Jumat, 25 Maret 2022

Islam & Masjid di Belgorod, Russia

Masjid di Belgorod Oblast, Rusia.

Belgorod adalah salah satu Oblast di Russia yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Oblast itu apa? Oblast adalah salah satu bentuk wilayah administrasi di Republik Federasi Rusia. Pembagian wilayah administrasi di Rusia memang akan sedikit membingungkan bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan konsep Negara Kesatuan.

Sebagai sebuah Negara federasi, sampai tahun 2014 yang lalu, Rusia terdiri dari 85 subjek federal atau anggota federasi yang menyandang status dan predikatnya masing masing yakni; 22 Republik, 9 Krais, 46 oblasts, 3 Kota Federal, 1 oblast otonom, dan 4 okrugs otonom.

Karena masing masing anggota federasi itu secara umum memiliki kesetaraan meski ada hal hal tertentu yang menjadi pembedanya yang sangat jelas, maka secara sederhana masing masing sebutan untuk anggota federasi itu dapat kita umpamakan seperti ‘provinsi’ di Indonesia. 

Agama & Etnis di Belgorod Oblast 

Ditahun 2010 penduduk Belgorod Oblast tercatat 1,532,526 jiwa dan 0.62% diantaranya memeluk agama Islam. 50,5% penduduk Belgorod memeluk agama Ortodok Rusia ditambah 1,7% Ortodok lainnya, namun demikian ada fakta di Oblast Belgorod ini yang cukup mencengangkan bagi orang Indonesia. 

Hasil survey ditahun 2012 selain menemukan keberadaan muslim disana, 22,2 penduduk Belgorod mengaku percaya pada Tuhan namun tidak memeluk agama apapun, dan 10,5% nya menyatakan dirinya atheis dan tidak percaya pada agama manapun. 

Masjid satu satunya di Belgorod Oblast, bangunan sebelah kiri.

8,6% penduduknya memeluk agama Kristen berbagai sekte, 0,7% Katholik Roma, sedangkan sisanya menganut agama dan kepercayaan lainnya tidak menyebutkan agama mereka saat dilaksanakan survey. 

Secara etnis, penduduk Belgorod mayoritas merupakan etnis Rusia mencapai 94,4%, etnis Ukraina 2,8%, Armenia 0,5, Azeri & Turki masing masing 3%, ditambah etnis etnis lainnya 

Hasil survey yang dilakukan memang tidak mengaitkan etnis dengan agama yang mereka anut, namun dari angka yang muncul, bertepatan angka 0,6% rasio penduduk yang memeluk agama Islam sama dengan rasio etnis Azeri ditambah dengan etnis Turki yang ada di Belgorod. 

Masjid di Belgorod Oblast, Rusia.

Adakah Masjid di Belgorod? 

Bila kamu bertanya pada google map “mosque in Bolgorod” akan muncul 3 lokasi di google map yang ditandai sebagai masjid. Yang pertama ditandai dengan nama “Mechet'” atau “Masjid” yang kedua ditandai dengan “Mechet' Mir I Sozidaniye” atau “Masjid Mir I Sozidaniye” dan tanda yang ketiga menunjuk ke Belgorod State University. 

Surfing ke tiga lokasi tersebut, hanya lokasi yang bertanda “Mechet'” yang benar benar terindikasi sebagai sebuah bangunan masjid. yang ditandai dipeta sebagai “Masjid Mir I Sozidaniye” di dinding gedungnya terpasang tulisan “dijual” dalam bahasa Rusia. 

Sedangkan tanda yang ketiga, sesuai dengan namanya disana memang berdiri bangunan hedung Universitas Negeri Belgorod dan memang bantuk bangunannya dilengkapi dengan sebuah kubah bewarna emas. Mari kita tilik lebih jauh keberadaan “Mechet'” di Oblast Belgorod tersebut. . 

“Mechet'” 
Ulitsa Michurina, 89, Belgorod, Belgorod Oblast, Rusia, 308002 50.618446, 36.549945.

   

Bangunan yang dimaksud berbentuk sebagai sebuah bangunan biasa, mirip gedung pabrik dan lokasi bangunannya pun tampak seperti berada di sebuah kawasan industri. Di tembok bagian depannya terpasang tulisan “Mechet” tak terlalu besar namun cukup jelas untuk dibaca. Pada salah satu pintu besarnya tertulis Mon Cam Antongary 24. 

Menyimak rekaman foto dan video yang ada, masjid ini memang dibangun dari sebuah bangunan pabrik, prosesnya dimulai sejak tahun 2018 dengan merenovasi bangunan tersebut untuk mengubah interiornya sesuai dengan kebutuhan ruang sholat berjamaah. 

Ruangan masjid ini cukup besar dan memanjang, dan yang lebih menarik bahwa jemaahnya tampak begitu ramai hingga memenuhi ruangan masjid. 

Interior Masjid di Belgorod dengan jema'ahnya yang penuh sesak.

Hanya ada satu masjid di Belgorod
 

Tidak banyak informasi yang dapat diperoleh tentang masjid disana, tribunnews.com dalam artikel Ramadhan tahun 2020 lalu pernah memuat artikel tentang pengalaman Teguh Imanullah, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belgorod State National Research University, menyebutkan bahwa di Belgorod hanya ada satu masjid saja. 

Namun demikian meski dengan jumlah yang minoritas, disebutkan bahwa muslim disana sangat kompak, dan jalinan silaturrahim sangat baik diantara mereka meskipun berasal dari berbagai suku dan bangsa yang berbeda beda.***

Senin, 07 Februari 2022

Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Aceh

Masjid Agung Baitul Ghafur

Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, atau biasa juga diebut dengan Masjid Agung Blangpidie merupakan masjid agung bagi kabupaten Aceh Barat Daya (Abya) yang berlokasi di Gampong Seunaloh, kecamatan Blangpidie, kabupaten Aceh Barat Daya, provinsi Aceh. Sejak diresmikan masjid ini telah menjadi salah satu destinasi Wisata Religi. 

Masjid milik Pemkab Abdya ini berdiri megah ditepi ruas jalan alternatif dari Kota Blangpidie menuju Guhang-Cot, Manee, Kecamatan Jeumpa, arah ke Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat. Lokasi masjid ini hanya terpaut sekita 150 meter dari Jembatan Jembatan Kreung Beukah yang menjadi penghubung dua sisi kota kecamatan Blangpidie di dua sisi sungai Krueng Beekah.
 
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya
Seunaloh, Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh 23763   

Meski berstatus sebagai masjid agung kabupaten, masjid Agung Baitul Ghafur ini tidak berada di komplek kantor bupati Aceh Barat Daya, tempat nya berdiri terpisah sekitar 5km dari komplek kantor bupati yang berada disisi selatan Sungai Krueng Bekah sedangkan Masjid Agung ini berada di sisi utara sungai tersebut.
.
Fasilitas Masjid
 
Berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektar, bangunan utama Masjid Agung Baitul Ghafur berukuran 60x80 meter, dibangun dua lantai, ruang sholat berada dilantai dua yang mampu menampung 45 shaf Jemaah atau sejumlah lebih kurang 4200 jemaah sekaligus.
 
Sedangkan lantai dasar masjid, sebagian difungsikan sebagai aula. Aula ini sebagai tempat aktivitas aktivitas Remaja Masjid Agung Baitul Ghafur. Selanjutnya masjid ini akan dilengkapi dengan penginapan para musafir diatas lahan yang masih tersedia dalam kompleks masjid.
 
Sebagian lantai dasar lainnya difungsikan menjadi Kantor Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Sekretariat UPTD Majid Agung, Baitul Mal dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM), termasuk Kantor Bank ‘Gala’ Abdya.

Masjid Agung Baitul Ghafur Abya.

Halaman masjid terhampar luas, permukaannya sudah dipasang batu granit. Halaman masjid ini juga terdapat air mancur yang dilengkapi dengan pencahayaan warna warni. Pancaran air warna-warni menjadi daya tarik pengunjung/jamaah untuk berlama-lama di halaman masjid.

Pembangunan Masjid Agung Baitul Ghafur
 
Masjid Agung Baitul Ghafur diresmikan oleh Bupati Akmal Ibrahim SH pada 11 Februari 2020, sekitar 10 tahun sejak pembangunannya dimulai tahun 2010. Waktu yang cukup panjang untuk membangun sebuah masjid agung.
.
Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2010 dimasa pemerintahan pertama Bupati Akmal Ibrahim SH yang menjabat antara tahun 2010-2012, dengan membangun pondasi dan tiang masjid dan menelan adana sekitar 10 miliar Rupiah. Setelah itu pembangunan terhenti.
.
Pembangunannya dilanjutkan kembali setelah Akmal Ibrahim SH terpilih kembali  sebagai Bupati Abdya Masa Jabatan kedua tahun 2017-2022 yang kemudian mengalokasikan anggaran untuk lanjutan pembangunan masjid mencapai Rp 33 miliar. Sampai dengan tahun 2020 pembangunan masjid ini telah menghabiskan anggaran mencapai 48 miliar Rupiah.

Masjid Agung Baitul Ghafur Abya.

Tahun 2021, Pemkab Abdya kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk pemasangan pagar teralis dari besi pengamanan teras sekeliling lantai dua masjid serta pagar pengaman taman masjid.
.
Sedangkan ditahun 2022 alokasi anggaran Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya tahun 2022 akan diluncurkan sebesar  Rp 4 miliar, antara lain untuk membangun penginapan para musafir diatas lahan yang masih tersedia dalam kompleks masjid. Hingga total keseluruhan anggaran yang sudah dan akan dikucurkan untuk pembangunan masjid ini secara keseluruhan mencapai sekitar 54 miliar Rupiah.
.
Pengurus Masjid Agung Baitul Ghafur Abya
.
Susunan Pengurus Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, terdiri Dewan Penasehat dengan Ketua Akmal Ibrahim SH (Bupati Abdya), beranggotakan seluruh anggota Forkopimkab Abdya.
 
Ketua Dewan Pembina adalah Drs Thamrin (Sekda Abdya) beranggotakan sembilan orang. Anggota dewan pembina terdiri dari unsure MPU, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat dan BKM.

Masjid Agung Baitul Ghafur Abya.

Dewan Imam, beranggotakan 16 orang dengan Imam Besar, Tgk Muhammad Dahlan (Ketua MPU Abdya), sebelumnya posisi imam besar dijabat alm Tgk H Abdurrahman Badar, yang berpulang bulan Februari 2021.
 
Dewan imam Masjid Agung Abdya dipilih dari para hafiz oleh tim seleksi yang khusus didatangkan dari Provinsi Aceh.
 
Pengelolaan MABG Abdya dipercayakan kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) saat ini dipimpin, Salman Alfarisi ST.
 
Didampingi Wakil Ketua Bidang Idarah, Ikhwan Alian SAg, Wakil Ketua Bidang  Imarah, H Husani Haji SPd, Wakil Ketua Bidang Ri’ayah, Roni Guswandi SPi.
 
Sekretaris, Saleh Amin SPd, Wakil Sekretaris, Khairul Huda SHI, Bendahara, Faizin Lc, Kepala Bidang Umum dan Operasional, M Jamaluddin, Bagian Kebersihan, drh Hj Cut Hasnah Nur, Bagian Pemeliharaan, Agus Kaisaria, Bagian Keamanan, Muhammad Isa.
 
Masjid Agung Baitul Ghafur Abya.

Kepala Bidang Humas dan Publikasi, Drs H Zainun Yusuf, Bagian Hubungan Antarmasjid, Tgk Safrijal Puri, Bagian Media dan Teknologi Informasi, Zulharman SKom.
 
Kepala Bidang Dakwah dan Peribatan, Tgk T Marzan MAg, Bagian Kajian dan Majelis Taklim, Ustad Roni Haldi Lc, Bagian Muallaf dan Konsultasi, Ustad Syahrurrazi SHI, Bagian Peribadatan, H Bustami, Bagian PHBI, Mawardi Yahya, Bagian Remaja Masjid, Nurda Alamsyah, SKel.
 
Kepala Bidang Usaha dan Perekonomian, Abdul Haris SIP, Bagian Jasa Penyewaan, Berry Primadona SE, Bagian Perparkiran, Hamzah, Bagian Pernikahan dan Nazar, Sanusi, Bagian Zakat, Infaq Sadakah dan  Waqaf, Mulyadi.
 
Kepala Bidang Pendidikan, Ustad Salman, Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak, Hanisah SPd, Sekolah Dasar, Putri Rahayu SPd, Sekolah Menengah Pertama, Ustad Riswan SHI, Taman Pendidikan Al-Quran  dan Pelatihan, Asmanita SPd.
 
Pengurus Remaja Masjid Agung Baitul Ghafur, masing-masing Ketua Umum, Nurda Alamsyah SKel, Wakil Ketua I, Agus Sarmadi SPd, Wakil Ketua II, Fikri Nurul Ramadhan, Sekretaris Umum,  Hari Safrizal ST, Wakil Sekretaris I, Novi Abdi Masrizal AMd, Wakil Sekretaris II, Yessy Ariska SPd.
 
Masjid Agung Baitul Ghafur Abya.

Bendara Umum, Sofiyuna SSosI,Wakil Bendahara I, Rahma Nafisah dan Wakil Bendahara II, Yulizar. Kepengurusan remaja masjid
  dilengkapi sejumlah depantemen.
 
Menu Bukber Khas Abdya
 
Sebagaimana masjid masjid agung lainnya, selama bulan puasa masjid Agung Baitul Ghafur Adya ini juga menyediakan buka puasa bagi para musafir dan muslim setempat untuk berbuka puasa di masjid ini. Selain itu, masjid ini juga menyediakan makan sahur.
 
Untuk menu berbuka puasa atau takjil di masjid ini cukup unik dengan menyediakan kue kue dan minuman dari air tebu dilanjutkan dengan makanan nasi yang dikemas dalam kotak dengan menu khusus kuah beulagong, masakan khas Aceh.
 
Dan menariknya, menu kuah beulagong dengan bahan daging kambing, itik, ayam dan ikan segar dimasak langsung di kompleks masjid. Paket nasi dan satu kancah kuah beulagong disediakan Pemkab Abdya melalui Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah setempat.***
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 

Sabtu, 10 Juli 2021

Central Jami Mosque Chipata, Zambia

Chipata Jami' Mosque, Zambia

Central Jami’ Mosque Chipata atau Masjid Jami’ Chipata atau kadangkala juga diebut Masjid Jum’at Chipata, adalah sebuah masjid Jami’ yang berada di kota Chipata di North Eastern Province (provinsi timur laut) Republik Zambia. Kota Chipata sendiri berbatasan langsung dengan wilayah Negara Malawi. 

Zambia adalah sebuah negara yang terkurung daratan di Afrika bagian selatan. Negara yang tidak memiliki garis pantai ini berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo di sebelah utara; Tanzania di timur laut, Malawi di timur, Mozambik, Zimbabwe, Botswana, dan Namibia di selatan serta Angola di barat. Zambia dahulu bernama Zambezia Utara dan kemudian menjadi Rhodesia Utara. 

Namanya kini berdasarkan sungai Zambezi.Bahasa resmi Zambia adalah Inggris, yang digunakan dalam urusan resmi, bisnis, dan dalam pengajaran di sekolah-sekolah. Selain itu ada delapan bahasa daerah utama yang digunakan, yaitu : Cibemba, Chinyanja, Lunda, Chitonga, Kaonde, Silozi, Nkoya and Luvale. Chipata Juma Mosque   

   

Kota Chipata tempat masjid ini berada, secara administratif merupakan ibukota dari Morth Eastern Province, letaknya yang berbatasan langsung dengan Malawi menjadikan kota ini sebagai salah satu gerbang keluar masuk dari dan ke Zambia dari Malawi. 

Dulu nya kota ini dikenal dengan nama Fort Jameson dan merupakan ibukota dari Rhodesia Timur Laut (Nort Eastern Rhodesia) sampai dengan tahun 1911, pada saat dibentuknya Negara Rhodesia Utara (Northern Rhodesia) oleh Inggris. 

Saat ini populasi kota Chipata mencapai 320 ribu jiwa tinggal di sebuah kota yang memiliki lahan pertahian yang subur dan cocok untuk pertanian meskipun baru sebagian kecil saja lahannya yang dikembangkan menjadi lahan pertanian. 

Chipata Jami' Mosque, Zambia

Pembangunan Masjid Jami’ Chipata 

Masjid Chipata dibangun pada tahun 1963 oleh masyarakat muslim Chipata. Kebanyakan muslim disini merupakan muslim keturunan India yang didatangkan ke Zambia pada masa kolonial Inggris sebagai pekerja tambang dan perkebunan. 

Saat ini mereka menjadi bagian terbesar dari para pengusaha di pusat kota Chipata dan sekitarnya, mulai dari pengusaha rumah makan, toko pakaian, toko elektonik, stasioneri dan sebagainya. Sehingga mereka yang hidup dikelas ekonomi menengah dan kelas atas di kota ini biasa disebut dengan the Little Bombay. 

Chipata Jami' Mosque, Zambia

Pertokoan di Chipata kebanyakan memang di miliki oleh muslim keturuanan India hingga kawasan tersebut pun terkenal dengan sebutan Indian Shop. Kota Sepeda Sepeda merupakan alat transportasi pavorit di kota Chipata, penduduk disana terbisa menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi pribadi hingga transportasi publik selayaknya ojek sepeda di Indonesia. 

Hal itu terjadi karena salah satu kawasan industri di Chipata yang disebut Luangwa Industri, merupakan pusat industri perakitan sepeda. Sehingga sepeda begitu merakyat di kota ini. Penyewaan sepeda hingga ojek sepeda hal yang umum di kota ini, menjadi salah satu wisata tersendiri yang khas. 

Masjid Jami’ Chipata ini juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung kesana, karena arsitektur nya yang unik menjadikan nya sebagai salah satu obejk foto bagi wisatawan. 

Chipata memiliki tradisi budaya tahunan termasuk festivals Ncwala yang diselenggarakan pada tiap bulan February dan festival Kulamba pada tiap bulan Agustus yang menarik perhatian wisatawan. (dirangkum dari berbagai sumber) 

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Sultan Abdulhamid II Djibouti ; Terbesar di Afrika Timur
Masjid Jamia Cape Town
Masjid Agung Bangui - Republik Afrika Tengah
Masjid Nizamiye Johannesburg – Afrika Selatan (bagian 1)
Masjid Larabanga - Masjid Pertama di Ghana dan Afrika Barat

Sabtu, 25 Januari 2020

Masjid Miqot Bir Ali, Madinah

Gerbang utama Masjid Miqot Bir Ali di Dhul Hulaifah, Madinah.

Masjid Miqot Bir Ali atau Masjid Miqot Dhul Hulaifah adalah salah satu masjid tempat miqot  atau memulai ihram bagi Jemaah haji dan umroh yang berasal dari Madinah atau yang melalui Madinah. Secara harfiah, Bir Ali berarti “sumur sumur Ali”, nama tersebut berkaitan dengan peristiwa saat Ali bin Abu Thalib menggali sumur dengan jumlah yang sangat banyak di masjid ini.

Oleh karenanya tempat ini diberi nama Bir Ali, bir yang artinya adalah sumur dengan bentuk jamak, sedangkan Ali adalah tokoh yang telah menggali sumur tersebut paling banyak. namun saat ini sumur-sumur itu tertutup oleh bangunan-bangunan disekitar masjid dan bangunan masjid itu sendiri. Masjid ini juga biasa disebut sebagai Masjid Miqot Dhul Hulaifah merujuk kepada nama daerah tempatnya berada.

Dhul Hulaifah Miqat Mosque
Dhul Hulaifah, Medina 42393, Arab Saudi


Masjid Bir Ali merupakan masjid miqot terjauh dari kota suci Mekah, sedangkan jarak tempuh dari kota Madinah ke Bir Ali sekitar 11 kilometer. Menggunakan mobil hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Sejarah Masjid Miqot Bir Ali

Di lokasi masjid ini berdiri pada masa Rosulullah terdapat sebuah pohon jenis akasia yang menjadi tempat Rosulullah berteduh saat miqot ditempat ini untuk menunaikan ibadah umroh. Ditempat tersebut kemudian dibangun masjid. Masjid ini dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz memerintah Madinah (87-93 H).

Masjid yang sama kemudian direnovasi pada masa dinasti Abbasiyah dan direnovasi lagi pada dinasti Utsmaniyah dimasa pemerintahan Sultan Mehmed IV (1058-1099 H). Pada waktu itu masjid masih berbentuk sangat kecil dan terbuat dari batu, dan belum ada jemaah haji dan umrah yang singgah di masjid ini.

Diantara pohon pohon kurma.
Perluasan dan peningkatan fasilitas masjid dilakukan dimasa kekuasaan Raja Fahd bin Abdul Aziz yang memerintahkan renovasi dan perluasan masjid ini. Selanjutnya karena semakin banyaknya jumlah jemaah haji dan umrah, masjid ini telah diperluas beberapa kali lipat, dan diberikannya fasilitas yang diperlukan, hingga luas masjid ini mencapai 6.000 meter persegi dan dapat menampung 5000 jemaah sekaligus.

Tentang Masjid Miqot Bir Ali

Masjid Miqot Bir Ali dibangun begitu besar dengan denah segi empat menyerupai sebuah benteng pertahanan. Bangunan utama masjid berada di tengah tengah dikelilingi koridor koridor panjang dengan arcade yang dibagian sisi dalamnya di dominasi warna kemerah merahan, sedangkan tembok luar bangunannya sendiri mayoritas bewarna krem. Dari area parkir Jemaah akan melalui gerbang tinggi besar dengan dua menara diatasnya.

Menara spiral masjid miqot Bir Ali.
Bangunan utama masjid berada di dalam “tembok benteng” tersebut, dilengkapi dengan area terbuka dan taman taman hijau yang teduh. Bangunan masjidnya juga berdenah segi empat, dibagian tengahnya terdapat “inner courtyard” atau pelataran tengah dilengkapi dengan satu pancuran air di bawah bangunan kecil berkubah dikelilingi taman yang menghijau.

‘Bangunan seperti benteng’ yang mengitari sekeliling masjid ini sejatinya adalah bangunan bangunan fasilitas pendukung masjid, termasuk ratusan unit toilet, kamar mandi, tempat wudhu, kios kios pedagang, klinik kesehatan, loker penitipan barang, kantor pengelola, kantor petugas keamanan, dan fasilitas lainnya.

Mihrab dan mimbar masjid miqot Bir Ali.
Menara masjidnya cukup unik dibangun dengan bentuk tangga spiral setinggi 62 meter, lokasinya berada di bagian dalam tembok benteng. Masuk ke dalam masjid ini, kita akan menemukan jejeran tiang tiang beton berukuran besar yang masing masing terhubung dengan lengkungan sebagai penyangga struktur atap diatasnya.

Dominasi warna merah pada bagian atas lengkungan dan hamparan karpetnya memberikan kesan mewah di dalam masjid ini. Tiang tiang penyangga masjid ini yang cukup besar, dibagian bawahnya dibuat relung relung yang difungsikan sebagai rak tempat menyimpan kitab suci Al-Qur’an.

Didalam masjid miqot Bir Ali.
Untuk kenyamanan Jemaah masjid Bir Ali dilengkapi dengan lebih dari 500 toilet dan kamar mandi dibagi menjadi tiga peruntukan masing masing toilet dan kamar mandi untuk Jemaah pria, wanita dan Jemaah difabel.  Banyaknya kamar mandi dan toilet tersebut sangat membantu Jemaah yang akan membersihkan diri dan bersuci sebelum memulai ihram dari masjid ini. Di masjid ini Jemaah juga akan melaksanakan sholat sunah umrah dilanjutkan dengan berniat dan melanjutkan perjalanan ke kota suci Mekah.

Landscape disekeliling masjid ini berupa pegunungan batu dan pasir serta perkebunan kurma yang cukup luas. Untuk menampung kendaraan Jemaah, masjid Bir Ali juga dilengkapi dengan halaman parkir yang cukup luas dan parkirnya tidak berbayar alias gratis.***

Koridor panjang di Masjid Miqot Bir Ali.
Inner courtyard di masjid miqot Bir Ali.
Jejeran pintu masjid miqot Bir Ali.
Taman di Masjid Miqot Bir Ali.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Minggu, 25 Agustus 2019

Lekki Central Mosque - Nigeria

Aerial view Lekki Central Mosque (foto IG @ekolawanaija)

The Lekki Central Mosque atau Masjid Sentral Lekki adalah salah satu masjid megah di Nigeria, lokasinya berada di kota Lekki, wilayah Negara bagian Lagos, di sebelah tenggara pusat kota Lagos, ibukota Nigeria. Sebagai kota penyanggah ibukota, Lekki sedang berkembang pesar dengan segala proyek pembangunannya termasuk pembangunan bandara dan pelabuhan laut internasional untuk menjadikan kota ini sebagai "Blue-Green Environment City". Lekki dulu nya terkenal sebagai daerah kumuh, tumbuh menjadi kota modern dengan penduduk diatas 400 ribu jiwa dan disiapkan untuk menampung hingga 3,5 juta warga. 

Masjid Sentral Lekki merupakan pusat Islam paling inspiratif dan terkemuka di Nigeria, berdiri di wilayah dengan penduduk mayoritas muslim. Lokasinya berada di Jalan Hakeem Dickson No. 81A, Skema 1 Lekki. Masjid ini tidak saja menjadi pusat kegiatan spiritual, tetapi juga menjadi “benteng pembelajaran” di mana berbagai kegiatan akademis dan ilmiah berlangsung setiap hari. Karena perannya yang cukup besar, Masjid Sentral Lekki ini menjadi masjid yang paling dikenal di wilayah Lekki.

Lekki Central Mosque
81a Hakeem Dickson, Lekki, Lagos, Nigeria
Tel: +2348138879937, +2348033202212, +2348034001101, +2348033005300.





Masjid pertama di Lagos 

Leeki Central Mosque merupakan bangunan masjid pertama yang dibangun sejak awal sebagai masjid dan dibuka untuk umum di wilayah Negara bagian Lagos. Berdiri megah di atas lahan seluas 1,3 hektar. Ruang utama masjidnya mampu menampung 2000 jemaah sekaligus, sedangkan area tambahan nya sendiri dapat menampung hingga 5000 jemaah. 

Selain itu masjid ini dilengkapi dengan 15 ruang kelas madrasah, perpustakaan dengan 2000 lebih buku dan buku elektronik, ruang berwudhu, aula serbaguna berkapasitas 1000 orang, 3 bangunan tempat tinggal imam dan tamu, 2 bangunan untuk pengurus masjid serta perkantoran pengelola masjid. 

Sunset at Lekki Central Mosque (IG @pablodexera)

Lekki Central Mosque adalah property dari organsasi Islam Lekki Muslim Ummah (LEMU), organisasi ini juga yang mengelola masjid dengan sistem manajemen yang cukup baik. Pihak pengelola juga bekerjasama dengan masjid masjid dan organisasi Islam lainnya di kota tersebut. Setidaknya 5000 jemaah mengunjungi masjid ini setiap pecan baik untuk melaksanakan sholat ataupun untuk menuntut ilmu di masjid ini. Dipimpin oleh Imam, Sheikh Ridwan Jamiu, Masjid Sentral Lekki menyelenggarakan aktivitas peribadatan, pernikahan, konsultasi agama hingga masalah keluarga dan hubungan kemasyarakatan. 

Sejarah Masjid Sentral Lekki 

Sejarah berdirinya masjid ini dimulai tahun 1999 ketika Abdul Fattah Adeyinka Olajide mulai menetap di wilayah pemukiman Lekki Skema 1, saat itu beliau tidak menemukan satupun masjid ataupun tempat yang memungkinkan ummat Islam berinteraksi sosial. Beliau kemudian menemui otoritas pengembangan kota baru Lekki (NTDA) untuk mempertanyakan hal tersebut. Dari pertemuan tersebut diketahui bahwa pihak NTDA telah menyediakan satu plot lahan untuk pembangunan tempat ibadah termasuk lahan untuk masjid dan Gereja Katholik dan Anglikan.

Black white of Lekki Central Mosque

Berbekal informasi tersebut beliau langsung menghubungi Kantor Biro Peranahan Negara di Lagos dan mendapatkan informasi bahwa, pemerintah tidak dapat memberikan lahan untuk pembangunan masjid kepada individu tertentu kecuali kepada organisasi keagamaan yang sudah diakui pemerintah. Tidak ada pilihan lain selain segera membentuk organisasi Islam di Lekki dan kemudian terbentuklah The Lekki Muslim Ummah (LEMU) sebagai organisasi yang memayungi berbagai organisasi Islam di wilayah semenanjung Lekki, di bulan Juli 1999. 

Tujuan utama berdirinya organisasi ini untuk mendakwahkan Islam sesuai dengan Al-Qur’an Sunnah, menyatukan ummat Islam, menyelaraskan saling pengertian antara ummat Islam dan komunitas lainnya. Dan tentu saja sebagai bagian dari rencana untuk segera mendirikan Masjid dan pusat aktivitas Islam di wilayah tersebut. 

Interior Lekki Central Mosque

Perjuangan tokoh tokoh awal pendiri organisasi dan masjid Sentral Lekki ini cukup mengharukan, bagaimana mereka harus mendatangi satu persatu rumah rumah yang ada di kawasan kota Baru Lekki untuk menanyakan apakah mereka muslim dan mengajak mereka bergabung dalam organisasi Islam. Bahkan kantor pertama organisasi ini menempati rumah salah satu Jemaah yang baru saling kenal selama beberapa tahun sampai ahirnya masjid Sentral Lekki benar benar berdiri. 

Dua tahun setelah organisasi berdiri, muslim Lekki belum juga kunjung mendapatkan izin resmi dan penyerahan lahan yang dialokasikan untuk mendirikan masjid. Sembari menunggu proses nya berjalan, di tahun 2001 didirikanlah masjid sementara di lokasi yang ditunjuk, sebuah bangunan masjid yang dibangun dari kayu semi permanen, dengan sumber pendanaan dari Alhaja Rabi Usman. Di bulan Agustus 2001 untuk pertama kalinya masjd sementara tersebut digunakan untuk sholat Jum’at berjamaah. ***


Baca Juga


Sabtu, 24 Agustus 2019

Masjid Masjid Megah di Filipina (Bagian-2)

Lima masjid Megah di Filipina.

Di postingan sebelumnya sudah ditampilkan ulasan singkat lima masjid masjid megah di Filipina mulai dari masjid terbesar, tertua, hingga masjid nasional di Filipina. Berikut ini lima masjid masjid megah lainnya di Filipina beserta ulasan singkatnya. Lumayan buat nambahin daftar kunjungan kamu bila berencana berkunjung ke Negara tetangga kita yang lokasinya berada sebelah utara provinsi Sulawesi Utara itu.

Bekunjung ke Filipina tidak perlu pakai Visa lho, karena sesama anggota Negara Asean, warganya memang bebas saling mengunjungi tanpa harus mengurus Visa, tapi kamu tetap harus punya passport dan ongkosnya ya J Oh iya, kamu jangan heran bila nama nama desa dan kota di Filipina bagian selatan seperti nama nama orang, itu memang nama tokoh masyarakat di masa lalu yang kemudian diabadikan sebagai nama desa atau nama kota disana. Selamat membaca semoga bermanfaat.

Masjid Tulay - Jolo, Masjid Terbesar di Provinsi Sulu

Masjid Tulay atau Tulay Mosque di Kota Jolo merupakan masjid terbesar di provinsi Sulu. (orriginal photo source)


Masjid Tulai merupakan masjid terbesar di Kota Jolo sekaligus terbesar di Provinsi Sulu, Filipina. Bangunan masjid yang begitu megah ini tampak mendominasi wajah kota Jolo saat dipandang dari arah laut dan menjadi landmark kota Jolo. Bangunan masjid ini dibangun dengan kubah besar dan empat menara di ke empat penjuru bangunannya dengan dominasi warna kuning dan putih.

Kapasitas masjid ini dapat menampung hingga 5000 jemaah sekaligus, dibangun pertama kali tahun 1884 kemudian hancur dalam perang di tahun 1974 dan dibangun ulang di tahun 2001 dengan dana US$2 juta dolar sumbangan dari Yayasan Sheik Zayed Al-Nahyan, Uni Emirat Arab. Kota Jolo merupakan salah satu kota dengan penduduk mayoritas Muslim di Filipina. Sekitar 90% penduduknya merupakan pemeluk agama Islam.

Masjid Al-Nasser Abpi (White Mosque) Datu Odin Sinsuat

Masjid Al-Naseer Abpi atau lebih dikenal sebagai White Mosque di Kota Datu Odin Sinsuat, ptovinsi Manguindanao, Filipina (foto asli dari gmap)


Masjid Al-Nasser Abpi atau lebih dikenal sebagai The White Mosque karena warnanya yang didominasi warna putih, adalah masjid megah di desa Barangay, Kota Datu Odin Sinsuat, provinsi Manguindanao, Filipina. Masjid putih ini menjadi salah satu destinasi wisata pavorit di kota Dato Odin Sinsuat. Warna putih yang digunakan untuk masjid ini adalah filosofi dari kesucian dan kemurnian, bukankah kesucian adalah salah satu prasyarat utama untuk melaksanakan ibadah.

The White Mosque Datu Odin Sinsuat ini dibangun dengan arsitektur modern lengkap dengan kubah besar di atap masjid di apit oleh beberapa kubah berukuran lebih kecil dalam bentuk dan warna yang senada, dan sepasang menara tinggi mengapit sisi depan bangunan masjid. Sedikit sentuhan warna emas pada beberapa bagian sebagai aksen memperindah tampilan-nya.

Masjid Dimaukom, Datu Saudi-Ampatuan, Maguindanao, Filipina

Masjid Dimaukon atau lebih dikenal sebagai Pink Mosque di kota Datu Saudi Angpatuan, di provinsi Manguindanao, Filipina. Masjid ini begitu populer karena warna dan arsitekturnya yang menawan da kamu bisa temukan foto foto masjid ini bersilweran di gmpa dan berbagai jaringan media sosial.


Masjid Dimaukom atau Masjid Pink (Pink Mosque) adalah masjid yang berdiri di kota Datu Saudi Ampatuan, Provinsi Maguindanao, Filipina. Namanya sesuai dengan nama pendiri masjid, Samsudin Dimaukom yang juga merupakan wali kota Datu Saudi Ampatuan. Warna pink-nya melambangkan persatuan dan persaudaraan antar-iman, mengingat pengerjaan masjid ini dilakukan oleh para pekerja Kristen. Masjid ini dibuka bertepatan dengan bulan suci Romadhon tahun 2014.

Tak hanya bangunan masjidnya, namun seluruh bangunan lainnya di dalam komplek masjid ini juga di cat dengan warna pink yang menyala terang, termasuk pagar keliling masjid beserta dengan gerbang besarnya yang bertuliskan “ahlan wa sahlan, Masjid Dimaukom”. 

Masjid Hja Sitti Raya, Talipao, Sulu

Masjid Hajah Siti Raya, salah satu masjid yang begitu menarik hati di Filipina bagian selatan. Nama masjid ini memang mengabadikan nama pembangunnya yang pernah menjadi walikota di Talipao. (orriginal photo source).


Masjid Hja Sitti Raya di bangun oleh (mantan) walikota Talipao, Sitti Raya Tulawei untuk masyarakat muslim kota Talipao, masjid ini dikenal sebagai salah satu masjid paling cantik di Filipina, dan kini menjadi salah satu destinasi wisata. Lokasi masjid ini berada di Desa Bilaan (Bilaan Poblacion), kota Talipao, Provinsi Sulu di koordinat 5.976268, 121.113464 (5°58'34.6"N 121°06'48.5"E).

Talipao adalah salah satu kota di Filipina dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Di kota ini berdiri replika Istana Sultan Sulu, Astana Darul Jambangan di dalam taman kota yang cukup menarik perhatian wisatawan. Masjid dengan warna dasar putih beraksen biru ini dilengkapi dengan satu menara dan beberapa kubah warna emas yang terang benderang di atap masjid dan dipuncak menaranya.

Masjid Taluksangay Zamboanga City, Tertua di wilayah Barat Mindanao

Ciri khas Masjid di Taluksangay ini adalah kubah kubahnya yang bewarna merah menyala. kamu dapat temukan foto masjid ini gmaps maupun di berbagai aplikasi jejaring sosial.


Masjid Taluksangai adalah masjid tertua di wilayah barat pulau Mindanao. Pertama kali dibangun tahun 1885 di desa Barangay, kota Taluksangai, provinsi Zamboaga, Filipina. Masjid Taluksangai dibangun oleh Hadji Abdullah Maas Nuno dan menjadi pusat penyebaran Islam pertama di semenanjung Zamboaga.

Sejak itu ulama ulama Islam dari semenanjung Arabia, India, Malaysia, Indonesia berdatangan ke desa itu. Utusan Khalifah di Istanbul (Sheik Al Islam) sempat berkunjung ke desa ini ditahun 1914. Penduduk Taluksangai merupakan pemeluk agama Islam, mereka dikenal sebagai keturunan dari Sama Banguingui yang di cap sejarah sebagai bajak lautnya Asia Tenggara.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Minggu, 18 Agustus 2019

Masjid Masjid Megah di Filipina

Lima Masjid Megah di Filipina.

Merujuk kepada data Pew Research Center tahun 2000 menunjukkan bahwa 11% dari penduduk Filipina menganut Agama Islam, sedangkan mayoritas penduduknya memeluk agama Katholik Roma. Filipina juga memiliki masjid masjid indah dan megah, sebagian besar tersebar di daerah selatan yang memang penduduknya mayoritas beragama Islam. Masjid Pertama di Filipina dibangun pada 1380 oleh Syeikh Karimul Makhdum di pulau Simunul.

Masjid masjid lainnya bermunculan setelah itu. Berikut ini beberapa masjid masjid megah di Filipina yang kami rangkum dari berbagai sumber. Lumayan buat rujukan ataupun menambah ittenary list kamu bila kamu berencana berkunjung kesana. Jangan lupa kamu juga bisa bergabung dengan kami instagram @masjidinfo dan @masjidinfo.id atau mengikuti setiap posting blog ini dengan bergabung sebagai follower. Berikut, masjid masjid dimaksud.

Masjid Al-Dahab Manila, Masjid Nasional Filipina

Masjid Al-Dahab / The Golden Mosque / Quiapo Mosque, Manila.


Al-Dahab berasal dari bahasa Arab yang berarti emas, merujuk kepada kubah masjid ini yang bewarna emas. Di gmap ditandai dengan nama Manila Golden Mosque And Cultural Center, merupakan masjid Nasional Filipina. Uniknya pembangunan masjid ini terkait dengan rencana kunjungan presiden Libya, (alm) Muammar Khadaffi di tahun 1976 pada masa Filipina dibawah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos. Tak tanggung tanggung, pembangunan masjid ini bahkan diawasi langsung oleh ibu Negara, Imelda Marcos. Namun, ketika masjid sudah selesai dibangun, Muammar Khadafi batal berkunjung ke Filipina karena sesuatu hal.

Masjid Al-Dahab yang berada di kawasan Quiapo, metro Manila ini juga seringkali disebut dengan Masjid Quiapo merujuk kepada nama tempatnya berdiri, atau dalam bahasa inggris disebut Golden Mosque merujuk kepada kubah emasnya, kini menjadi salah satu objek wisata menarik di kota Manila, sekaligus juga sebagai masjid terbesar di ibukota Filipina.

Masjid Shiek Karimul Makdum, Masjid Pertama di Filipina

Masjid Syeikh Karimul Makdum, Masjid pertama dan tertua di Filipina 


Masjid Shiek Karimul Makdum atau juga biasa disebut masjid Sheik Karim al Makdum, merupakan masjid pertama dan tertua di Filipina bahkan lebih tua dari Gereja Katholik manapun yang ada di Filipina. Pertama kali dibangun tahun 1380 oleh Sheikh Karim Al Makdum, seorang mubaligh dari arab yang pertama kali membawa risalah Islam ke Filipina. Masjid ini sudah ditetapkan sebagai Landmark Sejarah Nasional oleh Komisi Sejarah Nasional Filipina. Tempat Masjid ini dibangun juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional.

Masjid ini berada di pulau Simunul, Provinsi Tawi Tawi, Filipina di koordinat 4.896597, 119.850209 (4°53'47.8"N 119°51'00.8"E). Bangunan asli masjid ini sebenarnya sudah tidak ada lagi sudah berganti dengan sebuah bangunan masjid modern, namun beberapa bagian dari bangunan sebelumnya masih dilestarikan termasuk bekas empat sokoguru dari kayu bundar berukuran besar, sampai kini masih dipertahankan di dalam masjid sebagai bagian dari warisan sejarah.

Masjid Sultan Haji Hasanal Bolqiah Cotabato, Terbesar di Filipina

Masjid Sultan Haji Hasanal Bolkiah, Masjid terbesar di Filipina.


Sesuai dengan namanya Masjid Sultan Haji Hasanal Bolkiah atau Cotabato Grand Mosque ini memang dibangun oleh Sultan Brunei Darussalam sebagai hadiah untuk muslim Filipina. Dengan ukuran dan bangunannya yang begitu megah, masjid ini merupakan masjid terbesar di Filipina, dengan daya tampung hingga 15.000 jemaah sekaligus.

Lokasinya berada di Tamontaka Bubong Road, Cotabato City, Maguindanao, Filipina, di titik koordinat 7.202330, 124.165133 (7°12'08.4"N 124°09'54.5"E). Bangunan masjidnya terkenal dengan kubah kubahnya yang berlapis emas serta menara menaranya yang tinggi menjulang 40 meter. Luas masjid ini mencapai 5000 meter persegi, berdiri di atas lahan seluas lima hektar dibangun dengan biaya mencapai US40 juta dolar Amerika.

Masjid Kapunan, Masjid Terbesar di Provinsi Tawi Tawi

Masjid Kapunan, Masjid terbesar di Tawi Tawi


Tampak begitu megah dari arah laut dengan kubah bewarna ke-emasan dan dua menara-nya yang menjulang disisi kiri dan kanan sisi depan masjidnya, Masjid Kapunan adalah masjid terbesar di wilayah provinsi Tawi Tawi. Masjid ini berada di Desa Bato-Bato, daerah kota Panglima Sugala, Provinsi Tawi-Tawi, Filipina, di titik koordinat 5.072494, 119.884032 (5°04'21.0"N 119°53'02.5"E). Masjid Kapunan juga seringkali disebut dengan nama Masjid Panglima Sugala, merujuk kepada tempatnya berada.

Sebenarnya masjid ini berdiri di tepi pantai, namun ada begitu banyak bangunan rumah rumah penduduk yang dibangun di atas air di lepas pantainya sehingga seolah berada jauh di daratan. Dua menara masjid Kapunan ini merupakan bangunan tertinggi di kawasan tersebut. Kota Panglima Sugala ini dulunya merupakan ibukota provinsi Tawi Tawi sebelum kemudian dipindahkan ke Kota Bongao.

Bacolod Grande Grand Mosque, Masjid Pertama di Provinsi Lanao Del Sur

Masjid Bacolod Grande Grand Mosque, Masjid pertama di Lanao Del Sur 


Bacolod Gande Grand Mosque berada di Desa Bacolod Grande, Kota Bacolod-Kalawi, Provinsi Lanao del Sur, Filipina, di titik koordinat 7.854812, 124.139313 (7°51'17.3"N 124°08'21.5"E). Masjid ini berdiri anggun di tepian danau Lanao salah satu Danau di pulau Mindanao di selatan Filipina. Sampai dengan tahun 1900-an masjid bewarna hijau ini dikenal sebagai Mekahnya Lanao De Sul.

Yang paling menarik dari Provinsi Lanao Del Sur tempat masjid ini berada adalah ibukotanya yang berada di “Kota Islam Marawi”. Disebut kota Islam karena kota ini sampai sekarang masih merupakan sebuah “Kerajaan Islam” yang dipimpin oleh seorang Sultan yang menjabat resmi sebagai Walikota. Kota Marawi juga berada di tepian danau Lanao, danau yang sama tempat Masjid Bacolod  Grande ini berada ditepian-nya. (Insya Allah bersambung).

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga