub Utara
Tiga Masjid di Kutub Utara
Masjid 4000 kilometer

Sabtu, 10 Juni 2023

Islam di Kanada [bagian 2]

Midnight Sun mosque atau Masjid Matahari di tengah malam di Inuvik, wilayah kutub utara di Kanada. Bangunan Masjid ini tidak dibangun ditempat ini tapi dibuat utuh di kota Winiipeg, Manitoba lalu diangkut ke tempat ini sejauh 4000km. [foto: wikipedia]

Kebebasan Beragama di Kanada
 
Piagam hak asasi dan kebebasan Kanada menjadim kebebasan beragama sehingga muslim di Kanada secara hukum tidak akan menghadapi diskriminasi. Di dalam bagian 2(a) Piagam tersebut secara tegas menyebutkan, pemakaian jilbab diizinkan di sekolah dan tempat kerja, meskipun wilayah Quebec telah memutuskan bahwa niqab atau burka tidak diterima di sekolah atau fasilitas medis dengan provinsi lain yang mempertimbangkan larangan serupa.
 
Hari raya keagamaan dan pantangan makanan juga dihormati, tetapi di luar daerah perkotaan besar mungkin sulit menemukan makanan halal. Juga seringkali sulit untuk menerapkan aturan Islam terhadap riba.
 
Muslim di beberapa bagian Kanada telah meminta pengadilan perselisihan keluarga untuk mengawasi kasus-kasus keluarga kecil tetapi dihadapkan pada tentangan keras dari kelompok tradisional dan kelompok Muslim liberal, yang melabeli permintaan tersebut sebagai langkah menuju penerapan Hukum 'Syariah'.
 
Usulan ini ditentang oleh Kongres Muslim Kanada, Dewan Perempuan Muslim Kanada dan kelompok perempuan non-Muslim. Mengingat masalah publisitas, Muslim di Kanada telah memilih untuk menghentikan masalah ini.
 
Gatineau Mosque di Queebec Kanada. [foto: wikipedia]

Pada bulan Desember 2011 Jason Kenney, Menteri Imigrasi, Kewarganegaraan, dan Multikulturalisme Kanada, mengumumkan bahwa wanita akan diminta untuk tidak menutupi wajah mereka selama upacara kewarganegaraan.
 
Statistik keluarga
 
Menurut laporan The Vancouver Sun, hasil perkawinan antara Muslim dan non-Muslim adalah sebagai berikut:
 
Sekitar 77% anak Kanada yang dibesarkan oleh ibu Muslim dan ayah non-Muslim tidak menganggap diri mereka Muslim, sementara 99% yang dibesarkan oleh orang tua Muslim berkomitmen pada agama, ungkap sebuah studi demografi Muslim dari Statistics Canada di Ottawa.
 
Angka-angka ini mendukung mengapa Islam melarang perkawinan campuran dan perempuan muslimah tidak diperbolehkan menikah dengan laki-laki non-Muslim karena perkawinan campuran menghilangkan garis keturunan Islam.
 
Studi lebih lanjut menambahkan bahwa hanya 4% wanita Muslim kelahiran asing di Kanada yang melakukan perkawinan campuran. Tapi Muslim generasi kedua biasa melakukan perkawinan campur karena hampir 40% dari keluarga Muslim kelahiran Kanada terdiri dari istri Muslim dan suami non-Muslim.
 
Ummah Masjid & Community Centre di Halifax, Nova Scotia  [foto: wikipedia]

Profesor sejarah Islam Universitas Simon Fraser William Cleveland mengatakan bahwa wanita Muslim imigran dari Timur Tengah jarang menikah dengan non-Muslim daripada Muslim kelahiran Kanada dari tempat-tempat seperti Asia dan Afrika.
 
Produk Syariah Kian Digemari di Kanada
   
Meningkatnya jumlah populasi muslim di Kanada berdampak pada meningkatnya permintaan pasar pada produk ekonomi syariah. Muslim di Kanada mulai beralih ke produk yang sesuai dengan prinsip Islam untuk pengelolaan dana pensiun dan investasi.
 
Kesadaran akan syariat semakin terbentuk dimasyarakat muslim Kanada sehingga mulai tumbuh kecenderungan memilih produk syariah sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan menghindari untuk berkontribusi membiayai perusahaan yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.
 
Pembiayaan syariah di Kanada sebagian besar bergerak dibidang pertambangan, kehutanan dan teknologi. Bank dan institusi keuangan Islam tidak akan menerima atau menyediakan dana bagi apapun yang melibatkan alkohol, perjudian, pornografi, tembakau, senjata dan daging babi. [bersambung ke bagian 3]

-------------------------------ooOOOoo------------------------------------- 

Baca Juga
 
Sejarah Islam di Kanada                                 
Masjid Innuvik, Masjid ke 4 di Kutub Utara
Tiga Masjid di Kutub Utara
Masjid 4000 kilometer

 

Jumat, 09 Juni 2023

Islam di Kanada [bagian 1]

Masjid Al-Ummah Al Islamiyah di Montreal Kanada. [foto: wikipedia]

Islam agama dengan perkembangan tercepat di Kanada
 
Berbagai survey menyebutkan bahwa Islam merupakan agama dengan perkembangan tercepat di Kanada. Berdasarkan data survey tahun 1944 muslim di Kanada sangat kecil jumlahnya sehingga dihapus dari data sensus. Pada survey tahun 1985 muslim Kanada dikelompokkan dalam “kolom lain lain” karena jumlahnya yang sangat sedikit untuk dikelompokkan dalam katagori tersendiri. Muslim Kanada baru tercatat dalam survey tahun 1985 dengan 1,1% dari total penduduk Kanada.
 
Jumlah itu meningkat di tahun 2006 menjadi 2,6% atau sekitar 800 ribu jiwa. Angka tersebut terus meningkat ditahun 2010 berdasarkan data Pew Research Center jumlah muslim di Kanada meningkat menjadi 940,000 jiwa. Data sensus penduduk Kanada tahun 2021 munjukkan angka lonjakan signifikan, populasi muslim di Kanada sudah menyentuh angka 4,9% dari 38.9 juta penduduk Kanada atau setara dengan sekitar 1,9 juta jiwa.
 
Muslim di Kanada mengalami pertumbuhan hampir lima kali lipat dari tahun 1985 ke tahun 2021. Dan dalam tiga dekade Islam terlah berkembang menjadi agama terbesar kedua di Kanada setelah Kristen (semua semua katagori). Maka wajar bila kemudian berbagai media menyebut Islam sebagai agama dengan pertumbuhan tercepat di Kanada sekaligus sebagai agama paling populer kedua di Kanada.
 
Islamic Centre di Quebec Kanada [foto: wikipedia]

Berbagai survey juga menunjukkan peningkatan ‘keta’atan beragama’ muslim Kanada disandarkan pada jumlah kehadiran jemaah di masjid atau aktivitas ke-Islaman lainnya yang menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
 
Demografi, konsentrasi dan kehidupan
 
Sebagian besar muslim Kanada merupakan muslim dari lahir. Sebagai para imigran secara umum, muslim yang datang ke Kanada dengan berbagai alasan termasuk didalamnya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, faktor keamanan, lapangan kerja dan berkumpul dengan keluarga yang sudah lebih dulu tinggal di Kanada.
 
Sebagian lagi pindah ke Kanada karena lasan kebebasan beragama dan politik, keamanan dan keselamatan. Di tahun 1980-an Kanada menjadi tempat penting bagi para imigran dari Lebanon yang menghindari perang saudara di negaranya.
 
Menyusul kemudian di era 1990-an muslim Somalia tiba di Kanada akibat pecah perang saudara di negara mereka. Demikian hal nya dengan muslim Bosnia yang hijrah ke Kanada akibat pecahnya perang Balkan di wilayah bekas Republik Federasi Yugoslavia. Namun tidak ada imigran signifikan yang masuk ke Kanada sebagai akibat perang di Irak. Namun secara umum hampir semua negara Islam dunia menjadi penyumbang imigran muslim ke Kana dari Albania, Yaman hingga Bangladesh.
 
Masjid di Otawa Kanada [foto: wikipedia]

Angka kelahiran muslim di Kanada secara signifikan memang lebih tinggi dibandingkan dengan warga Kanada lainnya. Secara rata rata wanita muslim Kanada melahirkan 2,4 anak, atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan wanita Kanda lainnya yang rata rata melahirkan 1,6 anak.
 
Secara garis besar muslim Kanada tinggal di wilayah Great Montreal mencapai 8.7% dari penduduknya memeluk Islam dan Greater Toronto 10% dari penduduknya yang beragama Islam, sebagaimana data sensus penduduk tahun 2021.
 
British Columbia juga memiliki populasi muslim yang cukup signifikan. Termasuk ibukota negara Kanada di Ottawa pun teradapat cukup banyak muslim Lebaon dan Somalia. Muslim di Greater Montreal sebagian besar merupakan muslim keturunan Maroko, Aljiria dan Maroko termasuk juga dalam jumlah kecil keturunan dari Pakistan, Suriah, Iran, Bangladesh dan Turki.
 
Demikian juga dengan wilayah Vancouver, Ottawa, dan Montreal, hampir semua kota kota utama di Kanada kini terdapat komunitas muslim termasuk didalamnya wilayah Halifax, Windsor, Winnipeg, Calgary, Edmonton, Vancouver dan Toronto.
 
Meski dalam jumlah kecil, muslim dari Kroasia juga menjadi bagian dari Komunitas muslim Kanada dan juga menjadi bagian kecil di dalam komunita muslim Kroasia-Kanada, namun mereka memiliki keterkaitan dengan 4 masjid yang ada di Kanada. [bersambung ke bagian 2]

-------------------------------ooOOOoo-------------------------------------

Baca Juga
 
Sejarah Islam di Kanada                                 
 



Senin, 29 Mei 2023

Kanada "Nyatakan Perang" Terhadap Islamphobia

Amira Elghawaby, special representative on combatting Islamophobia.


Kanada bisa jadi merupakan negara barat pertama yang secara serius “menyatakan perang” terhadap islamophobia di negaranya. Pada 26 Januari 2023 Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau secara khusus Menunjuk seorang Muslimah Kanada “Amira Elghawaby” sebagai Wakil khusus Pemerintah untuk memerangi Islamphobia di Kanada, yang bertugas membantu Pemerintah dalam mengatasi Islamphobia.
 
Penunjukan Amira telah melalui seleksi yang sangat ketat, terbuka, transfaran dan berdasarkan prestasi. Amira merupakan anggota dewan pendiri Jaringan anti kebencian Kanada. Penunjukan seorang wakil khusus tersebut juga merupakan rekomendasi dari KTT Nasional Kanada yang diselenggarakan secara visual 2021 tentang Islamphobia. Dalam KTT tersebut Perdana Menteri Kanada dengan tegas mengatakan “there is no place in Canada for Islamophobia”.
 
Desakan keras dari masyarakat Kanada kepada pemerintah untuk secepatnya mengambil Tindakan terhadap Islamphobia menyusul tindakan Islamphobia telah berubah menjadi beberapa tindakan brutal.
 
Diantaranya adalah serangan yang menewaskan empat anggota keluarga Afzaal di London, Ontario pada Juni 2021. Dewan Nasional Muslim Kanada, terus meminta pemerintah federal untuk membubarkan kelompok supremasi kulit putih dan mengatasi kebencian online. Sebelumnya kanada telah menetapkan tanggal 29 Januari sebagai hari peringatan dan aksi nasional melawan Islamphobia, untuk memperingati peristiwa serangan di sebuah masjid di Kota Quebec yang terjadi pada 29 Januari 2017.

Amira Elghawaby.

Islamofobia didefinisikan sebagai “rasisme, stereotip, prasangka, ketakutan, atau tindakan permusuhan” terhadap Muslim. Data Statistik Kanada dari tahun 2021 menunjukkan bahwa jumlah kejahatan rasial yang dilaporkan polisi yang mentarget Muslim meningkat 71 persen dari tahun sebelumnya. 

Amira akan secara khusus ditugaskan untuk memberikan masukan kepada pemerintah seputar pembuatan kebijakan dan dengan “proposal, program, dan peraturan legislatif” yang mencerminkan realitas Muslim di Kanada. Selain itu, dia akan memberikan arahan dan bimbingan kepada para menteri untuk “meningkatkan upaya untuk melacak dan memantau insiden kebencian dan kekerasan anti-Muslim di seluruh Kanada,” dan mempromosikan “kesadaran dan pemahaman publik” tentang komunitas Muslim di Kanada.
 
Amira Elghawaby dan Kota Bandung
 
Orang tua Amira berasal dari Mesir, Amira dibawa ibunya migrasi ke Kanada saat usianya baru dua bulan, untuk menyusul ayahnya yang sudah lebih dulu berangkat ke Kanada bekerja sebagai Engineer. Di Kanada mereka tinggal di ibukota Ottawa, ibukota Kanada dan Sebagian hidup Amira dihabiskan disana.
 
Dimasa kecilnya ia sempat tinggal di kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia selama empat tahun. Saat itu ayahnya menerima tawaran kerja dari UNDP – United Nations Development Program di Bandung. Amira menyelesaikan Pendidikan SMA nya di Kanada.
 
Lulusan Carleton University
 
Amira Elghawaby merupakan lulusan universitas Carleton University di Otawa jurusan Jurnalistik dan hukum sekaligus. Selama di kampus, ia mendapat peluang magang dari pemerintah untuk bekerja sebagai jurnalis di Middle East Times yang berkedudukan di Kairo Mesir selama setahun, lalu Kembali ke Kanada untuk menyelaikan gelar sarjana-nya. 
 
Ia bekerja sebagai jurnalis di Toronto Star, lalu menjadi reporter dan associate producer di CBC Radio di Ottawa selama beberapa tahun. Ia kemudian bergabung dengan Majelis Nasional Muslim Kanada (NCCM - National Council of Canadian Muslims) sebagai direktur komunikasi.
 
Aktivis Ulung
 
Selain itu Amira merupakan seorang aktivis ulung. Dengan dukungan dari keluarga termasuk suaminya, Amira berkecipung di dunia jurnalistik, advokat, aktivis hak asasi manusia, aktivis gerakan buruh dan juga salah satu dewan pendiri Jaringan Anti Ujaran Kebencian Kanada dan juga Kelompok Penasihat Transparansi Keamanan Nasional Kanada.
 
Penunjukannya sebagai special representative on combatting Islamophobia atau wakil khusus untuk memerangi Islamphobia mendapatkan dukungan dari berbagai organisasi di Kanada dan juga diwarnai berbagai keberatan dengan berbagai alasan.***
 
Rujukan
 
https://muslimincanada.com/post/133536863736/amira-elghawaby
https://www.ctvnews.ca/politics/trudeau-names-canada-s-first-representative-on-combating-islamophobia-1.6247509
‍https://www.islamchannel.tv/blog-posts/islam-the-fastest-growing-religion-in-canada
https://en.wikipedia.org/wiki/Amira_Elghawaby#cite_note-:2-1  

Minggu, 21 Januari 2018

Sejarah Islam di Kanada

Lokasi Kanada di utara benua Amerika. 

Komunitas muslim di kanada hampir seumur dengan negara Kanadanya sendiri. Empat tahun setelah pembentukan negara Kanada tahun 1867, di tahun 1871 sensus di Kanada menyebutkan ada 13 muslim diantara populasinya saat itu. Sejumlah besar Muslim Kroasia (dari Bosnia) datang ke tanah amerika sebagaimana Kristen Kroasia, beberapa datang ke amerika akibat perang dunia pertama yang berkecamuk disana.

Masjid Kanada pertama dibangun di Edmunton di tahun 1938, saat itu diperkirakan sudah ada sekitar 700 muslim di negara tersebut. Bangunan masjid tersebut kini menjadi bagian dari musium di Fort Edmonton Park. Tahun tahun setelah perang dunia kedua tampak dalam jumlah kecil peningkatan jumlah muslim disana. Sebagian dari mereka merupakan Muslim Kroasia dari Bosnia, yang merupakan bagian dari Hadhschar Division serta muslim tawanan Kroasia dari Bosnia. Namun sampai saat itu muslim Kanada masih sangat sedikit. Hanya setelah pencabutan kebijakan preferensi imigrasi di Eropa di penghujung tahun 1960-an baru terjadi peningkatan signifikan jumlah muslim yang masuk ke Kanada.

Muslim Kroasia dari Bosnia yang merupakan pendahulu dan salah satu dari arus muslim utama dalam pendirian semua masjid pertama di Toronto. Masjid pertama selain tiga masjid tertua di Toronto dibangun oleh muslim Kroasia dari Bosnia dan Albania di tahun 1968. Masjid pertama diberi nama Jami Mosque (berada di 56 Boustead Ave. Toronto). Dikemudian hari dengan peran dari Dr Qadeer Baig r.a. (professor pada University of Toronto), masjid tersebut dibeli oleh Muslim Asia, sedangkan Muslim Albania dan Kroasia kemudian mendirikan masjid mereka sendiri : Albanian Muslim Society of Toronto, berlokasi di 564 Annette St. Serta Hrvatska džamija (Masjid Kroasia) di Croatian Islamic Centre, berlokasi di 75 Birmingham St., Etobicoke.

Masjid Edmunton Masjid pertama di Kanada. 

Merujuk kepada sensus penduduk tahun 1971 di Kanada terdapat 33 ribu muslim. Masjid tertua di Toronto dengan menara tertua di Ontario dibangun dalam gaya Usmani, salah satunya berada di Etobicoke, yang merupakan bagian dari Croatian Islamic Centre, bangunan yang sebelumnya merupakan sebuah gedung tua sekolah Katholik, yang pada tanggal 23 Juni 1973. Masjid (gedung tua sekolah Katholik dan dibeli seharga 75 ribu CAD) kemudian di atur ulang menjadi tempat ibadah muslim dengan dukungan penuh dari komunitas Katholik Kroasia setempat. Salah satu pendirinya adalah seorang ahli kedokteran nuklir dunia, dr Asaf Duraković.

Di tahun 1970-an sejumlah besar imigran non eropa mulai masuk ke Kanada. Hal ini terlihat dari membengkaknya komunitas muslim Kanada di tahun 1971, sensus mencatat disana bermukim 98 ribu muslim, sedangkan di tahun 1991 hasil sensus menunjukkan peningkatan jumlah muslim kanada mencapai 253,265 jiwa, dan perkiraan hasil sensus 2006 akan menunjuk angka sekitar 800 ribu jiwa.

Dibandingkan dengan muslim Eropa, muslim Kanada tidak menghadapi permasalahan yang sama. Muslim Kanada hanya salah satu dari sekian banyak etnis yang bermukim disana dari sekian banyak etnis, suku bangsa, budaya dan agama yang bersama sama menjadi bagian dari Kanada. Pejabat pemerintah Kanada mengelompokkan muslim Kanada dalam kelompok sendiri sebagai “kelompok muslim Kanada” untuk keperluan pengambilan kebijakan dan statistik. (singgahkemasjid).

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca juga




Kamis, 21 Juni 2012

Masjid Al-Rashid Edmunton, Masjid Pertama di Kanada

Masjid Al-Rashid, Canada Islamic Center.

Masjid Al-Rashid Islamic Center Kanada di Edmunton merupakan masjid yang pertama kali dibangun di Wilayah Kanada, sekaligus merupakan organisasi Islam terbesar di Edmunton. Bangunan asli Masjid Al-Rashid pertama kali diresmikan pada tahun 1938. Penyelenggaranya adalah wali kota Edmunton John Wesley Fry, seorang keturunan Arab-Kristen. Di sanalah sebuah pandangan multi keagamaan Kanada dimulai, ketika wali kota Edmonton hadir dalam acara itu bersama sama dengan masyarakat dari beragam agama. Peresmian masjid tersebut turut dihadiri oleh Yusuf Ali, seorang sarjana Muslim Lebanon yang terkenal sebagai penerjemah Al-Quran yang paling banyak digunakan dalam bahasa Inggris.

Di tahun 1982 bangunan baru Masjid Al-Rashid selesai dibangun untuk menggantikan fungsi masjid lama Al-Rashid yang sudah terlampau kecil untuk menampung aktivitas jemaah yang kala itu jumlahnya sudah membengkak berkali lipat. Dan di tahun 1991 bangunan asli Masjid Al-Rashid dipindahkan dari lokasi aslinya ke lokasinya sekarang di dalam Fort Edmunton Historical Park tahun 1991 dan selesai direstorasi tahun 1992. Bangunan asli masjid Al-Rashid itu kini berdiri megah bersama sama dengan berbagai bangunan bersejarah Edmunton lainnya yang sengaja di relokasi ke taman sejarah tersebut sebagai warisan sejarah Kanada.

Lama dan Baru ::: sebelah kiri adalah bangunan asli Masjid Al-Rashid, kini di konservasi di Taman Sejarah Kota Edmunton (Fort Edmunton Historical Park), sedangkan disebelah kanan adalah Bangunan Masjid Al-Rashid yang kini berdiri megah menggantikan masjid lama.

Bangunan baru masjid Al-Rashid yang kini berdiri sama sekali berbeda dengan bangunan masjid Ar-Rashid sebelumnya. Dibangun dengan arsitektural masjid Universal, sebuah bangunan masjid yang biasa kita kenal lengkap dengan kubah besar dan sebuah menara tinggi terpisah dari bangunan utama serta ditopang dengan berbagai fasilitas pendukungnya sebagai sebuah Islamic Center. Sedangkan bangunan asli Masjid Al-Rashid lebih mirip sebuah Gereja dibandingkan sebuah masjid.

Alamat dan Lokasi Masjid Ar-Rashid
Canadian Islamic Center - Al Rashid Mosque (Masjid 13070 113 St NW, Edmonton, AB T5E 5A8,

 

Mengingat bahwa masjid Al-Rashid adalah masjid pertama di Kanada dan kawasan Amerika Utara, ada baiknya kita sedikit mengenal tentang sejarah masuknya Islam ke Kanada untuk memberikan gambaran komprehensif tentang Masjid Al-Rashid, Komunitas muslim Kanada serta sejarah dan latar belakangnya. Karena sejarah sebuah masjid tak lepas dari sejarah komunitas muslim tempatnya berdiri.

Masuknya Islam Ke Kanada

Sejarah Masjid Al-Rashid tidak saja mengukir sejarah sebagai masjid pertama di Kanada dan Kawasan Amerika Utara tapi juga mengukir sejarah perjuangan muslimah Kanada. Sejak pembangunan di tahun 1938 hingga ke masa preservasi bangunan bersejarah tersebut di tahun 1992, Masjid Al-Rashid telah menjadi sumber kebanggaan komunitas muslim kanada sebagai sebuah tempat dimana sebuah tradisi pantas untuk dijaga dan dirayakan. Semuanya bermula dari imigran Arab pertama ke Kanada di tahun 1882.

Dulu dan Sekarang ::: foto sebelah kiri adalah bangunan Masjid Al-Rashid sekitar tahun 1938 dilokasi aslinya. Foto sebelah kanan, bangunan masjid yang sama setelah di relokasi ke Taman Sejarah Kota Edmunton (Fort Edmunton Historical Park)

Sebagian besar dari imigran arab tersebut berasal dari Suriah, dan kebanyakan dari mereka merupakan anak anak muda yang menghindar dari wajib militer di era kekuasaan Emperium Usmaniah (Otoman Empire) yang berpusat di Istambul, Turki. Rata rata mereka adalah masyarakat Kristen, dan hanya sebagian kecil saja yang beragama Islam, sebagian besar kemudian menetap di kawasan timur Kanada namun kemudian beberapa pindah ke kawasan barat. mereka bekerja sebagai pedagang keliling dan sebagian lagi bahkan mencapai wilayah paling ujung kawasan barat yang kemudian dikenal sebagai kawasan Canada's western frontier.

Sejarawaran Gilbert Johnson menyebut para pedagang keliling imigran Suriah ini sebagai sesuatu yang paling dominan di kawasan pemukiman paling barat Kanada kala itu. Pedagang keliling yang benar benar berkeliling berjalan kaki memanggul barang dagangannya di pundak dan beberapa dagangan kecil ditenteng di tangan kiri dan kanannya. Tapi kebanyakan mereka menggunakan kuda dan kereta kecil di musim panas atau dengan kereta luncur di musim dingin. Mereka berkelanan melintasi padang rumput di  rute yang selalu sama.

selembar foto lama suasana sholat berjamaah di dalam masjid lama Al-Rashid.

Di penghujung 1920-an keluarga muslim tersebar di berbagai tempat di Alberta, Edmunton. Mencari nafkah sebagai pedagang hingga pedagang toko. Jumlah muslim yang tak terlalu banyak di kota itu membuat mereka saling mengenal dengan baik satu dengan yang lainnya. Sensus penduduk di tahun 1931 tercatat 645 muslim diantara 10,070 warga arab-Kanada. Sebagian besar dari mereka menetap di propinsi kawasan barat di Ontario dan Quebec.

Sejarah Pembangunan Masjid Al-Rashid

Hasil perjuangan Muslimah Kanada

Pendiri Dewan Muslimah Kanada tahun 1982, Lila Fahlman menceritakan tentang sejarah Masjid Al-Rashid. Di awal tahun 1930-an beliau masih belia, ketika keluarga muslim saat itu memperbincangkan tentang pembangunan masjid pertama disana, muncullah Hilwi Hamdon, seorang muslimah yang berkepribadian begitu menarik dan diterima di kalangan manapun. Hilwi Hamdon bersama temannya yang kemudian melobi walikota Alberta, John Wesley Fry untuk mendapatkan sebidang lahan bagi pembangunan masjid untuk muslim kota tersebut. John Wesley Fry adalah seorang keturuan imigran Arab Kristen. John Wesley Fry sempat berujar “kalian tidak punya uang untuk membangun masjid” namun dengan cepat Hilwi Hamdon dan rekannya menjawab “kami akan dapatkan uangnya”.

Sebuah catatan sejarah dipasang di depan bangunan asli Masjid Al-Rashid di Fort Edmunton Historical Park.

John Wesley Fry setuju untuk menyediakan lahan bagi pembangunan masjid yang diinginkan, apabila kaum muslimin memang memiliki dana yang cukup untuk membangun masjid dimaksud. Kala itu mereka membutuhkan dana setidaknya $5000 dolar, angka yang begitu berat di kondisi depresi yang teramat dalam ketika itu. Penggalangan dana dimulai, mereka mendatangi satu persatu setiap toko di sepanjang ruas jalan Jasper Avenue, ruas jalan utama Edmunton. Tak peduli apakah pemilik toko nya seorang Yahudi, Nasrani atau Muslim. Para muslimah ini meminta mereka untuk memberikan dukungan bagi pembangunan masjid tersebut. dan Alhamdulillah, komunitas kota itu sangat mendukung. Berdirilah Masjid Ar-Rashid yang dibangun dari dana sumbangan tiga pemeluk agama samawi.

Masalah kecil muncul saat akan mencari arsitek untuk merancang bangunan masjid yang akan dibangun, para pengembang di sana tak satupun yang mengenal bangunan masjid, jangankan mengenal, mereka bahkan belum pernah melihat seperti apa gerangan bangunan masjid. Para muslimah tersebut pada ahirnya memilih arsitek Kanada-Ukraina bernama Mike Drewoth dan mengatakan padanya “kami ingin membangun tempat ibadah”. Setelah serangkaian diskusi, Drewoth membuat sebuah rancangan masjid terbaik yang dia bisa, “sebuah bangunan yang lebih mirip Gereja Ortodok Rusia dibandingkan sebuah bangunan masjid yang dikenal secara umum”.

bangunan asli ::: begini bentuk asli bangunan Masjid Al-Rashid.

Bangunan tersebut berupa bangunan memanjang dengan pintu utama di salah satu sisinya lengkap dengan tangga, dilengkapi ruang terbuka yang besar di dalamnya benar benar mirip sebuah gereja, namun jendelanya dibentuk berlengkung dan dilengkapi juga dengan dua ruang kecil tempat berwudhu, ruang basement (bawah tanah) untuk kegiatan sosial dan dibuatkan dua menara berdenah segi delapan dengan kubah bawang bewarna perak dipasangkan di atasnya lalu dipasang simbol bulan sabit dibagian puncaknya untuk menegaskan bahwa bangunan tersebut adalah bangunan masjid bukan gereja. Meski dibangun sangat mirip dengan sebuah gereja ortodok, komunitas muslim setempat sangat bangga dengan masjid pertama mereka dan dengan sangat antusias menyumbangkan lampu lampu gantung dan karpet.

Peresmian Masjid Al-Rashid

Pembangunan masjid tersebut sudah selesai dilaksanakan pada bulan November 1938, sebuah upacara pemakaman bagi Ali Tarrabain, yang di sholatkan di masjid yang baru saja selesai dibangun itu menjadi sholat jenazah yang pertama kali diselenggarakan di masjid Al-Rashid, justru pada saat masjid tersebut baru saja selesai dibangun dan bahkan belum diresmikan penggunaannya. Peresmian masjid ini baru diselenggarakan sebulan kemudian.

Bangunan baru Masjid Al-Rashid Edmunton.

Pada tanggal 12 Desember 1938 Masjid Al-Rashid secara resmi dibuka oleh Walikota Edmunton John Wesley Fry dan I.F Shaker, yang juga seorang Kristen Arab, walikota Hanna, Alberta. Diantara para tamu undangan turut hadir seorang penterjemah Al-Qur’an dari Pakistan bernama Abdullah Yusud Ali. Sebuah upacara peresmian masjid yang benar benar tak biasa, merefleksikan keberagaman di Kanada. Mengutip sambutan yang disampaikan oleh John Wesley Fry saat peresmian masjid tersebut, beliau mengatakan “sangat penting bahwa berbagai kalangan dari berbagai agama duduk bersama dengan sangat bersahabat satu dengan lain-nya”

Lebih dari tiga dekade, masjid kecil tersebut menjadi pusat aktivitas komunitas muslim setempat, termasuk perayaan pernikahan, pemakaman, dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dilaksanakan di ruang utamanya. Ruang basement nya digunakan sebagai pusat aktivitas sosial komunitas arab disana dari berbagai latar belakang agama. Ruang tempat bertemunya komonitas setempat dalam berbagai aktivitas komunal.

Sisi Depan Masjid Al-Rashid yang baru ::: jauh lebih besar dan megah serta lengkap dengan sarana pendukungnya sebagai sebuah Islamic Center.

Setiap masjid memang menyimpan ceritanya sendiri, seperti halnya masjid mungil Al-Rashid ini. Pada awal penggunaannya jemaah muslimah melaksanakan sholat di shaf paling belakang tanpa penyekat, sampai suatu hari dipasang penyekat dari tirai bewarna hijau membagi ruangan sholat menjadi dua bagian. Sempat terjadi perdebatan kecil diantara komunitas, ada yang tak ingin menggunakan tirai sementara lain nya menginginkan dipasang tirai, namun ahirnya tirai tersebut tetap ditempatnya.

Konservasi Yang Mengharukan

Paska perang dunia ke dua, imigran arab mulai membanjiri Kanada ::: sekitar 50 ribu di tahun 1946 dan 1975, dengan persentase jumlah muslimnya yang lebih besar dari imigran sebelum nya. Di tahun 1980 komunitas muslim di Edmunton mencapai 16 ribu jiwa, membuat masjid Al-Rashid menjadi begitu kecil untuk dapat menampung jemaah nya yang benar benar telah membludak. Tiba waktunya untuk membangun masjid baru yang lebih besar. Di tahun 1982 bangunan lama Masjid Al-Rashid ditutup, seluruh aktivitas ke-Islaman yang tadinya dilaksanakan di Masjid itu dipindahkan ke bangunan Masjid Al-Rashid yang baru yang lebih besar dan lebih lengkap. Lebih dari sepuluh tahun bangunan masjid lama itu dibiarkan kosong tak dipakai dan terbengkalai ditempatnya, bersebelahan dengan Rumah Sakit Royal Alexandra Hospital.

ketika pertama kali Masjid Al-Rashid di buka tahun 1938, Muslim di Edmunton tak lebih dari 700 jiwa saja.

Ketika terjadi booming minyak bumi terjadi di tahun 1980-an, populasi Edmunton pun melonjak, di tahun 1988, Rumah Sakit Royal Alexandra berencana memperluas lahan parkirnya. Bangunan lama Masjid Al-Rashid yang terbengkalai terancam akan digusur karena memang sudah sangat lama terbengkalai. Komunitas muslim setempat mulai mempertimbangkan usaha untuk menyelamatkan bangunan tua tersebut, setelah lebih dari setengah abad pembangunannya kini bangunan lama Masjid Al-Rashid itu sudah menjadi bangunan bersejarah tidak saja bagi muslim Edmunton tapi juga bagi sejarah Kanada.

Masjid Al-Rashid Edmunton ditengah dinginnya musim salju yang membeku.

Penggalangan dana pun dilakukan namun dana yang dihasilkan tak mencukupi. Sampai kemudian Lila Fahlman melakukan pendekatan kepada CCMW yang bermarkas di Edmunton dan meminta CCMW untuk mengambil langkah langkah penyelamatan terhadap bangunan tua masjid Al-Rashid. Diantara para anggota CCMW terdapat Karen dan Evelyn Hamdon yang merupakan cucu dan cucu kemenakan Hilwi Hamdon, sosok muslimah yang dulunya menggalang dana bagi pembangunan masjid Al-Rashid.

Juga ada Mahmuda Ali, cucu dari Mary Saddy, teman dekat dari mendiang Hilwi Hamdon. Pada kesempatan itu Karen Hamdon sempat berujar “Bangunan lama masjid Al-Rashid memiliki keterikatan emosional yang sangat kuat dengan kita, Paman dan Bibi kita menjadi pasangan pertama yang melangsungkan pernikahan di masjid itu”. kelompok muslimah inilah yang kemudian meneruskan apa yang telah dilakukan pendahulunya, menggalang dana untuk menyelamatkan bangunan masjid pertama Kanada tersebut.

Kubah dan menara Masjid Al-Rashid dengan putihnya salju yang menempel di permukaannya.

Terkumpul dana sebesar $75 ribu dolar cukup untuk mengangkut bangunan lama Masjid Al-Rashid ke kawasan taman Sejarah Kota Edmunton (Fort Edmunton Historical Park). Upaya para muslimah tersebut menggalang dana, ternyata hanyalah perjuangan awal bagi penyelamatan bangunan itu. tantangan berikutnya adalah meyakinkan para petinggi di kota itu untuk mengizinkan relokasi bangunan masjid ke taman sejarah kota.

Di tahun 1980-an Edmunton tak lagi memiliki area padang rumput yang luas seperti era sebelumnya, menjadi tak mudah untuk menempatkan bangunan masjid tua itu ke taman sejarah dengan bijaksana. Berbagai penolakanpun muncul ke permukaan, para penentang penempatan masjid ke taman kota berpendapat bahwa bangunan masjid tua itu bukanlah gedung bersejarah, tak tanggung tanggung bahkan dalam sebuah Jurnal terbitan Edmunton sempat menyebut “Fort Edmunton Park telah dipaksa untuk menerima sebuah penyusupan Kesejarahan”

Masjid Al-Rashid, Islamic Center Kanada

Namun ahirnya di tahun 1991, setelah tiga tahun menggalang dana dan membuat petisi, ahirnya atap bangunan lama Masjid Al-Rashid pun dibuka dan bangunan tersebut dengan hati hati di angkat ke atas sebuah truk pengangkut yang sangat besar. Dibawah sinar bulan, bangunan masjid tua itu dipindahkan ditengah kesunyian malam kota Edmunton yang tengah terlelap, menuju lokasi barunya. Mahmuda Ali dan Karen Hamdon mengikuti truk pengangkut itu dari belakang dengan kendaraan pribadi mereka berbagi setermos kopi panas demi mastikan dan melihat sendiri bangunan masjid bersejarah itu tiba ditujuannya dengan aman.

Hampir setahun lamanya bangunan masjid tersebut berdiri di taman kota tanpa atap. Menjadi tempat bersarangnya burung burung merpati diantara balok balok bagian atasnya. Sementara itu anggota anggota CCMW berupaya menggalang dana untuk melakukan restorasi terhadap bangunan masjid itu yang harus segera dipugar dan diberi atap sebelum musim dingin tiba.

Interior bangunan asli masjid Al-Rashid, mungil dan sederhana. hanya seukuran sebuah Mushola di kebanyakan kampung di Indonesia

Pada tanggal 28 Mei 1992 proses restorasi selesai dilaksanakan dan bangunan masjid tua tersebut kembali dibuka dalam sebuah upacara yang penuh haru. Para pemimpin kota memberikan penghormatan yang mendalam kepada para muslimah yang dulu telah membangun masjid tersebut dan bagi para muslimah keturunannya yang kemudian menyelamatkan bangunan tersebut dari kehancuran, Pada kesempatan tersebut Soraya Hafez, selaku presiden CCMW berujar “sekarang masjid bersejarah kita ada disini,  Masjid ini seolah berkata bahwa Kita Ada disini".

Lembaga Lembaga Milik Masjid Ar-Rashid

Edmonton Islamic Academy (EIA)

Sebagaimana dijelaskan di www.islamicacademy.ca, EIA dibentuk sebagai sebuah keharusan demi mencetak generasi Islami. Siswa di akademi ini berasal dari berbagai kalangan etnis dan latar belakang budaya. EIA menyelenggarakan pendidikan berbagai tingkatan mulai dari Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar Islam (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga studi bahasa Arab dan Ilmu Islam.

Edmunton Islamic Academi

Islamic Investment Corporation (IIC)

Islamic Investment Corporation (IIC) merupakan perusahaan patungan antara Arabian Muslim Association (51%) dan Islamic Call Society of Libya (49%). Perusahaan yang bergerak dibidang estate properti. IIC menjalankan berbagai bidang bisnis yakni : Al Rashid Apartment (32 suites) berada di 13016 – 113 Street, Castle Apartment (17 suites) di lokasi 11309 – 132 Ave dan dua bangunan gedung diseberang Masjid.

Al Rashid Youth & Sports Club

Lembaga ini menyediakan sarana bagi kaum muda muslim Edmunton dan Kanada dari berbagai umur dan memfasilitasi aktivitas kaum muda disana dalam berbagai aktivitas positif yang sesuai dengan ajaran Islam melalui berbagai program yang dikelola dengan baik, aktivitas aktivitas tersebut adalah : Sport teams termasuk Sepak Bola. hockey, basketball, volleyball, tenis meja dan lain lain, lalu ada Islamic days, acting, menyanyi, Eid contests dengan mengadakan lomba lomba penulisan puisi, menulis cerita, pidato, menggambar dan sebagainya. Penyelenggaraan berbagai turnamen dan segudang aktivitas kreatif lainnya.

Jemaah di dalam Masjid Al-Rashid Edmunton - Kanada

Salah satu program kepemudaan terbaru di Masjid Al-Rashid yang cukup menarik adalah program yang mereka sebut sebagai Program Cahaya Jum’at Malam (Friday Night Light-FNL) dalam program yang diselenggarakan setiap hari Jum’at antara pukul 6 hingga pukul 9 malam ini, para remaja laki laki muslim yang berumur antara 12 hingga 16 tahun di ajak besama sama dalam acara yang bersuasana religius untuk menanamkan persaudaraan, spiritualitas, rasa hormat serta kebugaran fisik. Layaknya acara untuk remaja, segala urusan menyangkut acara ini juga dapat mereka ikuti perkembangan nya melalui situs jejaring sosial di internet.

Islamic Funeral Society

Islamic funeral services ini adalah layanan penyelenggaraan jenazah yang diselenggarakan di Masjid Al-Rashid, termasuk pemandian, pengkapanan, pemakaman hingga pengurusan administrasinya ke pemerintahan, termasuk pengurusan izin pemakamannya. Masjid juga menyediakan jasa transfortasi dari rumah sakit ke masjid hingga ke pemakaman serta tentu

suasana di pekarangan Masjid Al-Rashid, persiapan prosesi pemakaman seorang jemaah yang di sholatkan di Masjid ini.

Layanan Pernikahan

Selain menyelenggarakan sholat fardhu lima waktu termasuk sholat fardhu Jum’at dan dua hari raya (idul Fitri dan Idul Adha), Masjid Al-Rashid menyediakan layanan penyelenggaraan pernikahan. Termasuk di dalamnya penyelenggaraan akad nikah dibawah bimbingan langsung Imam Masjid Al-Rashid, Sheikh Mustafa Khattab, Akta Nikah (surat nikah) hingga penyelenggaran resepsinya secara Islami.

Foto Foto Masjid Al-Rashid

Masjid Al-Rashid dengan pekarangannya yang tertutup salju


Referensi

alrashidmosque.ca - history of al-rashid mosque
edmontonmuslims.com – edmonton mosques
en.wikipedia.org – al rashid mosque
ijnap.wordpress.com – islam di kanada
saudiaramcoworld.com - Canada's Pioneer Mosque
wikipedia  – islam in canada

--------------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Amerika Utara Lain-nya